Saturday, February 4, 2023

Ambulance Nurse Story

Dari pengalaman kerja sebagai perawat beberapa tahun di UAE, sebagai perawat ambulan adalah pekerjaan yang paling menantang. Pernah melakukan CPR 45 menit ketika waktu mau buka puasa kurang 5 menit, terbayangkan laparnya. Chest pain Acute Coronary Syndrome adalah kasus yang paling sering didapat dan paling menegangkan. Target utamanya yang penting sampai di ER pasien masih bernafas.

Pernah menjadi Dispacher di Al Ain Hospital di awal tahun ketika masih belajar bahasa arab, hanya bertahan 2 bulan nggak betah karena sering salah menginformasikan tempat kejadian kecelakaan sehingga ambulan team tidak bisa menemukan korban.

Pernah juga menjadi Medical sports Team untuk UAE Pro League di akhir pekan untuk menggenapi jam terbang, dan yang paling sering adalah di National camel Race di Sweihan karena memang ini kegiatan rutin tahunan.


Menjadi perawat ambulan di UAE harus mempunyai sertifikat PHTLS (Pre Hospital Trauma Life Support) untuk pre hospital setting. Bagi yang di klinik dan rumah sakit yang bekerja di ER harus mempunyai sertifikat TNCC (Trauma Nursing Core Course) atau ATCN (Advanced Trauma Care for Nurses) yang pelatihannya biasanya bareng ATLS (Advanced Trauma Life Support) untuk  dokter. 

Tahun 2023 ini saya tidak akan memperbaharui kedua sertifikasi di atas karena ingin meninggalkan pekerjaan yang penuh tantangan sekaligus penuh kenangan. Kini saatnya beralih ke pekerjaan yang penuh ketenangan.

Kenangan yang tak terlupakan yaitu ketika dinas malam dapat telpon dari istri sendiri yang sudah kontraksi dan hampir melahirkan anak ke 2 kami. Akhirnya bawa sendiri dan transfer langsung ke Delivery room di Al Ain hospital. 

Sekarang sistem penanganan kegawat-daruratan medis pre hospital di UAE sudah terintregasi dengan baik dengan sistem pelayanan kesehatan nasional UAE. 

Sebetulnya UAE masih banyak membutuhkan perawat ambulan dari Indonesia tapi karena memang belum ada lembaga pendidikan EMT yang diakui maka masih sulit untuk mencari kandidat yang dibutuhkan. 

Pernah berencana merintis pendidikan EMT jauh-jauh hari tapi sampai saat ini kayaknya makin menjauh dari kenyataan.

Selain birokrasi yang ruwet juga profesi EMT ini memang belum terdaftar sebagai profesi resmi di Indonesia. 

Semoga suatu hari...ah sudahlah..

Mumpung masih musim dingin mari kita lanjutkan bermimpi lagi.😴😇

Sunday, October 9, 2022

Bagaimana Mempersiapkan Ujian Prometric di Timur Tengah Untuk Perawat

Bagi perawat yang tertarik bekerja di Timur Tengah harus mengikuti dan lulus ujian (PROMETRIC-RN). Setelah lulus tes ini, Perawat dengan pengalaman dua tahun dapat bekerja sebagai RN dan Perawat Diploma dengan pengalaman dua tahun dapat bekerja sebagai teknisi perawat atau practical nurse. Perawat di kedua kategori harus lulus ujian PROMETRIC –RN/PN yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan di masing-masing negara.

Tidak ada silabus khusus yang direkomendasikan untuk ujian PROMETRIC, tetapi di internet banyak sekali tersedia berbagai macam bahan pelajaran untuk membantu perawat lulus ujian dengan nilai yang baik. Prometrik adalah ujian berbasis komputer dengan pertanyaan pilihan ganda. Jika seorang kandidat gagal dalam ujian, ia memiliki kesempatan 3 kali untuk mengikutinya kembali. Berikut adalah beberapa tips tentang cara mempersiapkan ujian.

Belajarlah dengan Serius

Ya jelaslah, memang harus serius, belajar yang sungguh-sungguh sampai paham adalah langkah pertama dan paling penting. Simplenya seperti ini, jika Anda tahu persis / menguasai topik yang ditanyakan, maka anda akan tahu jawaban yang benar walaupun pertanyaannya dibolak-balik. Pemahaman ilmu keperawatan anda adalah modal utama untuk bisa lulus ujian. Jika anda merasa masih belum yakin dengan tingkat pengetahuan yang anda punyai maka periksalah kebiasaan belajar Anda, evaluasi, dan buat perubahan yang diperlukan. Ada banyak tip praktis yang tersedia di internet, jadi tidak perlu bersusah payah. Sekali lagi belajar sampai paham adalah Kunci.

Perbanyak Latihan menjawab soal.

Ujian Prometric mirip seperti NCLEX Cuma levelnya lebih mudah, perbandingannya adalah seperti ini kalau NCLEX itu kesulitannya level 5 maka prometrik hanya berada di level 3 dan ukom itu di level pertama. Kerjakanlah sebanyak mungkin soal latihan. Ada banyak sumber online yang bagus untuk berlatih. Dengan Latihan anda dapat mengevaluasi diri sendiri, dimana letak kelemahan dan topik mana yang harus dipelajari lagi. Semakin banyak Latihan semakin baik.

Kembali Ke Konsep Dasar Keperawatan

Belajar lagi dan pastikan anda paham dengan topik dasar – dasar keperawatan, karena sebagian besar dari topik tersebut akan keluar pada ujian Prometric. Luangkan waktu untuk mempelajari Kembali topik topik penting dalam keperawatan Anak, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Komunitas, dan Keperawatan dasar. Demikian pula, Anda harus memiliki pemahaman penuh tentang perhitungan dan nilai normal laboratorium.

Gunakan Waktu Anda dengan Bijak

Ujian 150 item harus diselsesaikan dalam waktu 3 jam. Jadi anda dituntut bisa untuk mengatur waktu yang tersedia dengan baik, dan jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk masalah yang terlalu sulit. Jika Anda masih punya waktu, Anda dapat kembali ke sana, seperti yang dinyatakan sebelumnya. Karena ada pengatur waktu di sudut kanan atas layar komputer, Anda akan tahu berapa banyak waktu yang tersisa. Setelah selesai, klik END, dan skor Anda akan ditampilkan di layar.

Biasakan Diri Anda Dengan CBT

Ujian Prometrik untuk Perawat adalah tes berbasis komputer (CBT) yang terdiri dari 150 pertanyaan pilihan ganda. Saat ini, tes berbasis komputer banyak digunakan. Anda tidak boleh gugup, dan latihanlah menjawab soal secara online sehingga anda terbiasa.

Ujian Prometric lebih mudah dari NCLEX tapi jangan meremehkan kecuali anda sudah siap ujian NCLEX.


Saturday, September 10, 2022

Peluang Kerja Perawat di UAE

Kabar gembira bagi perawat Indonesia yang ingin bekerja di Abu Dhabi, Sekarang dibuka lowongan kerja untuk perawat laki-laki dan perempuan untuk bekerja di rumah sakit dan homecare. 

Burjeel Hospital membutuhkan banyak tenaga profesional perawat Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan perawat dari Indonesia mereka bekerja sama dengan PT Binawan Inti Utama di Jakarta untuk mempersiapkan training sebelum diberangkatkan ke Abu Dhabi. 

Permasalahan bahasa sampai saat ini masih menjadi kendala utama perawat Indonesia untuk menembus pasar luar negeri. Binawan dengan fasilitas yang lengkap dengan laboratorium bahasa siap membantu perawat Indonesia meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. 

Bagi yang berminat bekerja di UAE untuk perawat laki-laki dan perempuan, silahkan klik: https://jobshub.id/
Bagi yang ketinggalan live dan belum sempat nonton, silahkan klik link di bawah ini, ada sedikit info tentang UAE.

Friday, July 29, 2022

Info terbaru: Perawat tidak Perlu Pengalaman Kerja 2 tahun untuk bekerja di UAE

Kabar gembira untuk dunia Kesehatan dari UAE (United Arab Emirates) khususnya tenaga perawat, seorang perawat tidak lagi memerlukan pengalaman kerja dua tahun untuk mendapatkan lisensi keperawatan di UEA.

 

Menurut 'Persyaratan Kualifikasi Profesional Perawatan Kesehatan Terpadu' terbaru yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan, perawat terdaftar dengan gelar sarjana keperawatan tidak perlu memiliki setidaknya dua tahun pengalaman kerja pasca kualifikasi mereka untuk mengajukan lisensi keperawatan di UEA.

 

Pembaruan baru telah dikeluarkan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan Pencegahan, Departemen Kesehatan - Abu Dhabi, Otoritas Kesehatan Dubai dan Otoritas Kesehatan Sharjah.

 

Sebelumnya seorang perawat perlu memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun setelah gelar mereka untuk mengikuti ujian lisensi di UEA. Relaksasi ini akan menarik talenta muda dan berkualitas ke UEA dan akan menjadi pendorong moral bagi mahasiswa keperawatan dari berbagai negara.

 

Khusus utuk perawat yang teregistrasi dari Amerika, Kanada, Inggris, Irlandia, Afrika Selatan, selandia Baru dan Australia juga tidak perlu surat pengalaman kerja 2 tahun. Indonesia tidak termasuk di list negara yang punya kualitas tinggi Pendidikan keperawatannya.

 

Menurut bagian 'persyaratan dan pertimbangan' dari pembaruan baru, perawat harus lulusan dari perguruan tinggi atau universitas keperawatan yang diakui secara nasional dan/atau internasional. Untuk lulusan UEA, program dan universitas harus diakreditasi oleh Kementerian Pendidikan.

 

Kabar baik untuk teknisi, teknolog

Teknisi dan teknolog laboratorium medis juga tidak perlu memiliki pengalaman apa pun untuk mengajukan izin di UEA.

 

Seorang teknisi harus memiliki ijazah atau sertifikat dari program terakreditasi atau yang setara, yaitu, durasi kursus minimal dua tahun atau sarjana di bidang bioteknologi yang memberikan kualifikasi yang mencakup mata pelajaran laboratorium medis dan pelatihan klinis.

 

Sedangkan seorang teknolog harus memiliki gelar Bachelor of Science di bidang teknologi laboratorium medik/ilmu laboratorium medik atau ilmu biomedis.