Friday, August 31, 2018

Godaan Dunia

Soal godaan nih.

Tahukah Anda, apa godaan terbesar bagi PRIA? Itulah wanita.

Tahukah Anda, apa godaan terbesar bagi WANITA? Itulah online shop. Hehehe.

Shopping. Belanja-belanja. Beli-beli. Milih-milih. Wanita mana yang nggak suka? Ayo ngaku! Anehnya, barang yang terlihat biasa-biasa saja oleh pria, eh bisa terlihat lucu dan unyu oleh wanita. Begitulah wanita. Hehehe.

Kadang, pekerjaan ibu rumahtangga itu melelahkan dan menjemukan. Kan seringnya di rumah. Betul apa betul? Jadi, sekiranya istri sesekali shopping, yah izinkan saja. Toh yang dia shopping itu untuk keluarga dan rumahtangga. Bukan untuk siapa-siapa.


Apabila selama ini suami SUDAH BENAR dalam mengarahkan dan mendidik istri, pastilah yang di-shopping istri itu barang-barang yang bermanfaat untuk keluarga dan rumahtangga. Nggak sia-sia.

Monday, August 13, 2018

Tips Bermanfaat Untuk Pendukung Jokowi

DEAR JOKOWER
Pendaftaran capres dan cawapres sudah usai. Insya Alloh 2019 nanti, Pak Jokowi & KH ma'ruf akan berhadapan dengan Prabowo & Sandiaga Uno. Saya yakin, teman-teman jokower ingin All out memenangkan Pak Jokowi. Jadi, saya pengen ngasih saran nih buat temen-temen. Agar usaha temen-temen bisa maksimal.
"Pertama, kurangilah praktek label-melabeli secara emosional"
Mungkin kebanyakan jokower tak segan melabeli lawan komunikasi dengan stempel
- Pendukung teroris
- Radikal
- koruptor Dll.
Dengan harapan, stempel yang sama tidak terlabel ke kubu jokower. Serta, citra buruk melekat pada lawan politik.
Namun, apakah anda sadar. Tujuan anda kampanye bukannya untuk meraih simpati publik agar memilih Pak Jokowi? Anda yakin, melabeli orang ketika berbeda pendapat akan membuat orang lain simpati?
Memang, pak jokowi minta kalau jadi relawan harus berani diajak berantem. Boleh-boleh saja kemudian anda jadi ngotot & semangat. Tapi ingat, anda bukan Ali Mochtar Ngabalin. Sekalinya ngomong lanjutkan, lawan, libas bisa jadi komisaris angkasa pura. Elite istana mah bebas ngapain aja. Sementara anda?
Anda punya kehidupan sosial sendiri yang mesti anda jaga. Ada keluarga, teman, pekerjaan dll, menunggu anda selepas pesta 5 tahunan ini usai. Ada baiknya menanggapi perbedaan itu lebih elegan. Saya yakin teman-teman mampu. Kan ada program revolusi mental. Perlihatkanlah hasil dari program itu. Pasti publik akan lebih simpati. Lagian kita tidak sedang perang lo. Hanya sebatas melewati rutinitas demokrasi di negeri ini.

Renungan Untuk Prabowo

Renungan Untuk Prabowo Subianto :
Kami Memilih Anda , Tapi…
Jagat Twitter sempat heboh oleh twit balasan Prabowo Subianto lewat akun resmi Twitternya. Tweet balasan tersebut ditujukan kepada pemilik akun @SalimaFillah yakni Salim A Fillah yang sebelumnya mengirim tulisan kepada Prabowo.
Sore ini saya membaca tulisan saudara kita di Melbourne @SalimaFillah. Terima kasih bung Salim. SAYA CATAT BAIK-BAIK,” kata Prabowo melalui akun Twitternya @Prabowo08 baru-baru ini.
--------
Lantas, apa sebenarnya yang membuat Prabowo sebegitu pentingnya membalas tulisan yang datang dari Melbourne itu. Bisa dipastikan apa yang Salim tulis untuk Prabowo tidak sederhana alias ada muatan yang mengetuk pintu hati dan dinding sanubari seoarang Jenderal tempur paling berani di medan perang itu.
---
Pak Prabowo, Kami Memilih Anda, Tapi.
Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”
Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yg menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”.
Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.