<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619</id><updated>2012-02-16T16:28:33.554+04:00</updated><category term='My Video File'/><category term='Catatan Harianku'/><category term='Bisnis Online'/><category term='Alquran'/><category term='Muslimah'/><category term='Fiqh Sunnah'/><category term='My Photos Album'/><category term='Manajemen Qalbu'/><category term='Vacation with Family 07'/><category term='Hadist'/><category term='Video Music'/><category term='Keperawatan'/><category term='Resep Pilihan'/><category term='Cerita Islami'/><category term='Belajar Bahasa Arab'/><category term='My Friends'/><title type='text'>ANGKRINGAN ONLINE</title><subtitle type='html'>Monggo Mampir..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-2988223374965192645</id><published>2011-11-13T10:32:00.002+04:00</published><updated>2011-11-13T12:27:38.382+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Dan ..Aisyah pun Cemburu</title><content type='html'>&lt;i&gt;POLIGAMI, GAMPANG DIUCAPKAN  BERAT DILAKSANAKAN&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, sekitar awal tahun 2003, saya dapat &lt;i&gt;tawaran istimewa&lt;/i&gt;.  Kok “istimewa”  ? apa sih ? saya dapat tawaran seorang gadis untuk dinikahi dari teman sejawatku. Padahal pas ngebet-ngebetnya kepengin kawin, asyik kan ? tapi siapa berani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang &lt;i&gt;gadis Phillipina mualaf&lt;/i&gt;, baru masuk Islam  setahun yang lalu yang mendapat hidayah dari Alloh berkat bimbingan teman sekantor saya.  Bukan gadis itu yang akan saya ceritakan  tapi ini &lt;i&gt;cerita tentang dia yang telah menawariku untuk menikah dengannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah wanita kebangsaan Syiria, teman sekantor dengan saya, sudah hapal Alquran sejak  umur 15 tahun, kadang diwaktu senggang dia lah yang sering ngecek hapalan saya yang udah pada lupa dari juz 29 dan 30. Wanita matang yang  mempunyai pemahaman Islam yang mumpuni. Di samping kerja sebagai perawat dia juga aktif sebagai sukarelawan pengajar tahfid Alquran di Markas Sheikha Fatma. Suaminya seorang insinyur pertanian yang juga sangat aktif berdakwah di jamaah Tabligh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangnya ramah, suka ngobrol /diskusi segala masalah, terutama masalah keislaman dia lebih suka. Salah satu tema  yang dibahas adalah &lt;i&gt;poligami&lt;/i&gt;. Poligami di negeri arab adalah hal yang wajar, umum dan sebagaian penduduknya menjalankannya. Sebagai wanita muslimah dia menerima dan setuju serta mendukung poligami bagi yang menjalankannya. Menurut dia poligami itu boleh dalam Islam dan ada jelas dasar hukumnya, begitulah katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nah inilah inti cerita saya,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia benar-benar serius menawarkan (kaya barang aja ya ?) gadis Philipina itu kepada saya, bahkan dia sudah cerita banyak tentang diri saya padanya  dan dia katakan bahwa gadis itu mau kalau nikah denganku.  Wouw ..great..&lt;br /&gt;It is not joking , Imam ..Please answer seriously!.&lt;br /&gt;Karena tiap kali dia nawarin gadis itu, saya  selalu ngejawab dengan guyonan saja.  Tapi katanya kali ini dia pengin jawaban yang serius .&lt;br /&gt;Ok, then ..&lt;i&gt;Serious mode: ON&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia terus mendesak dan berharap saya untuk  setuju dan segera menikah dengannya.  Terus terang saya simpati juga padanya, tapi sejak awal saya tak pernah membayangkan kepengin nikah dengan orang lain Negara, beda kebangsaan, beda bahasa, budaya, mungkin beda selera masak dan banyak perbedaan yang lainnya yang saya nggak pernah memikirkannya. Dari sejak lulus kuliah  saya kepengin nikah dengan  orang Indonesia asli, kalau bisa dekat dengan rumah dan pinter masak sesuai seleraku, ini yang ada dalam benak saya &lt;i&gt;(walau akhirnya aku dapat orang jauh).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang, &lt;i&gt;sebenarnya ada lelaki yang lebih baik dari saya, lebih siap dari saya untuk menikah dengannya. Orangnya sholeh, pintar dan lebih tahu dan paham tentang islam daripada saya, sehinga dia bisa membimbing dan mengajarkan Islam  lebih baik dari saya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oh really? That’s great, please tell me that person!&lt;br /&gt;Actually you knew him since long time before, wow really ? yes of course. Then who is he ?&lt;br /&gt;I answered: "&lt;i&gt;He is YOUR HUSBAND&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;What ????? still you are joking ?&lt;br /&gt;I answered calmly: “No, I’m not joking, I’m serious now&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ekspresi wajahnya merah padam, entah apa yang dia rasa dan pikirkan. Mungkin tak mengira akan mendapatkan jawaban seperti itu. Atau spontan langsung membayangkan betapa jengkel/nggak enaknya dimadu.&lt;br /&gt;Saya mencoba mencairkan keadaan, lho kok kaya kebakaran jilbab (karena nggak punya jenggot) ?&lt;br /&gt;Masih terdiam, bingung …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya kamu setuju dengan poligami, poligami kan sunah, kalau mampu why not? Apalagi untuk menolong orang yang baru masuk Islam kan pahalanya bisa double?  Gitu kultumku 1 menit padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallohi, You are right mr. Imam .&lt;br /&gt;Wallohi ..3x dia bersumpah tiga kali, seandainya dia (suaminya) minta ijin berperang /jihad sekarang juga aku akan mengijinkannya walau aku tahu mungkin dia takkan pernah kembali dan syahid,&lt;br /&gt;TAPI:&lt;br /&gt;Kalau dia minta ijin untuk menikah lagi,  menduakanku mungkin mati adalah lebih baik bagiku (bukan bunuh diri lho).&lt;br /&gt;Lho lho ? lho ? why ?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Imam, ..&lt;i&gt;jujur saja sebagai wanita saya tidak akan pernah rela suaminya menikah lagi dengan wanita lainnya, aku ingin suamiku full milikku, aku tak ingin hatinya terbagi tuk selainku.  Seandainya semua wanita  ditanya apakah ada yang mau dimadu ? maka pasti nnggak ada wanita yang mau.&lt;br /&gt;Terus terang aku nggak rela…nggak rela..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, take it easy. Don’t cry. Anyway your husband will not marry her be caused of you. And let’s pray for our new Philippine Muslimah friend may she’ll get good husband better than me and better than your husband.&lt;br /&gt;Don’t worry also, I know your feeling, it is hard to accept the reality that somebody else will share of somebody that you loved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan Aisyah pun cemburu..&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Aisyah radhiyallahu anha pernah berkata,&lt;br /&gt;“Aku tidak pernah cemburu terhadap wanita seperti kecemburuanku terhadap Khadijah, karena Nabi Shalallahu alaihi wassalam seringkali menyebut namanya. Suatu hari beliau juga menyebut namanya, lalu aku berkata, 'Apa yang engkau lakukan terhadap wanita tua yang merah kedua sudut mulutnya? Padahal Allah telah memberikan ganti yang lebih baik darinya kepadamu'. Beliau bersabda, 'Demi Allah, Allah tidak memberikan ganti yang lebih baik darinya kepadaku'.” (HR. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi,..&lt;i&gt;monggo bagi yang mampu silahkan mencoba, tapi ijin dulu sama istri yang pertama. Gitu to ?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-2988223374965192645?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/2988223374965192645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=2988223374965192645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2988223374965192645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2988223374965192645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2011/11/dan-aisyah-pun-cemburu.html' title='Dan ..Aisyah pun Cemburu'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7413843315724913383</id><published>2011-11-13T10:25:00.002+04:00</published><updated>2011-11-13T12:12:05.845+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>NONTON FILM YES BUT… NO SARUNG PLEASE!!</title><content type='html'>NONTON FILM YES BUT… NO SARUNG PLEASE!!&lt;br /&gt;Tahukah anda ?  Kalau orang Indonesia pakai sarung pasti kebanyakan mereka pergi ke masjid atau mau tidur buat selimutan . Tapi di sini (Uni Emirat Arab) orang India  memakai sarung bisa anda jumpai di mana saja, di Mall, di pasar, di jalan, di warung, di kebun, di rumah sakit, dah pokoknya di mana saja ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarung / lungi (baca:longgi) bagi sebagian besar orang &lt;i&gt;India&lt;/i&gt; memang merupakan pakaian adat/ wajib sehari-hari, disamping praktis dipakai juga modelnya sederhana nggak neko-neko karena memang nggak bisa di ubah modelnya wong cuma “sarung” gitu, paling cuma warna atau motifnya saja yang berubah. Sarung sangat praktis dipakai dan juga tidak memnghambat mobilisasi, enak dipakai saat santai maupun kerja, bahkan tuk acara resmi juga bisa, juga bisa tuk berkebun atau tuk selimut tidur. Jadi memang bener-benar multi fungsi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Emirat film India sangat digemari dan popular, disamping orang India sebagai penggemar utamanya ada juga orang arab yang hobby-nya  nonton film India, bahkan ada stasiun TV arab khusus hanya memutar Film India lengkap dengan terjemahan bahasa arab dan kadang full Arabic dubbing namanya Zee Aflam TV. Jadi kalau ada film” India baru” mesti dipadati oleh orang India dan orang arab dengan prosentase 70 banding 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa kok pakai sarung dilarang nonton?&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang arab menikmati weekend dengan seluruh anggota keluarganya , mereka biasanya ngumpul di taman, kafe, dan tentu saja ke bioskop nonton film . Bawa istri-istri (bagi yg double) dan anak-anaknya (termasuk ABG putrinya).  Maka permasalahan berawal dari sini. Orang arab merasa risih melihat orang India ke Cinema cuma pakai sarung (padahal biasanya mereka juga pakai celana pendek atau sempak sebagai daleman). Kebalikannya  Kalau orang lokal (arab) mereka pakai sarung juga tapi luarnya pakai kandoura (jubah) jadi nggak kelihatan, istilah kita sarung sebagai daleman aja tapi satu lagi yang perlu anda ketahui bahwa mereka &lt;i&gt;nggak pernah pakai sempak/ cawat atau yang sejenisnya bahkan celana pendek jika mereka memakai kandoura&lt;/i&gt;. Nah lho ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka ke bioskop dengan hanya memakai sarung “dianggap” “kelihatannya kurang sopan,  agak norak  dan terkesan kumuh. Sarung lebih pas untuk ke masjid atau untuk nyantai di rumah. Masih menurut mereka, kebanyakan mereka memakai sarung tidak sebagaimana mestinya yaitu terlalu tinggi jadi hampir  setengah kakinya kelihatan, harusnya mereka memakai sarung sampai ke pergelangan kaki. Mereka merasa kurang nyaman dengan pemandangan seperti ini dimana disamping mereka para istri dan anak gadisnya ikut nonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Reaksi mereka ?&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kata mereka, sejak kecil kami memakai sarung, sarung adalah bagian dari kehidupan kami dan juga kami berpuluh-puluh tahun nonton film pakai sarung nggak jadi masalah, kenapa kok sekarang ada larangan pakai sarung ??? ini termasuk diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mau adil, banyak juga cewek ABG yang pakaiannya sedikit terbuka dan terlihat sexy dan seronok ikutan nonton, sebaiknya mereka saja yang ditertibkan", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, pelarangan  sarung masuk biskop punya alasan etika dan estetika, orang nonton film kok pakai sarung ??? nggak keren blass ya?  kalau nontonnya di rumah sih pasti nggak jadi masalah, mungkin kalau di Indonesia dikira jamaah pengajian yang mau sholat taraweh ??? ha ha ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan mereka memakai sarung terlalu tinggi sehingga setengah kakinya  terlihat, memang bagi mereka terasa lebih praktis, kalau pengin duduk tinggal dilipat dan diangkat sedikit di atas dengkul  maka udah seperti celana kolor. Sekali lagi kalau pemandangan ini dilihat di sawah atau di kebun pasti nggak jadi masalah tapi ini di Mall di cinema. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi ini bukan India atau Indonesia dimana rok mini bisa bebas jalan jalan kemana saja, walaupun banyak turist dari Negara barat tapi mereka tetap diminta untuk menghormati adat local, itulah sebabnya begitu anda masuk pusat belanja ataupun pusat pelanyanan umum lainnya mesti anda melihat peringatan bahwa pengunjung harus memakai pakaian yang sopan, jadi sebebas apapun adat istiadat anda tetap harus menjaga etika, mungkin pepatah jawa ini pas maknanya &lt;i&gt;‘Deso mowo coro negoro mowo toto’ .&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan alasan etika dan estetika cukuplah aturan larangan ke bioskop itu jadi sah. Wallohu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7413843315724913383?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7413843315724913383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7413843315724913383' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7413843315724913383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7413843315724913383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2011/11/nonton-film-yes-but-no-sarung-please.html' title='NONTON FILM YES BUT… NO SARUNG PLEASE!!'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6125523618526675985</id><published>2011-09-11T11:10:00.003+04:00</published><updated>2011-09-11T11:16:24.513+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><title type='text'>MESIN PENGUMPUL UANG OTOMATIS (TERBUKTI NYATA)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a href="http://http://www.berhasilmendadak.lkmd.net/"&gt;MESIN PENGUMPUL UANG OTOMATIS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(TERBUKTI NYATA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.berhasilmendadak.lkmd.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu nggak percaya, tapi sekarang terbukti nyata. Rekeningku bertambah tiap hari, setelah beberapa bulan nggak ku cek. Beberapa bulan yang lalu aku sempat ndaftar bisnis online karena bingung kepepet semakin hari semakin banyak kebutuhan, sementara penghasilan tetep pas-pasan aja. Iseng iseng cari alternatif di internet bisnis apa yang mudah, bisa dari rumah, sambilan tapi menghasilkan Dan akhirnya ku dapatkan ini &lt;a href="http://http://www.berhasilmendadak.lkmd.net/"&gt;mesin pengumpul uang otomatis &lt;/a&gt;di &lt;a href="http://http://www.berhasilmendadak.lkmd.net/"&gt;&lt;/a&gt; http://www.berhasilmendadak.lkmd.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamanya sih nggak percaya tapi kalau nggak mencoba kan nggak ada buktinya, dan sempat beberapa bulan pertama memang ngggak ada respon dan sempat juga melupakannya. Minggu kemarin kucoba tengok lagi websiteku eh..ternyata dah mulai ada yang ndaftar dan transfer uang. Alhamdulillah sekarang sudah mulai menghasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda tertarik kenapa tidak mencoba ? :&lt;br /&gt;http://www.berhasilmendadak.lkmd.net&lt;br /&gt;klik link di atasdan  salam sukses selalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6125523618526675985?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6125523618526675985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6125523618526675985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6125523618526675985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6125523618526675985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2011/09/mesin-pengumpul-uang-otomatis-terbukti.html' title='MESIN PENGUMPUL UANG OTOMATIS (TERBUKTI NYATA)'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-2749910475980318134</id><published>2010-09-28T16:49:00.003+04:00</published><updated>2010-09-28T17:20:45.722+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Senyuman adalah Sedekah</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Senyuman adalah Sedekah&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Senyummu terhadap saudaramu adalah sedekah.” Siapa sih yang belum pernah dengar hadist ini ? kayaknya nggak percaya dech kalau anda belum pernah dengar atau baca haidst ini. Hadist ini memang pendek dan sangat sederhana hingga sangat mudah sekali dihapal. Setelah dipelajari dan diamalkan ternyata khasiat senyum itu luar biasa manfaatnya, senyuman itu sedekah buat saudara kita, berawal dari senyuman berapa banyak yang tadinya kecewa menjadi bahagia, dari senyumanlah yang tadinya susah mendapatkan jodoh menjadi enteng jodohnya, dari senyuman yang tadinya angker menjadi damai, tersenyumlah karena dengan senyuman pertanda anda bahagia, saya sudah lama ingin berjumpa dengan sahabat saya yang selalu tersenyum kalau bertemu saya, rasanya kalau melihat wajah beliau semangat terus, sahabat saya selalu memberi nasihat jika kita susah untuk tersenyum maka bertemanlah dengan orang yang tersenyum maka kita akan terbawa untuk tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smile is the shortest distance between two people.&lt;br /&gt;Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-2749910475980318134?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/2749910475980318134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=2749910475980318134' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2749910475980318134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2749910475980318134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2010/09/senyuman-adalah-sedekah.html' title='Senyuman adalah Sedekah'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7614468804651810934</id><published>2010-04-27T22:16:00.002+04:00</published><updated>2010-04-27T22:36:24.373+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hadist-Hadist tentang Niat</title><content type='html'>Imam al-Bukhari berkata no. 54, "Abdullah bin Maslamah menceritakan kepada kami, ia berkata, "Malik mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Said, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Al-qamah bin Waqqash, dari Umar bahwasanya Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala amal tergantung pada niatnya dan bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa (niat) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (benar-benar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau perempuan yang akan dinikahinya, maka (nilai) hijrahnya tergantung kepada sesuatu yang ia berhijrah kepadanya" (Al-Bukhari menyebutkan secara ringkas no.1 dan lihat ujungnya di sana. Dikeluarkan oleh Muslim 1907, Abu Daud 2201, at Tirmidzi 1647, an-Nasa'i 1/58-60, 6/158 dan Ibnu Majah 4227)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Ada satu pasukan menyerang ka'bah, tatkala mereka sampai di tanah lapang, mereka ditenggelamkan (ke dalam perut bumi) dari awal pasukan hingga yang paling akhir dari mereka." Dia (Aisyah) berkata, "Saya berkata, "Bagaimana ditenggelamkan dari yang paling pertama hingga yang paling akhir , padahal di dalamnya ada orang-orang pasar (para pedagang) dan yang bukan bagian dari mereka?" Beliau menjawab, 'Mereka ditenggelamkan (ke dalam perut bumi) dari yang paling pertama hingga yang paling akhir, kemudian mereka dibangkitkan menurut niat mereka." (Muslim mengeluarkan 2884, Ahmad 6/105-259, dan Abu Nu'aim dalam 'al-Hilyah5/12. al-Hafizh berkata dalam al-fath 4/4000, dan di dalam hadis ini (menunjukkan) bahwa segala amal dipandang menurut niat yang beramal dan larangan berkumpul bersama orang-orang dzalim, duduk-duduk bersama mereka serta memperbanyak jumlah mereka kecuali bagi yang terpaksa melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Orang yang mencari perlindungan berlindung di Baitullah, maka seorang terntara delegator diutus kepada mereka. Apabila mereka telah berada di tanah lapang, mereka ditenggelamkan. 'Saya berkata, 'Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan orang yang terpaksa?' beliau menjawab, 'Ia ditenggelamkan bersama mereka, tetapi ia akan dibangkitkan pada hari kiamat menurut niatnya." (At-Tirmidzi mengeluarkan 2171, Ibnu Majah 4065, dan selain keduanya. Ia seperti hadis sebelumnya. Terdapat dalam hadits Hafshah dalam riwayat Muslim 2883, An-Nasa'i 5/207, Ibnu Majah 4063. Al-Baida' adalah setiap bumi yang licin, tidak ada apapun. Baida al-Madinah: Bagian atas yang berhadapan Dzul Hulaifah menghadap ke arah Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim berkata 2564'34', "Amru an-Naqid menceritakan kepada kami, (ia berkata), 'Katsir bin Hisyam menceritakan kepada kami, (ia berkata), Ja'far bin Burqan menceritakan kepada kami, dari Yazid bin al-Asham, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada wajah dan harta kalian, tetapi Dia memandang kepada hati dan perbuatan kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang karena mengharap pahala dan pujian, apakah yang didapatkannya? 'Rasulullah bersabda, 'Dia tidak mendapatkan apapun, beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. Rasulullah berkata kepadanya, 'Dia tidak mendapatkan apapun', kemudian beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang ihlas dan mengharap Wajah Allah" (H.R An-Nasa'i (6/25)Isnadnya Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman (dalam hadits qudsi) 'Apabila hambaku ingin melakukan kejahatan, maka janganlah kamu menulis kejahatan itu atasnya hingga ia melakukannya. Jika ia meninggalkannya karena Aku, maka tulislah untuknya satu kebaikan. Apabila ia ingin melaksanakannya kebaikan lalu ia tidak sempat melaksanakannya, maka tulislah untuknya satu kebaikan. Jika ia telah melaksanakannya, maka tulislah untuknya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat." (H.R Bukhari no. 7501)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman, 'Apabila seorang hambaKu berbicara akan melakukan kebaikan, maka Aku menuliskan kebaikan itu untuknya selama ia belum mengamalkannya. Apabila ia telah melakukannya, maka Aku menuliskannya dengan sepuluh kali lipat. Apabila ia berbicara agar melakukan kejahatan, maka Aku memberikan ampunan kepadanya selama ia belum melakukannya. Apabila ia telah melaksanakannya. Maka aku tuliskan untuknya sebagaimana mestinya." (HR. Muslim no 129)&lt;br /&gt;"Rasulullah berkata, 'Rabbku, hamba-Mu ingin melakukan kejahatan' sedangkan Dia lebih mengetahui dengannya. Dia berfirman, 'Awasilah dia, jika ia melakukannya maka tulislah kejahatan itu baginya sebagai mana mestinya. Jika ia meninggalkannya maka tulislah untuknya satu kebaikan, sesungguhnya ia meninggalkannya karena Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7614468804651810934?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7614468804651810934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7614468804651810934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7614468804651810934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7614468804651810934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2010/04/hadist-hadist-tentang-niat.html' title='Hadist-Hadist tentang Niat'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-4069213834533155460</id><published>2010-03-05T11:43:00.001+04:00</published><updated>2010-03-05T11:45:40.565+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Idul Adha tuk Sahabat.</title><content type='html'>Sekelumit tentang Idul Adha... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis nonton acara Barometer SCTV tentang korban-korban Facebook dan cyber crime update.. &lt;br /&gt;Tengah malam, hampir tidur..tiba-tiba pluk !! facebook kelip-kelip ada new message ..ada yang minta dikirimin email..tapi tentang Idul Adha seluk beluk sejarah dan hikmah didalamnya. Ups…minta email kok mutu banget ya..? terus terang baru kali ini mendapatkannya, facebooker hebat yang tahu ngambil manfaat.. &lt;br /&gt;Idul adha ? idul kurban ? ba'da besar ? hari raya potong kambing ? hari raya haji ? rukun iman ke lima ? hmmm nyate… &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya yang ada dalam islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail demi mentaati perintah Alloh, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba. &lt;br /&gt;Pada hari raya ini, kaum muslimin berkumpul pada pagi hari dan melakukan sholat ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban . &lt;br /&gt;Dibulan Dzulhijah ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesame, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih, rambut kriting atau lurus, ubanan atau botak semua memakai pakaian sederhana yang sama. &lt;br /&gt;Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. &lt;br /&gt;Kok harus nyembelih kurban sih ? &lt;br /&gt;jawabnya adalah bahwa ini termasuk ibadah khusus yang artinya harus mengikuti tata cara atau petunjuk dari Alloh dan Rosulnya, seperti halnya sholat, puasa ada tata caranya sendiri yang harus diikuti. Lain halnya ibadah umum yaitu ibadah yang tidak mempunyai aturan tertentu maksudnya yaitu segala perbuatan kita dalam kegiatan sehari-hari yang diniatkan karena Alloh saja, contohnya ibu masak tuk anak dan suami, nyetrika yang selemari, ngepel, chating nanyain resep yang enak biar suami ridha ( kalau semuanya di niatkan karena Alloh ) insya Alloh bernilai ibadah yang mendapat balasan di dunia langsung dari anak, suami dan semua orang yang mendapatkan manfaat dari kerja-kerja kita dan disamping itu Alloh mencatat sebagai amal kebaikan yang mendapat pahala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh: Dan tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Alloh. Ayat ini bukan berarti jin dan manusia kerjaannya hanya sholat melulu, atau puasa aja, tetapi melaksanakan segala aktifitas kehidupan dari tidur sampai tidur lagi dengan mengharap ridhonya sesuai dengan rambu-rambunya maka ini semua akan bernilai pahala di sisi alloh. &lt;br /&gt;Jadi singkatnya ya..memang harus menyembelih…bagi yang mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus boleh nggak ganti uang atau dalam bentuk lain karena kondisi tertentu ? &lt;br /&gt;Afdholnya memang harus nyembelih binatang kurban karena ini juga salah satu bentuk syiar Islam. Kalau memang niat berkurban ya memang harus menyembelih binatang, bukan menyembelih yang lainya (bukan anak sendiri seperti peristiwa asli Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail) ihhh ngeri dech…karena Alloh kayaknya nggak mungkin nggantiin domba kaya pas nabi Ismail disembelih, karena ketaqwaan kita jauh sekali dari ketakwaan Ibrahim dan Ismail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat spiritualnya adalah bukan hewan atau darahnya yang sampai kepada Alloh tapi tingkat ketakwaan, kepatuhan, ketaatan, jiwa pengorbanan kita dalam memenuhi perintah Alloh dan rasulNya dengan ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dari ibadah kurban ini jelas sekali di masyarakat, istilah sekarang nya..ini katanya salah satu bentuk ibadah social demi mewujudkan kesalehan sosial, hari berbagi dengan orang yang jarang makan daging, sharing lah ..gitu..alangkah indahnya kalau orang sharing daging tidak hanya pas hari raya kurban tapi tiap hari..seperti ringannya kita ketika sharing video music, foto-foto, artikel di facebook..gitu kali ya..kalau suka masak daging biasanya cuma sharing fotonya aja..ini kayaknya nggak cukup. .. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Nabi dulu kalau ada seseorang yang masak daging enak dan kuahnya sampai tercium oleh tetangga sebelah maka tetangga sebelah itu berhak mencicipi makanan itu bukan sekedar baunya..coba kalau udah ada FB soo bukan sekedar fotonya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus..? apa lagi ya ? kok susah bikin email kayak ginian mending ditanyain langsung pokok-pokoknya aja… &lt;br /&gt;Ngantuk sih..insya Alloh bersambung ..tapi nunggu tanggapan dulu. &lt;br /&gt;Sukran, wassalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-4069213834533155460?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/4069213834533155460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=4069213834533155460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4069213834533155460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4069213834533155460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2010/03/idul-adha-tuk-sahabat.html' title='Idul Adha tuk Sahabat.'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-8993036535314864629</id><published>2010-02-17T22:35:00.000+04:00</published><updated>2010-02-17T22:39:48.987+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Siapa Menanam Pasti Menuai</title><content type='html'>Siapa Menanam Pasti Menuai&lt;br /&gt;Sabar Swaiyah ya Humar…&lt;br /&gt;Suatu siang ba'da dhuhur saya dimintai tolong tetangga sebelah untuk memperbaiki komputer. Habis sholat kita pun langsung menuju ke rumahnya, kebetulan pintu utama rumah dikunci dari dalam. Kemudian dia memanggil anaknya yang ada di dalam supaya membukakan pintu. Dan bergegaslah anak itu berlari dan segera membukakan pintu, tapi setelah lebih dari satu menit ternyata pintu tak kunjung terbuka. Bapaknya pun berteriak ..ya''lah sur'ah..(ayo ..cepetan)..mungkin karena terlalu lama menunggu dan sedikit malu pada saya  , maka dia terus teriak..supaya pintu cepat dibuka..tapi apalah daya karena anaknya baru sekitar 4 tahunan, bapaknya pun masih berteriak ayo cepetan !! dan anak itupun menjawab ''sabar ya humar". (artinya sabar ya donkey..(keledai)..seketika itu merah padamlah mukanya..bukan marah pada anaknya tapi malu pada saya..karena jawaban anaknya yang tak terduga dahsyatnya..sabar ya..humarrr…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari beberapa bulan yang lalu terjadi juga dengan istriku,..&lt;br /&gt;Kami punya tiga anak, umur sekitar 4, 5 dan 6 tahun, mereka sedang aktif-aktifnya bermain dan memang anak seumuran mereka proses perkembangan motoriknya sangat progresif sehingga kita harus selau mengawasinya. Semua gerak-gerik selalu membuat kami was-was,    sering mereka terjatuh dan terluka bahkan pernah sampai gigi depannya putus. Gemes dech.. semakin dilarang semakin ehh  semakin semangat ..so..karena semakin gemesnya dan mungkin juga sebagai pelajaran biar kapok..…jika diantara mereka terjatuh kita nyukurin..dan berkata…'sedaaapppp' dibilangin nggak mau..nah baru  tahu rasa sekarang ??!!&lt;br /&gt;Hingga menjadi kebiasaan kalau ada yang jatuh maka antara mereka pun saling olok sambil berkata "sedaaaaappp".&lt;br /&gt;Nah ini inti ceritanya…&lt;br /&gt;Suatu sore istriku memandikan mereka bertiga di kamar mandi dan memang dasar anak-anak ya..jelas susah diatur..main air semprot sana semprot sini…istriku pun memandikan sambil ngomel-ngomel, saat itulah istriku nggak tahu nginjak apa..tiba-tiba gedebuk..terjatuh di lantai kamar mandi..kayaknya sih sakit betulan..dan anakpun bersorak..kurr bareng-bareng,…sedaaaappp.. dan akupun tertawa..ha .ha ..ha..&lt;br /&gt;Siapa menanam pasti menuai ..mungkin in pepatah yang agak pas..walaupun tidak semakna dengan maksud aslinya.&lt;br /&gt;Coba kalau diajarin tuk berkata-kata yang baik dan islami: Innalillahi wa ina ilaihi roji’un&lt;br /&gt;Membiasakan sesuatu yang baik kepada anak sejak dini kayaknya sih gampang-gampang susah, tapi kalau kita telaten atau kurang peduli dengan yang beginian yaa..hasilnya seperti cerita lucu dan memalukan seperti yang di atas. Mengajarkan anak-ucapan ucapan yang baik saat seumuran 5 tahun adalah sangat penting seperti pentingnya kita ngajarin ngomong bahasa ibu dengan kosa kata yang baru. Kalimat toyibah sederhana seperti Alhamdulillah sebagai tanda syukur, subhanalloh, masya Alloh tuk sesuatu yang menakjubkan, Allohu akbar tuk nambah semangat atau banyak lagi yang lainnya. Coba banyangkan suatu pagi anak-anak kita saaat jalan-jalan di taman berkata: “lihat pa/ma, masya alloh indahnya bunga ini”. Atau mungkin pas kita terjatuh spontan anak kita bilang innalillahi wa ina ilaihi roji’un..&lt;br /&gt;Yuk..kita coba lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-8993036535314864629?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/8993036535314864629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=8993036535314864629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8993036535314864629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8993036535314864629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2010/02/siapa-menanam-pasti-menuai.html' title='Siapa Menanam Pasti Menuai'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-5744677773572218163</id><published>2010-02-09T23:22:00.001+04:00</published><updated>2010-02-09T23:26:38.367+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alquran'/><title type='text'>Meraih Pahala dari Fitnah Harta dan Anak</title><content type='html'>Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfal: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua ayat di dalam Al-Qur’an yang menyebut harta dan anak sebagai fitnah, yaitu surah Al-Anfal ayat 28 dan surah At-Taghabun ayat 15, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar”. Perbedaannya: pada surah Al-Anfal, Allah menggunakan redaksi pemberitahuan “ketahuilah”, sedangkan pada surah At-Taghabun menggunakan redaksi penegasan “sesungguhnya”. Namun ungkapan yang mengakhiri kedua ayat tersebut sama, yaitu “di sisi Allah-lah pahala yang besar”. Sehingga bisa dipahami bahwa fitnah harta dan anak bisa menjerumuskan ke dalam kemaksiatan, namun di sisi lain justru bisa menjadi peluang meraih pahala yang besar dari Allah swt. Dan makna yang kedua itulah yang dikehendaki oleh Allah, sehingga Allah mengingatkannya di akhir ayat yang berbicara tentang fitnah anak dan harta “dan di sisi Allah-lah pahala yang besar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Fitnah dalam kedua ayat ini bukan dalam arti Bahasa Indonesia, yaitu setiap perkataan yang bermaksud menjelekkan orang, seperti menodai nama baik atau merugikan kehormatannya. Tetapi fitnah yang dimaksud dalam konteks harta dan anak seperti yang dikemukakan oleh Asy-Syaukani adalah bahwa keduanya dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam banyak dosa dan kemaksiatan, demikian juga dapat menjadi sebab mendapatkan pahala yang besar. Inilah yang dimaksud dengan ujian yang Allah uji pada harta dan anak seseorang. Fitnah di sini juga dalam arti bisa menyibukkan atau memalingkan dan menjadi penghalang seseorang dari mengingat dan mengerjakan amal taat kepada Allah, seperti yang digambarkan oleh Allah tentang orang-orang munafik sehingga Dia menghindarkan orang-orang beriman dari kecenderungan ini dalam firman-Nya, “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi”. (Al-Munafiqun: 9). Rasulullah saw juga menyebut kedua kemungkinan ini dalam hadits Aisyah ra ketika beliau memeluk seorang bayi, ”Sungguh mereka (anak-anak) dapat menjadikan seseorang kikir dan pengecut, dan mereka juga adalah termasuk dari haruman Allah swt”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah anak dalam arti bisa mengganggu dan menghentikan aktivitas seseorang pernah dirasakan juga oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Buraidah bahwa ketika Rasulullah saw sedang menyampaikan khutbahnya kepada kami, tiba-tiba lewatlah kedua cucunya Hasan dan Husein mengenakan baju merah sambil berlari dan saling kejar mengejar. Begitu melihat kedua cucunya, Rasulullah kontan turun dari mimbar dan mengangkat keduanya seraya mengatakan, ”Maha Benar Allah dengan firman-Nya, ”Sesungguhnya harta dan anak-anak kamu adalah fitnah”. Aku tidak sabar melihat keduanya sampai aku menghentikan ceramahku dan mengangkat keduanya”. Dalam konteks ini, Ibnu Mas’ud mengajarkan satu doa yang tepat tentang harta dan anak. Beliau mengungkapkan, ”Janganlah kalian berdoa, dengan doa ini, ”Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah”. Karena setiap kalian ketika pulang ke rumah akan mendapati harta, anak dan keluarganya bisa mengandungi fitnah, tetapi katakanlah, ”ya Allah aku berlindung kepada engkau dari fitnah yang menyesatkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara korelatif tentang fitnah harta dan anak dalam surah At-Taghabun, Imam Ar-Razi dalam At-Tafsir Al-Kabir menyebutkan, karena anak dan harta merupakan fitnah, maka Allah memerintahkan kita agar senantiasa bertaqwa dan taat kepada Allah setelah menyebutkan hakikat fitnah keduanya, ”Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (At-Taghabun: 16). Apalagi pada ayat sebelumnya, Allah menegaskan akan kemungkinan sebagian keluarga berbalik menjadi musuh bagi seseorang, ”Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (At-Taghabun: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tentang fitnah harta dan anak dalam surah Al-Anfal, Sayyid Quthb menyebutkan korelasinya dengan tema amanah ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”. (Al-Anfal: 27), bahwa harta dan anak merupakan objek ujian dan cobaan Allah swt yang dapat saja menghalang seseorang menunaikan amanah Allah dan Rasul-Nya dengan baik. Padahal kehidupan yang mulia adalah kehidupan yang menuntut pengorbanan dan menuntut seseorang agar mampu menunaikan segala amanah kehidupan yang diembannya. Maka melalui ayat ini Allah swt ingin memberi peringatan kepada semua khalifah-Nya agar fitnah harta dan anak tidak melemahkannya dalam mengemban amanah kehidupan dan perjuangan agar meraih kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Dan inilah titik lemah manusia di depan harta dan anak-anaknya. Sehingga peringatan Allah akan besarnya fitnah harta dan anak diiringi dengan kabar gembira akan pahala dan keutamaan yang akan diraih melalui sarana harta dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, korelasi ayat di atas dapat ditemukan dalam beberapa ayat yang lain. Al-Qurthubi misalnya, menemukan korelasinya dengan surah Al-Kahfi: 46 yang bermaksud, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”, bahwa harta kekayaan dan anak wajar menjadi perhiasan dunia yang menetramkan pemiliknya karena pada harta ada keindahan dan manfaat, sedangkan pada anak ada kekuatan dan dukungan. Namun demikian kedudukan keduanya sebagai perhiasan dunia hanyalah bersifat sementara dan bisa menggiurkan serta menjerumuskan. Maka sangat tepat jika ayat “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (At-Taghabun: 15) dan ayat “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi”.(Al-Munafiqun: 9) menjadi pengingat jika kemudian terjadi harta dan anak justru menjauhkan pemiliknya dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan At-Thabari, ia memahami korelasi kontradiktif ayat ini dengan surah Ali Imran ayat 38, “Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Menurut Ath-Thabari, secara tekstual ayat ini bisa dipahami bertentangan dengan ayat yang memberi peringatan akan kemungkinan bahaya dan fitnah yang ditimbulkan dari harta dan anak. Padahal nabi Zakaria sendiri berdoa agar dikaruniakan keturunan yang banyak. Maka pemahaman yang cenderung kontradiktif ini diluruskan sendiri oleh Ath-Thabari dengan mengemukakan bahwa anak yang di pohon oleh Zakaria adalah anak keturunan yang shaleh yang bisa memberi manfaat di dunia dan akhirat. Sedangkan yang dikhawatirkan adalah kriteria harta dan anak yang justru melalaikan dari mengingat Allah swt seperti yang Allah tegaskan dalam salah satu firman-Nya, “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi”. (Al-Munafiqun: 9). Dalam konteks ini, Nabi Muhammad sendiri pernah mendoakan harta dan anak yang banyak kepada sahabat Anas bin Malik ra, “Ya Allah perbanyaklah untuknya harta dan anak, dan berkahilah setiap apa yang Engkau anugerahkan kepadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian keseimbangan yang diajarkan oleh Allah swt dalam menyikapi fitnah harta dan anak yang menduduki posisi tertinggi dari titik lemah manusia. Harta dan anak memiliki potensi yang sama dalam menghantarkan kepada kebaikan atau menjerumuskan seseorang kepada dosa dan kemaksiatan. Sudah sepantasnya peringatan Allah dalam konteks fitnah harta dan anak senantiasa yang sering kita ingat karena hanya peringatan Allah yang mencerminkan kasih sayang-Nya yang layak untuk diingat, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At-Tahrim:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-5744677773572218163?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/5744677773572218163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=5744677773572218163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5744677773572218163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5744677773572218163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2010/02/meraih-pahala-dari-fitnah-harta-dan.html' title='Meraih Pahala dari Fitnah Harta dan Anak'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7567392848723333758</id><published>2010-02-09T12:35:00.001+04:00</published><updated>2010-02-09T12:41:55.415+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Qalbu'/><title type='text'>Zuhud</title><content type='html'>Zuhud adalah salah satu akhlak utama seorang muslim. Terutama saat di hadapannya terbentang lebar kesempatan untuk meraih dunia dengan segala macam perbendaharaannnya. Apakah itu kekuasaan, harta, kedudukan, dan segala fasilitas lainnya. Karenanya, zuhud adalah karakteristik dasar yang membedakan antara seorang mukmin sejati dengan mukmin awam. Jika tidak memiliki keistimewaan dengan karakteristik ini, seorang mukmin tidak dapat dibedakan lagi dari manusia kebanyakan yang terkena fitnah dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Apalagi seorang dai. Jika orang banyak mengatakan dia ”sama saja”, tentu nilai-nilai yang didakwahinya tidak akan membekas ke dalam hati orang-orang yang didakwahinya. Dakwahnya layu sebelum berkembang. Karena itu, setiap mukmin, terutama para dai, harus menjadikan zuhud sebagai perhiasan jati dirinya. Rasulullah saw. bersabda,”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu” (HR Ibnu Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan Hakikat Zuhud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan hakikat zuhud banyak diungkap Al-Qur’an, hadits, dan para ulama. Misalnya surat Al-Hadiid ayat 20-23 berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”&lt;br /&gt;Ayat di atas tidak menyebutkan kata zuhud, tetapi mengungkapkan tentang makna dan hakikat zuhud. Ayat ini menerangkan tentang hakikat dunia yang sementara dan hakikat akhirat yang kekal. Kemudian menganjurkan orang-orang beriman untuk berlomba meraih ampunan dari Allah dan surga-Nya di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah menyebutkan tentang musibah yang menimpa manusia adalah ketetapan Allah dan bagaimana orang-orang beriman harus menyikapi musibah tersebut. Sikap yang benar adalah agar tidak mudah berduka terhadap musibah dan apa saja yang luput dari jangkauan tangan. Selain itu, orang yang beriman juga tidak terlalu gembira sehingga hilang kesadaran terhadap apa yang didapatkan. Begitulah metodologi Al-Qur’an ketika berbicara tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mengarahkan manusia untuk bersikap zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat itu juga, kita mendapat pelajaran bahwa akhlak zuhud tidak mungkin diraih kecuali dengan mengetahui hakikat dunia –yang bersifat sementara, cepat berubah, rendah, hina dan bahayanya ketika manusia mencintanya– dan hakikat akhirat –yang bersifat kekal, baik kenikmatannya maupun penderitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika Rasulullah saw., ingin membawa para sahabatnya pada sikap zuhud, beliau memberikan panduan bagaimana seharusnya orang-orang beriman menyikapi kehidupannya di dunia. Rasulullah bersabda, ”Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau musafir.”(HR Bukhari). Selanjutnya Rasulullah mencontohkan langsung kepada para sahabat dan umatnya bagaimana hidup di dunia. Beliau adalah orang yang paling rajin bekerja dan beramal shalih, paling semangat dalam ibadah, paling gigih dalam berjihad. Tetapi pada saat yang sama beliau tidak mengambil hasil dari semua jerih payahnya di dunia berupa harta dan kenikmatan dunia. Kehidupan Rasulullah saw. sangat sederhana dan bersahaja. Beliau lebih mementingkan kebahagiaan hidup di akhirat dan keridhaan Allah swt. Ibnu Mas’ud ra. melihat Rasulullah saw. tidur di atas kain tikar yang lusuh sehingga membekas di pipinya, kemudian berkata, ”Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau saya ambilkan untukmu kasur?” Maka Rasulullah saw. menjawab, ”Untuk apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama memperjelas makna dan hakikat zuhud. Secara syar’i, zuhud bermakna mengambil sesuatu yang halal hanya sebatas keperluan. Abu Idris Al-Khaulani berkata, ”Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan membuang semua harta. Akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah lebih menyakini apa yang ada di sisi Allah ketimbang apa yang ada di tangan kita. Dan jika kita ditimpa musibah, maka kita sangat berharap untuk mendapatkan pahala. Bahkan ketika musibah itu masih bersama kita, kita pun berharap bisa menambah dan menyimpan pahalanya.” Ibnu Khafif berkata, ”Zuhud adalah menghindari dunia tanpa terpaksa.” Ibnu Taimiyah berkata, ”Zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di akhirat nanti, sedangkan wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang ditakuti bahayanya di akhirat nanti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Zuhud terhadap Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud merupakan sifat mulia orang beriman karena tidak tertipu oleh dunia dengan segala kelezatannya baik harta, wanita, maupun tahta. Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia. Tapi, orang beriman beramal shalih di dunia, memakmurkan bumi, dan berbuat untuk kemaslahatan manusia, kemudian mereka meraih hasilnya di dunia berupa fasilitas dan kenikmatan yang halal di dunia. Pada saat yang sama, hati mereka tidak tertipu pada dunia. Mereka meyakini betul bahwa dunia itu tidak kekal dan akhiratlah yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga, orang-orang beriman beramal di dunia dengan segala kesungguhan bukan hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, tetapi untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa Hadits yang menerangkan keutamaan zuhud terhadap dunia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah; dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Ali Imran: 14-15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al-Kahfi: 45-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al-Ankabut: 64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takuti atas kalian, tetapi aku takut pada kalian dibukakannya dunia bagi kalian sebagaimana telah dibuka bagi umat sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengabarkan kepada kita bahwa didatangkan orang yang paling senang di dunia sedang dia adalah ahli neraka di hari kiamat, dicelupkan ke dalam api neraka satu kali celupan. Kemudian ditanya, ”Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan? Apakah engkau merasakan kenikmatan (di dunia)?” Maka dia menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai Rabbku.” Kemudian didatangkan orang yang paling menderita di dunia dan dia ahli surga, dicelupkan satu kali celupan di surga. Kemudian ditanya, ”Wahai Anak Adam, apakah engkau pernah menderita kesulitan? Apakah lewat padamu suatu kesusahan (di dunia)?” Maka ia menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai Rabbku, tidak pernah aku mengalami kesusahan dan kesulitan sedikitpun.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, “Demi Allah, perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang menyelupkan tangannya ke dalam lautan, lihatlah apa yang tersisa.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda Zuhud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Ghazali menyebutkan ada 3 tanda-tanda zuhud, yaitu: pertama, tidak bergembira dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena hal yang hilang. Kedua, sama saja di sisinya orang yang mencela dan mencacinya, baik terkait dengan harta maupun kedudukan. Ketiga, hendaknya senantiasa bersama Allah dan hatinya lebih didominasi oleh lezatnya ketaatan. Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan. Apakah cinta Allah atau cinta dunia. Dan keduanya tidak dapat bersatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tanda zuhud adalah tidak adanya perbedaan antara kemiskinan dan kekayaan, kemuliaan dan kehinaan, pujian dan celaan karena adanya dominasi kedekatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Yazid berkata, ”Tanda zuhud ada dermawan dengan apa yang ada.” Imam Ahmad bin Hambal dan Sufyan r.a. berkata, ”Tanda zuhud adalah pendeknya angan-angan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan zuhud ini dicontoh oleh para sahabatnya: Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf. Mereka adalah beberapa sahabat yang kaya raya, tetapi tidak mengambil semua harta kekayaannya untuk diri sendiri dan keluarganya. Sebagian besar harta mereka habis untuk dakwah, jihad, dan menolong orang-orang beriman. Mereka adalah tokoh pemimpin dunia yang dunia ada dalam genggamannya, namun tidak tertipu oleh dunia. Bahkan, mereka lebih mementingkan kehidupan akhirat dengan segala kenikmatannya. Abu Bakar berkata, ”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Ibnu Umar mendengar seseorang bertanya, ”Dimana orang-orang yang zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat?” Lalu Ibnu Umar menunjukkan kuburan Rasulullah saw., Abu Bakar, dan Umar, seraya balik bertanya, ”Bukankah kalian bertanya tentang mereka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sulaiman berkata, ”Utsman bin ‘Affan dan Abdurrahman bin Auf adalah dua gudang harta dari sekian banyak gudang harta Allah yang ada di bumi. Keduanya menginfakkan harta tersebut dalam rangka mentaati Allah, dan bersiap menuju Allah dengan hati dan ilmunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian hanya orang yang berimanlah yang dapat memakmurkan bumi dan memimpin dunia dengan baik, karena mereka tidak menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Demikianlah cara umat Islam memimpin dunia, mulai dari Rasulullah saw., khulafaur rasyidin sampai pemimpin berikutnya. Pemerintahan Islam berhasil menghadirkan keamanan, perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan. Perdaban dibangun atas dasar keimanan dan moral. Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, salah satu pemimpin yang paling zuhud, masyarakat merasakan ketentraman, kesejahteraan, dan keberkahan. Tidak ada lagi orang yang miskin yang meminta-minta, karena kebutuhannya sudah tercukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Zuhud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud orang-orang beriman memiliki tingkatan. Zuhud terhadap yang haram, zuhud terhadap yang makruh, zuhud terhadap yang syubhat, dan zuhud terhadap segala urusan dunia yang tidak ada manfaatnya untuk kebaikan hidup di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud terhadap yang haram hukumnya wajib. Orang-orang beriman harus zuhud atau meninggalkan segala sesuatu yang diharamkan Allah. Bahkan sifat-sifat orang beriman, bukan hanya meninggalkan yang diharamkan, tetapi meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna. Kualitas keimanan dan keislaman seseorang sangat terkait dengan kemampuannya dalam meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna. Allah swt. berfirman, “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (Al-Mu’minun: 3). Rasulullah saw. bersabda, ”Diantara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna.” (HR At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad mengatakan, ”Zuhud ada tiga bentuk. Pertama, meninggalkan sesuatu yang haram, dan ini adalah zuhudnya orang awwam. Kedua, meninggalkan berlebihan terhadap yang halal, ini adalah zuhudnya golong yang khusus. Ketiga, meninggalkan segala sesuatu yang menyibukkannya dari mengingat Allah, dan ini adalah zuhudnya orang-orang arif.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang berkaitan dengan zuhud ada 6 perkara. Seseorang tidak berhak menyandang sebutan zuhud sehingga bersikap zuhud terhadap 6 perkara tersebut, yaitu; harta, rupa (wajah), kedudukan (kekuasaan), manusia, nafsu, dan segala sesuatu selain Allah. Namun demikian, ini bukan berarti menolak kepemilikan terhadapnya. Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s. adalah orang yang paling zuhud di zamannya, tetapi memiliki banyak harta, wanita, dan kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw. adalah nabi yang paling zuhud, tetapi juga punya beristri lebih dari satu. Sembilan dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga tanpa hisab, kecuali Ali bin Abi Thalib, semuanya kaya raya, tetapi pada saat yang sama mereka adalah orang yang paling zuhud. Mereka adalah Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Abu Ubaidah bin Jarrah, Abdurahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi Waqqas, dan Said bin Abdullah. Sedangkan Ali bin Abi Thalib adalah sahabat yang paling zuhud. Meskipun demikian ketika meninggal dunia, beliau meninggalkan 21 wanita: 4 orang istri merdeka dan 17 budak wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang beriman harus senantiasa meningkatkan kualitas zuhudnya. Itulah yang akan memberinya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat serta meraih ridha Allah swt. Orang-orang yang berkerja keras mencari nafkah dengan cara yang halal. Ketika berhasil meraih banyak harta kemudian menunaikan kewajiban atas harta tersebut, seperti zakat, infak, dan lainnya. Dengan berlaku seperti itu, dia termasuk orang zuhud. Orang-orang yang beriman yang memiliki istri lebih dari satu untuk membersihkan dirinya (iffah) adalah termasuk orang yang zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang kafir, karakteristiknya adalah rakus terhadap kehidupan dunia dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Bagi mereka tidak ada istilah halal dan haram. Mereka tidak mengenal perbedaan antara nikah dengan zina, antara hadiah dengan suap, antara bisnis dengan riba, antara makanan halal dengan yang haram. Bahkan pada hal yang dianggap tabu saja orang-orang kafir berupaya menghalakan semuanya. Perzinaan mereka menghalalkan dengan dalil hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kebebasan hak untuk membuka aurat dalam berbusana. Permisif dalam pergaulan dengan membolehkan berduaan di tempat sepi. Berciuman di tempat umum dijadikan hal lumrah. Sehingga, perilaku perzinaan menjadi berita yang selalu dipertontonkan di teve dan dikabarkan di tabliod. Dari mulai perzinaan lelaki dengan perempuan yang belum menikah, perzinaan lelaki dan perempuan yang sudah menikah, sampai perzinaan sejenis: lelaki dengan lelaki, perempuan dengan perempuan. Dari perzinaan inces sampai perzinaan yang dilakukan bukan pada tempatnya. Begitulah kehidupan orang kafir. Mereka seperti hewan, bahkan lebih rendah lagi. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (Muhammad: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fudhail bin ‘Iyyadh berkata, “Allah menjadikan segenap keburukan dalam sebuah rumah, dan menjadikan kuncinya adalah cinta dunia. Dan Allah menjadikan segenap kebaikan dalam sebuah rumah, dan menjadikan kuncinya adalah zuhud dari dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragisnya, kepemimpinan dunia saat ini dikuasai oleh orang-orang kafir. Sehingga, kerusakannya sangat dahsyat. Jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Pola hidup materialisme mendominasi di hampir semua lapangan kehidupan. Tolok ukur kesusesan diukur dari sejauh mana berhasil meraup sebanyak-banyak materi, tanpa memperhatikan ukuran agama dan moral. Maka berlomba-lombalah setiap orang menjual diri dan harga diri untuk meraih sebanyak-banyaknya materi. Dan mayoritas umat Islam terimbas budaya materialisme itu. Pola hidupnya mirip dengan orang kafir sehingga terjadilah kerusakan yang sangat dahsyat. Realitas seperti inilah yang dikhawatirkan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah haditsnya dimana umat Islam terkena virus wahn (cinta dunia dan takut mati) dan berpola hidup materialisme hampir sama dengan orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dunia dan rakus terhadap harta adalah penyakit yang paling berbahaya. Segala bentuk kejahatan bermuara dari kerakusan terhadap dunia dan pola hidup materialisme: perzinaan dan seks bebas, penjualan bayi, narkoba, perjudian, riba, korupsi, dan lain sebagainya. Karenanya, Rasulullah saw. mengingatkan akan bahaya rakus terhadap harta, ”Tidaklah dua serigala lapar yang dikirim pada kambing melebihi bahayanya daripada kerakusan seseorang terhadap harta dan kedudukan.” (HR At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penyadaran kembali umat Islam tentang hakikat dunia dan akhirat sangat penting. Bahwa keimanan terhadap hari akhir adalah prinsip yang harus terus menerus diingat dan ditanamkan kepada umat Islam sehingga motivasi dan tujuan hidup mereka sesuai dengan nilai-nilai Islam. Semakin kuat keimanan seseorang kepada hari akhir, akan semakin baik dan semakin zuhud. Sebaliknya, semakin lemah keimanan seseorang kepada hari akhir, akan semakin jahat dan semakin rakus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan dua orang zuhud bertemu, Ibrahim bin Adham dan Syaqiq Al-Balkhi. Syaqiq bertanya kepada Ibrahim, “Apa yang Anda ketahui tentang dunia?” Ibrahim balik bertanya, “Kalau menurut Anda, bagaimana?” Syaqiq menjawab, “Jika kami tidak mendapatkanya, maka kami harus bersabar. Dan jika mendapatkannya, maka kami harus bersyukur.” Ibrahim bin Adham berkata, “Kalau seperti itu, maka anjing Balakh (sebuah kota di Afghanistan) pun melakukannya.” Syaqiq bertanya, “Lalu, bagaimana menurut pendapat anda?” Ibrahim menjawab, “Jika tidak mendapatkan dunia, kami bersyukur. Dan jika mendapatnya, kami itsaar (mengutamakannya untuk orang lain).” Demikianlah bahwa zuhud memang memiliki tingkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahpahaman terhadap Zuhud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang salah paham terhadap zuhud. Banyak yang mengira kalau zuhud adalah meninggalkan harta, menolak segala kenikmatan dunia, dan mengharamkan yang halal. Tidak demikian, karena meninggalkan harta adalah sangat mudah, apalagi jika mengharapkan pujian dan popularitas dari orang lain. Zuhud yang demikian sangat dipengaruhi oleh pikiran sufi yang berkembang di dunia Islam. Kerja mereka cuma minta-minta mengharap sedekah dari orang lain, dengan mengatakan bahwa dirinya ahli ibadah atau keturunan Rasulullah saw. Padahal Islam mengharuskan umatnya agar memakmurkam bumi, bekerja, dan menguasai dunia, tetapi pada saat yang sama tidak tertipu oleh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang halal itu jelas dan segala yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang syubhat yang harus kita jauhi dan tinggalkan. Semoga Allah menjadi kita bagian orang yang zuhud dan diberi kita pemimpin zuhud yang membimbing kita dalam memakmurkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7567392848723333758?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7567392848723333758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7567392848723333758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7567392848723333758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7567392848723333758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2010/02/zuhud.html' title='Zuhud'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6752705517244746161</id><published>2010-01-31T12:21:00.000+04:00</published><updated>2010-01-31T12:24:02.062+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alquran'/><title type='text'>Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim</title><content type='html'>Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pujian hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabat seluruhnya.&lt;br /&gt;Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:&lt;br /&gt;1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali&lt;br /&gt;5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.&lt;br /&gt;Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?&lt;br /&gt;Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.&lt;br /&gt;Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?&lt;br /&gt;Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.&lt;br /&gt;Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?&lt;br /&gt;Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.&lt;br /&gt;Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:&lt;br /&gt;نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ&lt;br /&gt;“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.&lt;br /&gt;-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.&lt;br /&gt;-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.&lt;br /&gt;-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.&lt;br /&gt;-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.&lt;br /&gt;-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.&lt;br /&gt;-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.&lt;br /&gt;Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:&lt;br /&gt;- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.&lt;br /&gt;- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.&lt;br /&gt;- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.&lt;br /&gt;- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.&lt;br /&gt;- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.&lt;br /&gt;- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.&lt;br /&gt;- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.&lt;br /&gt;Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?&lt;br /&gt;Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:&lt;br /&gt;1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.&lt;br /&gt;2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.&lt;br /&gt;3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.&lt;br /&gt;4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.&lt;br /&gt;5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6752705517244746161?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6752705517244746161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6752705517244746161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6752705517244746161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6752705517244746161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2010/01/cara-termudah-menghafal-al-quran-al.html' title='Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an Al-Karim'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-5572571013120701492</id><published>2009-11-25T02:32:00.000+04:00</published><updated>2009-11-25T03:36:55.843+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Puasa Arafah Didasarkan Wukuf atau Hari Arafah?</title><content type='html'>Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada hari Arafah. Apakah hari Arafah didasarkan atas penetapan pemerintah Saudi Arabia, terkait dengan pelaksanaan wukuf di Arafah, ataukah berdasarkan ketetapan pemerintah setempat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesunnahan puasa Arafah bukan didasarkan adanya wukuf, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia berbeda dengan di Saudi Arabia. Toleransi terhadap adanya perbedaan ini didasarkan atas hadits Sahabat Kuraib berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ مُحَمَّدٍ بْنِ اَبِي حَرْمَلَةَ عَنْ كُرَيْبٍ: اَنَّ اُمَّ الْفَضْلِ بِنْتَ الْحَارِثِ بَعَثَتْهُ اِلَى مُعَاوِيَةَ باِلشَّامِ قاَلَ كُرَيْبٌ: فَقَدِمْتُ الشَّامَ فَقَضَيْتُ حَاجَتَهَا وَاسْتُهِلَّ عَلَيَّ رَمَضَانُ وَاَنَا باِلشَّامِ فَرَاَيْتُ الْهِلاَلَ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ ثُمَّ قَدِمْتُ الْمَدِيْنَةَ فِيْ اَخِرِ الشَّهْرِ فَسَأَلَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ثُمَّ ذَكَرَ الْهِلاَلَ فَقَالَ: مَتىَ رَأَيْتُمُ الْهِلاَلَ؟ فَقُلْتُ: رَاَيْنَاهُ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ فَقَالَ: اَنْتَ رَاَيْتَهُ؟ فَقُلْتُ: نَعَمْ وَرَآهُ النَّاسُ وَصَامُوْا وَصَامَ مُعَاوِيَةُ فَقَالَ: لَكِنَّا رَاَيْنَاهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلاَ نَزَالُ نَصُوْمُ حَتىَّ نُكْمِلَ الثَّلاَثِيْنَ اَوْ نَرَاهُ فَقُلْتُ: اَوَ لاَ تَكْتَفِي بِرُؤْيَةِ مُعَاوِيَةَ وَ صِيَامِهِ؟ فَقَالَ: لاَ هَكَذَا اَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Muhammad bin Abi Harmalah dari Kuraib, bahwa Ummul Fadl binti al-Harits mengutus Kuraib menemui Mu’awiyah di Syam. Kuraib berkata: Aku tiba di Syam. Lalu aku tunaikan keperluan Ummul fadl. Dan terlihatlah hilal bulan Ramadlan olehku, sedang aku masih berada di Syam. Aku melihat hilal pada malam Jum’at. Kemudian aku tiba di Madinah di akhir bulan Ramadlan. Abdullah bin Abbas bertanya kepadaku, dan ia menyebut hilal. Ia berkata: “Kapan kamu melihat hilal?” Aku berkata: “Malam Jum’at.” Dia bertanya: “Apakah kamu sendiri melihatnya?” Aku menjawab: “Ya, dan orang-orang juga melihatnya. Mereka berpuasa, demikian juga Mu’awiyah.” Dia berkata: “Tetapi kami melihat hilal pada malam Sabtu, maka kami tetap berpuasa sehingga kami sempurnakan 30 hari atau kami melihat hilal”. Aku bertanya: “Apakah kamu tidak cukup mengikuti rukyah Mu’awiyah dan puasanya?” Lalu dia menjawab: “Tidak, demikianlah Rasulullah SAW menyuruh kami,” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil di atas maka rukyatul hilal atau observasi bulan sabit untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku rukyat nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri dan berlaku satu wilayah hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, hasil penyelenggaraan rukyatul hilal, termasuk rukyat yang diadakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) dilaporkan terlebih dahulu ke sidang itsbat (penetapan) yang dilakukan Departemen Agama RI, dengan tujuan agar keputusan itu berlaku bagi umat Islam di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para sahabat berhasil melihat hilal, tidak serta-merta mereka  menetapkannya dan mengumumkan kepada masyarakat mendahului penetapan Rasulullah SAW. Hasil rukyat dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Selanjutnya beliau sebagai Rasul Allah maupun sebagai kepala negara menetapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itsbat adalah suatu terminologi fiqh untuk suatu penetapan negara tentang awal bulan Ramadlan, awal bulan Syawal, dan awal bulan Dzulhijjah. Di Indonesia wewenang itsbat didelegasikan kepada Menteri Agama RI. Menurut fiqh, itsbat harus didasarkan dalil rajih, yakni rukyatul hilal. Dalam mengambil itsbat, Menteri Agama RI menyelenggarakan sidang itsbat pada hari telah diselenggarakan rukyatul hilal, dan dihadiri anggota Badan Hisab Rukyat (BHR), wakil-wakil Ormas Islam, pejabat-pejabat terkait, dan para duta dari negara-negara sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Agama RI dalam itsbatnya didasarkan atas dasar rukyatul hilal dan hisab. Itsbat yang dikeluarkan oleh Menteri Agama RI berlaku bagi seluruh ummat Islam di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa terkecuali. Perbedaan yang mungkin terjadi harus sudah selesai ketika itsbat dikeluarkan, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan para sahabat. Setelah itsbat dilakukan baru diadakan ikhbar atau pengumuman awal bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian penentuan awal bulan Qamariyah harus berdasarkan 4 aspek:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aspek Syar’i, dalam bentuk pelaksanaan rukyatul hilal&lt;br /&gt;2. Aspek Astronomis, dalam bentuk memperhatikan kriteria-kriteria imkanur rukyat tentang dzuhurul hilal (penampakan bulan sabit)&lt;br /&gt;3. Aspek Geografis, dalam bentuk menerima rukyat nasional&lt;br /&gt;4. Aspek Politis, yakni aspek intervensi negara dalam bentuk itsbat dalam kerangka wawasan NKRI dan mengatasi perbedaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan hasil rukyat di Indonesia dengan negara lain seperti Saudi Arabia tidaklah menjadi masalah, karena adanya perbedaan wilayah hukum (wilayatul hukmi), termasuk perbedaan dalam menentukan hari Arafah yang sedang kita bahas kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat.” (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH A Ghazalie Masroeri&lt;br /&gt;Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-5572571013120701492?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/5572571013120701492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=5572571013120701492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5572571013120701492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5572571013120701492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/11/puasa-arafah-didasarkan-wukuf-atau-hari.html' title='Puasa Arafah Didasarkan Wukuf atau Hari Arafah?'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-5737397326448988149</id><published>2009-11-19T00:06:00.001+04:00</published><updated>2009-11-19T00:34:39.435+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN</title><content type='html'>KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". [Hadits Muttafaq 'Alaih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : .... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...". [Al-Hajj : 28].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". [Hadits Riwayat Ahmad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...". [Al-Baqarah : 185].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaq 'Alaihi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Banyak Beramal Shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaq 'Alaihi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'Anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : ..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...". [Al-Baqarah : 196].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Artikel bahasa Arab dapat dilihat di http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm Disalin dari brosur yang dibagiakn secara cuma-cuma, tanpa no, bulan dan tahun] &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-5737397326448988149?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/5737397326448988149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=5737397326448988149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5737397326448988149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5737397326448988149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/11/keutamaan-10-hari-pertama-bulan.html' title='KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7327611410553159307</id><published>2009-11-03T11:47:00.003+04:00</published><updated>2009-11-03T11:59:17.444+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Apakah uang bisa membahagiakan kehidupan kita ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/Su_hHDEbrCI/AAAAAAAAAQs/8rZzs0vEBog/s1600-h/UAE-dirham_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/Su_hHDEbrCI/AAAAAAAAAQs/8rZzs0vEBog/s320/UAE-dirham_thumb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399781989439745058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah uang bisa membahagiakan kehidupan kita ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terbayang betapa bahagianya kita jika apa-apa yang kita impi-impikan dan cita-citakan semuanya telah berhasil kita gapai. Kita akan merasa bahagia bilamana membayangkan mempunyai pekerjaan tetap atau PNS karena sekarang sedang nganggur atau habis kena PHK, atau akan bahagia jikalau mempunyai Mercedes model terbaru karena mobil yang dipunyai sekarang adalah mobil butut yang sering mogok. Impian-impian atau harapan tersebut dapat diwujudkan seandainya kita punya uang. Dengan uang kita dapat memenuhi hampir segala kebutuhan dan keinginan kita.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagian kita menganggap bahwa &lt;em&gt;ada korelasi kuat antara uang dan bahagia&lt;/em&gt;. Jika anggapan diatas adalah salah, mungkin orang-orang akan malas bekerja keras, datang kantor lambat, melayani pelanggan apa adanya, ngapain sih kerja keras kalau tidak memperoleh kebahagiaan dari kerja tersebut, atau orang akan malas menabung kalau tidak ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa sih kebahagian itu ?&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Kebahagiaan adalah pengalaman hidup yang ditandai dengan emosi positif yang kuat. Untuk memudahkan analogi kita tentang rasa bahagia, jika di skor skala antara 0 – 10 ( skor 5 adalah netral), yang namanya bahagia itu minimal skornya mendekati skor 7 atau lebih. Akan tetapi rasa bahagia ini adalah bersifat subyektif untuk kondisi yang sama belum tentu individu yang berbeda bisa mencapai kebahagiaan yang sama (subjective well-being – SWB). Emosi positif ini bisa dalam wujud yang beraneka ragam, misalnya : rasa sosial yang tinggi, rasa tolong menolong, rasa aman dan derajat kesehatan yang tinggi. Dari survey global (1999 – 2001) yang dilakukan oleh Ronald Inglehart dari 82 negara, diperoleh kesimpulan bahwa negara-negara yang tingkat kebahagian warga negaranya tinggi adalah Puerto Rico, Mexico, Denmark, Irlandia, Eslandia, and Swiss dan yang negara yang tingkat kebahagiaannya terendah salah satunya adalah Indonesia..(upss..Indonesia lagi)..semoga salah penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah dengan uang yang melimpah dapat mendatangkan kebahagiaan hidup ? &lt;br /&gt;Kita bisa mengambil contoh di Uni Emirat Arab, dimana negara ini adalah termasuk negara teluk dengan penghasilan perkapita yang tergolong paling tinggi, siapakah yang berani mengambil kesimpulan bahwa mereka hidup lebih bahagia dari penduduk Negara tetangga yang lebih miskin atau ok..deh bandingkan dengan Indonesia ?&lt;br /&gt;Dulu penduduk emirat sudah cukup berbahagia jika mereka udah kenyang perutnya dengan hanya makan kurma, sedikit gandum dan sedikit ikan sebelum adanya eksplorasi minyak. Sekarang penghasilan mereka naik mungkin 1000% tapi apakah kebahagiaan juga naik 10% atau 15% ? mungkin mereka sekarang lebih bahagia 2-3 kali lipat dibandingkan dengan jaman dulu? Tapi  kayaknya nggak demikian karena kebahagiaan tidak bisa dimatematikakan. Pendapatan mungkin 500% meningkat tapi kebahagian tidaklah jauh berbeda dengan rasa bahagia orang-orang terdahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kok bisa gitu sih ?? masa sich ? &lt;/em&gt;jadi kelihatan paradoksal ya? Mungkin ini beberapa argumentasi kenapa kondisi paradoksal itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sifat manusia yang selalu tidak pernah puas.&lt;/strong&gt;Kita beranggapan jikalau kita mempunyai uang kita akan bahagia. Ternyata salah, semakin kita mempunyai uang lebih banyak, pilihan keinginan kita menjadi bertambah, sehingga kita tetap saja kekurangan uang. &lt;br /&gt;Sekali kita mendapatkan kenikmatan, maka kenikmatan-kenikmatan berikutnya akan semakin menurun tingkat kepuasannya. Ketika mendapatkan uang lebih banyak, hal ini akan membahagiakan dalam jangka pendek, dan dengan cepat pula seseorang akan beradaptasi dengan kemampuan ekonomi yang baru sehingga kenikmatannya menjadi berkurang. Para ekonom menamakan kondisi ini dengan “hedonic treadmill.” Kita seolah-olah berlari kedepan akan tetapi kenyataannya kita tetap berlari ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih banyak uang mendatangkan stres&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak uang akan membuat kita lebih sibuk untuk menjaganya. Kalau-kalau ada orang yang berniat tidak baik terhadap kita. Perasaan yang muncul kemudian adalah perasaan was-was, tidak tenang serta stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Iri Hati, Selalu membandingkan dengan orang lain yang lebih makmur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rumput tetangga akan lebih hijau dari rumput di rumah sendiri apalagi nggak ada rumput sama sekali. Perasaan membandingkan dengan orang yang lebih beruntung. Selalu muncul perasaan iri dengan keberhasilan orang lain, rasa bahagia berkurang bilamana ada tetangga yang lebih sukses darinya, pokoknya iri dech… (kasian dech yang suka ngiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Uang dan Teori Kebutuhan A. Maslow&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Bagi teman-teman perawat mungkin masih ingat dengan teorinya ‘Hirarki Kebutuhan’ (A Maslow). Bahwa pada dasarnya kebutuhan itu ada lima tingkatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kebutuhan Fisiologis&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan&lt;br /&gt;Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kebutuhan Sosial&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kebutuhan Penghargaan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kebutuhan Aktualisasi Diri&lt;/em&gt;Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dari lima tingkat kebutuhan menurut A Maslow, &lt;strong&gt;kebutuhan yang paling dapat dipenuhi dengan uang adalah kebutuhan fisiologis saja,&lt;/strong&gt; selebihnya peranan uang dalam memenuhi kebutuhan lainnya adalah tidak ada. Kita tidak bisa kita bebas dari rasa sakit kalau kita kaya raya atau kita tidak bisa membeli pertemanan semata-mata dengan uang. Nah bagaimana semangat kita dalam hal etos kerja produktif agar mendapatkan uang yang banyak ? Sebenarnya tidaklah salah dengan etos tersebut. Kredo rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya adalah salah satu hukum alam yang harus kita pelihara, karena kalau kita akan mencapai kualitas hidup yang bagus haruslah melalui proses tersebut. Sekarang yang perlu kita benahi adalah orientasi hidup kita, ternyata uang bukanlah segala-galanya untuk mencapai kebahagiaan. Uang memang penting tapi bukanlah yang utama sebagai modal mengisi hidup manusia. Masih banyak faktor lain yang mempunyai peranan besar dalam membantu manusia untuk mencapai kebahagiaan. Nah tujuan hidup kita yang harus kita tentukan karena itu akan menentukan kualitas pribadi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pakar, ada 4 kualitas manusia dalam kaitannya antara tujuan dan kepuasan/kebahagiaan hidup yang ingin dicapai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia pada level ini adalah manusia yang masih berambisi mengerjakan sesuatu karena berharap adanya imbalan baik intrinsik dan ekstrinsik. Bilamana imbalan tersebut diperoleh ia akan merasa puas, dan demikian pula sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia Sosial&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Manusia ini lebih tinggi jenjangnya daripada manusia ekonomi. Mereka akan merasa puas, bilamana adanya imbalan berupa sanjungan, rasa hormat dari lingkungan sosialnya, dan juga sebaliknya merasa kecewa bilamana harapannya dari lingkungannya tidak terpenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia psikologis &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia ini adalah lebih tinggi dari level-level sebelumnya, karena kepuasan yang dia inginkan merupakan bentuk dari aktualisasi dirinya. Mereka akan merasa puas bilamana adanya tantangan dan mereka berhasil mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manusia Religius &lt;/strong&gt;: kebahagiaan : bahagia bila manusia lain bahagia&lt;br /&gt;Manusia religius adalah jenjang tertinggi dari jenjang manusia sebelumnya. Mereka sudah terlepas dari ikatan-ikatan emosional dalam bentuk ekonomi, sanjungan, rasa hormat serta bentuk2 aktualisasi diri. Kalau jenjang manusia sebelumnya mereka mencari kepuasan diri, manusia religius berusaha menggapai kebahagiaan hidup, dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi manusia/makhluk lainnya. Jadi manusia religius akan merasa bahagia bilamana dia bisa membahagiakan manusia lainnya. Kemudian perbedaan lainnya antara kepuasan diri dan kebahagiaan adalah kalau kepuasan diri lebih bersifat short term dan akan cepat hilang bersamaan dengan berlalunya waktu, sedangkan kebahagiaan lebih bersifat long term. Sepanjang sesuatu yang diberikan masih bermanfaat maka rasa bahagia ini masih hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini mungkin kita harus meredefinisi kembali arah tujuan dari perjalanan hidup kita. Uang bukanlah segala-galanya dalam memenuhi kebahagiaan kita, karena banyak faktor lain yang ikut peran dalam memberikan kebahagiaan. Jadi Tuhan memang adil, kebahagiaan tidak semata-mata menjadi milik orang kaya, orang lain pun bisa bahagia karena kalau bersyukur atas segala karunia dan nikmat yang diberikan oleh Nya. Mari kita renungkan kembali pepatah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Money may be the husk of many things, but not the kernel.&lt;br /&gt;It brings you food, but not appetite;&lt;br /&gt;Medicine, but not health;&lt;br /&gt;Acquaintances, but not friends;&lt;br /&gt;Servants, but not faithfulness;&lt;br /&gt;Days of pleasure, but not peace or happiness.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dan diedit seperlunya dari Web Pengelola Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7327611410553159307?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7327611410553159307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7327611410553159307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7327611410553159307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7327611410553159307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/11/apakah-uang-bisa-membahagiakan.html' title='Apakah uang bisa membahagiakan kehidupan kita ?'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/Su_hHDEbrCI/AAAAAAAAAQs/8rZzs0vEBog/s72-c/UAE-dirham_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1986521294710182553</id><published>2009-10-03T19:37:00.003+04:00</published><updated>2009-10-03T19:44:34.841+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Muhasabah Pasca Gempa</title><content type='html'>Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, keluarga, para shahabat dan pengikut setia mereka sampai hari kiamat. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kita sering menyaksikan terjadinya musibah di berbagai negeri belahan dunia termasuk di negeri kita Indonesia. Mulai dari tsunami, banjir, tanah longsor, gempa, dll. Sebagai muslim kita tentu merasa prihatin atas semua ini dan berusaha untuk membantu mereka semampu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Semua kejadian ini bukanlah sekedar bencana alam biasa tanpa makna dan arti karena tidak mungkin Allah –subhanahu wa ta’ala menciptakan sesuatu yang sia-sia. Musibah-musibah ini menjadikan kita introspeksi bahwa kita adalah lemah dalam kekuasaan Allah–subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (Qs. An-Nisaa’: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UJIAN ADALAH SUNNATULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap makhluk hidup pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan berupa kesenangan dan kesusahan, kebaikan dan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kami akan menguji kamu sekalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu sekalian dikembalikan.” (Qs. 21 Al-Anbiyaa’&lt;/em&gt;: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah –subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).”&lt;/em&gt; (Qs. 7 Al-A’raaf: 168).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud ujian yang baik-baik adalah: Ketaatan, hidayah, kesehatan, kedamaian, kekayaan, rumah tangga yang harmonis, keamanan dan segala yang menyenangkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ujian yang buruk-buruk adalah: Kemaksiatan, kesesatan, sakit, menderita, kesusahan, kemelaratan, rumah tangga yang tidak harmonis, ketakutan dan segala yang tidak menyenangkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Al-Khaththab –radhiallahu anhu berkata: “Semua yang tidak menyenangkanmu adalah musibah.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dll, sahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari semua ujian dan cobaan ini adalah agar supaya kita kembali kepada Allah –subhanahu wa ta’ala dengan selalu berbuat taat, bertaubat dari semua maksiat dan tidak melakukannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA TERJADI GEMPA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim –rahimahullah dalam kitabnya Ad-Da’ Wa Ad-Dawa’ menyebutkan riwayat-riwayat berikut ini (hlm 72-74): Ibnu Abi Ad-Dunya –rahimahullah meriwayatkan dari Anas bin Malik –radhiallahu anhu, bahwasanya beliau dan seorang lagi masuk menemui ibunda ‘Aisyah –radhiallahu anha, lalu orang tersebut berkata: &lt;em&gt;“Wahai Ummul Mukminin! Beritahukanlah kepada kami tentang gempa.” Ibunda ‘Aisyah –radhiallahu anha menjawab: “Apabila mereka telah memperbolehkan perzinahan, meminum khamer, memainkan alat musik, maka Allah –subhanahu wa ta’ala marah di langit-Nya dan berfirman kepada bumi: 'Bergoncanglah atas mereka!' Jika mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut (berhentilah), jika tidak, maka hancurkanlah mereka!” Orang tersebut berkata: “Wahai Ummul Mukminin! Apakah itu adzab atas mereka?” Beliau menjawab: “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan hukuman, adzab serta murka atas orang-orang kafir.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Anas –radhiallahu anhu: “Aku tidak pernah mendengar hadis sepeninggal Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam yang lebih menyenangkanku daripada hadis ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad bin Hanbal –rahimahullah meriwayatkan dari Shafiyyah –radhiallahu anha, beliau berkata: “Bumi bergoncang di Madinah pada masa Umar –radhiallahu anhu, lalu beliau berkata: 'Wahai manusia! Ada apa ini? Alangkah cepat penyimpanganmu! Kalau sekiranya bumi telah kembali seperti semula aku tidak akan tinggal bersamamu di sana.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ka’ab –rahimahullah: “Sesungguhnya terjadinya gempa bumi adalah apabila dilakukan kemaksiatan di atasnya, lalu bumipun bergetar takut apabila Allah-subhanahu wa ta’ala mengetahuinya.” (Riwayat-riwayat diatas tidak diberi komentar oleh pentahqiq kitab tersebut Syaikh Ali Hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA PERBUATAN DOSA DAN MAKSIAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan dosa dan maksiat adalah sangat berbahaya, bahayanya bagi hati adalah ibarat bahaya racun terhadap tubuh. Semua kerusakan, bencana dan penyakit yang terjadi di dunia dan akhirat adalah disebabkan oleh dosa dan maksiat. Perbuatan dosa dan maksiat mendatangkan bencana, merubah karunia, menurunkan bala’ dan menghalangi doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan iblis dikeluarkan dari surga, diusir dan dilaknat? Apa yang menyebabkan penduduk bumi di tengelamkan pada masa Nabi Nuh –alaihis salam? Apa yang menyebabkan kaum ‘Ad dihancurkan oleh angin? Apa yang menyebabkan dibinasakannya kaum Luth –alaihis salam? Apa yang menyebabkan tenggelamnya Fir’aun dan kaumnya? Apa yang menjadikan Qorun dibenamkan ke dalam bumi beserta semua harta dan keluarganya? Dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: &lt;em&gt;“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.&lt;/em&gt;” (Qs. An-Nahl: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah –subhanahu wa ta’ala berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q. Ar-Ruum: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ummu Salamah radhiallahu anha, beliau berkata, aku telah mendengar Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda: &lt;em&gt;“Apabila terjadi kemaksiatan pada umatku, pasti Allah –subhanahu wa ta’ala mengirimkan adzab dari sisiNya kepada mereka semua.”&lt;br /&gt;Ummu Salamah –radhiallahu anha bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah tidak ada orang baik pada mereka saat itu?”&lt;br /&gt;Beliau –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam menjawab: “Ya, ada.”&lt;br /&gt;Ummu Salamah –radhiallahu anha bertanya lagi: “Bagaimana dengan mereka?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab: “Mereka terkena sebagaimana manusia lain, kemudian mereka mendapat ampunan dan keridhaan Allah –subhanahu wa ta’ala.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;MUHASABAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita semua melakukan muhasabah atau introspeksi atas semua perbuatan yang kita lakukan, apakah perbuatan tersebut telah benar ataukah belum? Apakah kita telah meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan ataukah masih terus menerus melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat tingkatan dosa yang harus kita hindari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Syirik atau menyekutukan Allah –subhanahu wa ta’ala. Ini adalah dosa yang paling besar dan Allah –subhanahu wa ta’ala tidak akan mengampuni apabila pelakunya meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat. Allah –subhanahu wa ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Qs. An-Nisaa’: 48). Alangkah banyak kesyirikan ada masa sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Bid’ah atau penyimpangan dalam beragama yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam, baik penyimpangan dalam aqidah atau amaliah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: &lt;em&gt;“Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”&lt;/em&gt; (Qs. Al-Kahfi: 103-104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kedhaliman-kedhaliman, yaitu dosa-dosa yang berupa kedhaliman dan ada keterkaitan dengan orang lain, seperti mengambil harta orang lain tanpa hak, memfitnah orang lain dll. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dhalim.” (Qs. Ali ‘Imran: 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kemaksiatan-kemaksiatan yang berhubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala selain ketiga di atas. Allah –subhanahu wa ta’ala berfirman tentang ahli surga: “Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji.” (Qs. Asy-Syura: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang membantu dan memberikan sumbangan kepada mereka yang tertimpa musibah hendaklah ikhlas dalam memberikan semua itu dan semata-mata karena Allah subhanahu wa ta’ala dan mengharap ridhaNya, karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak menerima amal apapun kecuali yang ikhlas dan mengharapkan ridha-Nya.&lt;br /&gt;Rasulullah –sallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda: “Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang ikhlas dan hanya mengharapkan wajahNya.” (HR. An-Nasa’i dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada kita semua pahala dan balasan kebaikan, amien ya Robbal ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Al-Qur’an dan Tejemahnya.&lt;br /&gt;2.Ad-Da’ Wa Ad-Dawa’, Ibnul Qayyim. Tahqiq, ta’liq dan takhrij Ali bin Hasan bin Ali bin Abdil Hamid Al-Halabi Al-Atsari. Cetakan ketiga th 1419H / 1998M. Penerbit Dar Ibnil Jauzi KSA.&lt;br /&gt;3.Tazkiyatun Nufus, Syaikh Ahmad Farid. Edisi Revisi Hanya Memuat Hadis-Hadis Sahih, Cetakan th 1419 H / 1998M. Penerbit Dar Al-Aqidah Litturats, Iskandariyah.&lt;br /&gt;4.Tuhfatul Maridh, Abdullah bin Ali Al-Ju’aitsin. Cetakan pertama th 1415 H / 1994 M. Penerbit Dar Al-Wathan Riyadh KSA. Dll.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Abdullah Shaleh Hadrami&lt;br /&gt;Artikel www.PengusahaMuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1986521294710182553?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1986521294710182553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1986521294710182553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1986521294710182553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1986521294710182553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/10/muhasabah-pasca-gempa.html' title='Muhasabah Pasca Gempa'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6561871706535963360</id><published>2009-09-17T22:19:00.001+04:00</published><updated>2009-09-17T22:23:36.667+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>TAKBIR PADA IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA</title><content type='html'>TAKBIR PADA IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al Halabi Al Atsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, mudah-mudahan kalian mau bersyukur".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pasti riwayat bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Beliau keluar pada hari Idul fitri, maka beliau bertakbir hingga tiba di mushalla (tanah lapang), dan hingga ditunaikannya shalat. Apabila beliau telah menunaikan shalat, beliau menghentikan takbir"[&lt;/em&gt;1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Berkata Al-Muhaddits Syaikh Al Albani :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam hadits ini ada dalil disyari'atkannya melakukan takbir secara jahr (keras/bersuara) di jalanan menuju mushalla sebagaimana yang biasa dilakukan kaum muslimin. Meskipun banyak dari mereka mulai menganggap remeh sunnah ini hingga hampir-hampir sunnah ini sekedar menjadi berita ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk yang baik untuk disebutkan dalam kesempatan ini adalah bahwa mengeraskan takbir disini tidak disyari'atkan berkumpul atas satu suara (menyuarakan takbir secara serempak dengan dipimpin seseorang -pent) sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang. Demikian pula setiap dzikir yang disyariatkan untuk mengeraskan suara ketika membacanya atau tidak disyariatkan mengeraskan suara, maka tidak dibenarkan berkumpul atas satu suara seperti yang telah disebutkan. Hendaknya kita hati-hati dari perbuatan tersebut[2], dan hendaklah kita selalu meletakkan di hadapan mata kita bahwa sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang waktu takbir pada dua hari raya, maka beliau rahimahullah menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah, pendapat yang paling benar tentang takbir ini yang jumhur salaf dan para ahli fiqih dari kalangan sahabat serta imam berpegang dengannya adalah : &lt;em&gt;Hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq ( tanggal 11,12,13 Dzulhijjah), dilakukan setiap selesai mengerjakan shalat, dan disyariatkan bagi setiap orang untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar untuk shalat Id.&lt;/em&gt; Ini merupakan kesepakatan para imam yang empat". [Majmu Al -Fatawa 24/220 dan lihat 'Subulus Salam' 2/71-72]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan : Ucapan beliau rahimahullah : '(dilakukan) setelah selesai shalat' -secara khusus tidaklah dilandasi dalil. Yang benar, takbir dilakukan pada setiap waktu tanpa pengkhususan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menunjukkan demikian adalah ucapan Imam Bukhari dalam kitab 'Iedain dari "Shahih Bukhari" 2/416 : "Bab Takbir pada hari-hari Mina, dan pada keesokan paginya menuju Arafah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Radliallahu 'anhu pernah bertakbir di kubahnya di Mina. Maka orang-orang yang berada di masjid mendengarnya lalu mereka bertakbir dan bertakbir pula orang-orang yang berada di pasar hingga kota Mina gemuruh dengan suara takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar pernah bertakbir di Mina pada hari-hari itu dan setelah shalat (lima waktu), di tempat tidurnya, di kemah, di majlis dan di tempat berjalannya pada hari-hari itu seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maimunnah pernah bertakbir pada hari kurban, dan para wanita bertakbir di belakang Aban bin Utsman dan Umar bin Abdul Aziz pada malam-malam hari Tasyriq bersama kaum pria di masjid".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi hari Idul Fitri dan Idul Adha, Ibnu Umar mengeraskan takbir hingga ia tiba di mushalla, kemudian ia tetap bertakbir hingga datang imam. [Diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni, Ibnu Abi Syaibah dan selainnya dengan isnad yang shahih. Lihat "Irwaul Ghalil' 650]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang yang aku ketahui, tidak ada hadits nabawi yang shahih tentang tata cara takbir. Yang ada hanyalah tata cara takbir yang di riwayatkan dari sebagian sahabat, semoga Allah meridlai mereka semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Ibnu Mas'ud, ia mengucapkan takbir dengan lafadh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamdu.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah segala pujian". [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan isnad yang shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dengan lafadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, wa lillahil hamdu, Allahu Akbar, wa Ajalla Allahu Akbar 'alaa maa hadanaa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi Allah lah segala pujian, Allah Maha Besar dan Maha Mulia, Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikannya pada kita". [Diriwayatkan oleh Al Baihaqi 3/315 dan sanadnya shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrazzaq[3] -dan dari jalannya Al-Baihaqi dalam "As Sunanul Kubra" (3/316)- meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Salman Al- Khair Radliallahu anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Agungkanlah Allah dengan mengucapkan : Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar kabira".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang awam yang menyelisihi dzikir yang diriwayatkan dari salaf ini dengan dzikir-dzikir lain dan dengan tambahan yang dibuat-buat tanpa ada asalnya. Sehingga Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam "Fathul Bari (2/536) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada masa ini telah diada adakan suatu tambahan[4] dalam dzikir itu, yang sebenarnya tidak ada asalanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Ahkaamu Al'Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid al-Halabi Al-Atsari hal. 19-22, terbitan Pustaka Al-Haura', penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam "Al-Mushannaf" dan Al-Muhamili dalam "Kitab Shalatul 'Iedain" dengan isnad yang shahih akan tetapi hadits ini mursal. Namun memiliki pendukung yang menguatkannya. Lihat Kitab "Silsilah Al Hadits As-Shahihah" (170). Takbir pada Idul Fithri dimulai pada waktu keluar menunaikan shalat Ied&lt;br /&gt;[2]. Silsilah Al Hadits As-Shahihah 91/121) Syaikh Al Alamah Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah memiliki risalah tersendiri tentang pengingkaran takbir yang dilakukan secara berjamaah. Risalah ini sedang di cetak.&lt;br /&gt;[3]. Aku tidak melihatnya dalam kitabnya "Al Mushannaf".&lt;br /&gt;[4]. Bahkan tambahan yang banyak !! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6561871706535963360?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6561871706535963360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6561871706535963360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6561871706535963360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6561871706535963360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/takbir-pada-idul-fithri-dan-idul-adha.html' title='TAKBIR PADA IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1794669943056188631</id><published>2009-09-16T14:30:00.003+04:00</published><updated>2009-09-16T14:45:20.813+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>LAILATUR QADAR</title><content type='html'>&lt;strong&gt;LAILATUR QADAR &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Lailatul Qadar ini sangat besar karena malam kesaksian turunnya Alquran, mengantarkan orang yang berpegang padanya ke jalan keagungan dan kemuliaan, serta mengangkatnya ke puncak ketinggian dan keabadian. Umat Islam yang selalu mengikuti sunah Rasulullah saw selangkah demi selangkah tidak perlu mengibarkan bendera atau membangun gapura besar untuk menyambut malam tersebut, tetapi dia hanya perlu berlomba-lomba untuk bangun malam dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, wahai saudaraku, beberapa ayat Alquran dan juga hadis-hadis Nabi yang permanen yang disebutkan berkenaan dengan Lailatul Qadar ini, yang dapat diuraikan sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;1. Keutamaan Lailatul Qadar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadar ditetapkan mempunyai nilai yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;"Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampati terbit fajar." &lt;/em&gt;(Al-Qadr: 1--5). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu semua urusan dipecahkan dengan penuh kebijaksanaan. Allah SWT berfirman, &lt;em&gt;"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh kebijaksanaan, yaitu urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya kami adalah yg mengutus para rasul, sebagai rahmat dari Rabmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui." &lt;/em&gt;(Ad-Dukhan: 3--6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktu Lailatul Qadar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Nabi saw. bahwa waktu Lailatul Qadar itu jatuh pada malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, atau ke-29, serta malam terakhir dari bulan Ramadan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafifi (semoga Allah merahmatinya), Mengatakan, "Menurut saya, wallahu a'lam, seakan-akan Nabi memberikan jawaban atas apa yang ditanyakan kepada beliau. Ditanyakan kepada beliau, 'Apakah kita bisa mendapatkannya pada malam anu?' Beliau menjawab, 'Capailah Lailatul Qadar itu pada malam anu'." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang paling rajih adalah pendapat yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar itu jatuh pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadan. Hal tersebut telah ditunjukkan oleh hadis Aisyah r.a. yang menceritakan, &lt;em&gt;"Rasulullah selalu bangun pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan seraya berkata, 'Dapatkanlah (dalam sebuah riwayat disebutkan: carilah) Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadan.&lt;/em&gt; (HR Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang hamba tidak mampu, jangan sampai tertinggal untuk mengejar tujuh malam terakhir. Hal itu sesuai dengan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., yang bercerita, Rasulullah saw. pernah bersabda, &lt;em&gt;"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang di antara kalian tidak mampu atau lemah, maka hendaklah dia tidak ketinggalan untuk mengejar tujuh malam yang tersisa." &lt;/em&gt;(HR Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menafsirkan sabda Rasulullah saw., "Aku melihat pandangan kalian telah lemah. Oleh karena itu, barang siapa yang hendak mencarinya, maka hendaklah dia mencarinya pada tujuh malam terakhir." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui dari sunah bahwa pengetahuan mengenai Lailatul Qadar ini tidak diberikan karena manusia saling berselisih. Dari Ubadah bin Ash-Shamit r.a., dia bercerita, &lt;em&gt;"Nabi saw. pernah keluar rumah pada (malam) Lailatul Qadar, lalu ada dua orang muslim yang berselisih, maka beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku keluar untuk memberi tahu kalian mengenai Lailatul Qadar,' lalu si Fulan dan si Fulan berselisih sehingga pengetahuannya tidak diberikan. Mudah-mudahan hal tersebut lebih baik bagi kalian. Oleh karena itu, carilah pada malam ke-9, ke-7, dan ke-5 (dan dalam riwayat lain disebutkan: pada malam ke-7, ke-9, dan ke-5)." &lt;/em&gt;(HR Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan: ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa Lailatul Qadar itu jatuh pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan. Ada juga pendapat lain yang menyebutkan bahwa Lailatur Qadar itu jatuh pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir. Yang pertama bersifat umum, sedangkan pendapat kedua bersifat khusus. Yang khusus didahulukan dari yang bersifat umum. Ada beberapa hadis lain yang menunjukkan bahwa Lailatur Qadar itu jatuh pada tujuh malam yang tersisa, dan yang ini terikat kepada ketidakmampuan dan kelemahan sehingga tidak ada masalah. Di sini hadis-hadis tersebut berkesesuaian dan tidak bertentangan, sepakat dan tidak bertolak belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkas kata bahwa seorang muslim mencari Lailatur Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan, yaitu malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, atau ke-29. Jika seseorang tidak mampu atau lemah untuk mengejarnya pada malam-malam ganjil terakhir, maka hendaklah dia mengejarnya pada tujuh malam ganjil yang tersisa, yaitu malam ke-25, ke-27, dan ke-29. wallahu a'lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana Seorang Muslim Mendapatkan Lailatul Qadar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang diharamkan mendapatkan malam yang penuh berkah itu berarti dia telah diharamkan dari semua kebaikan, dan tidaklah seseorang diharamkan dari kebaikannya, melainkan dia benar-benar merugi. Oleh karena itu, dianjurkan kepada orang muslim yang benar-benar taat kepada Allah untuk menghidupkan Lailatur Qadar dengan penuh keimanan dan penuh harapan akan pahalanya yang besar. Jika dia mengerjakan hal tersebut, niscaya Allah akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosa yang lalu. Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa mendirikan ibadah pada (malam Lailatur Qadar dengan penuh keimanan dan harapan akan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunahkan untuk membaca doa sekaligus memperbanyaknya. Telah diriwayatkan dari Aisyah r.a., dia bercerita, "Pernah kutanyakan, &lt;em&gt;'Wahai Rasulullah, bagaimana pandanganmu jika aku mendapatkan Lailatur Qadar, apa yang mesti aku ucapkan?' Beliau bersabda, 'Bacalah: Allaahumma innaka 'afuwun, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, yang mencintai maaf. Karena itu, berilah maaf kepadaku)'."&lt;/em&gt; (HR Tirmizi dan Ibnu Majah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, mudah-mudahan Allah memberi berkah dan petunjuk kepada Anda untuk senantiasa taat kepada-Nya, kini Anda telah mengetahui hakikat Lailatur Qadar ini. Oleh karena itu, berusahalah untuk bangun malam pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan, dan menghidupkannya dengan ibadah serta meninggalkan hubungan suami-istri. Perintahkanlah keluargamu untuk melakukan hal yang sama serta perbanyaklah ketaatan pada malam tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a., dia bercerita, "Jika memasuki sepuluh malam terakhir, Nabi memperkuat ikatan kainnya (maksudnya, menghindari campur dengan istri dalam rangka meningkatkan ibdah serta berusaha keras untuk mencari Lailatur Qadar) sambil menghidupkan malam itu serta membangunkan keluarganya." (HR Bukhari dan Muslim). Masih dari Aisyah r.a., "Rasulullah berusaha keras pada sepuluh malam terakhir, yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lainnya." (HR Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Nukil dari: Syekh Salim bin Ied al-Hilali dan Syekh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1794669943056188631?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1794669943056188631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1794669943056188631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1794669943056188631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1794669943056188631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/lailatur-qadar.html' title='LAILATUR QADAR'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-4795951568795872501</id><published>2009-09-13T17:41:00.002+04:00</published><updated>2009-09-13T18:02:50.651+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Zakat Fitrah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Zakat Fitrah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya Islam memilih kalimat zakat untuk mengungkapkan hak harta yang wajib dibayarkan oleh orang yang kaya kepada orang yang miskin. &lt;br /&gt;Secara etimologi zakat berarti pensucian sebagai-mana firman Allah: &lt;br /&gt;Artinya :”&lt;em&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu&lt;/em&gt;”. (Asy-Syams: 9), &lt;br /&gt;dan zakat berarti memuji dan menghargai seperti firman Allah: &lt;br /&gt;Artinya &lt;em&gt;:”Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci”.&lt;/em&gt; (An-Najm: 32) &lt;br /&gt;Zakat juga bermakna tumbuh dan bertambah sebagaimana dikatakan zakatuz zar’i artinya tatkala tum-buhan sedang tumbuh merekah dan bertambah. Semua makna di atas akan terlihat jelas tatkala seseorang telah menunaikan zakat sebagaimana yang akan kami jelas-kan dalam kitab ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ulama syari’ah menjelaskan bahwa yang dimak-sud dengan istilah zakat adalah hak yang berupa harta yang wajib ditunaikan dalam harta tertentu untuk diberikan kepada kelompok tertentu dan dalam waktu tertentu pula. &lt;br /&gt;Zakat adalah hak orang lain bukan pemberian dan karunia dari orang kaya kepada orang miskin. Zakat adalah hak harta yang wajib dibayarkan dan syari’at Islam telah mengkhususkan harta yang wajib dikeluar-kan serta kelompok orang yang berhak menerima zakat, juga menjelaskan secara jelas tentang waktu yang tepat untuk mengeluarkan kewajiban zakat. &lt;br /&gt;Allah SWT memberi dorongan untuk berzakat dengan firmanNya: &lt;br /&gt;Artinya &lt;em&gt;:”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensuci-kan mereka.” &lt;/em&gt;(At-Taubah: 103) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari hadits Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: &lt;br /&gt; &lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah menerima sadaqah dan diambilnya dengan tangan kanan-Nya lalu dikembangkan untuk seseorang di antara kalian, seperti seseorang di antara kalian memelihara anak kuda yang dimilikinya, hingga sesuap makanan menjadi sebesar gunung Uhud”. &lt;/em&gt;(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, hadits ini dishahihkan oleh beliau dari Abu Hurairah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Allah memberi peringatan keras kepada orang-orang yang tidak menunaikan zakat dengan firman-Nya: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas perak itu dalam Neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari yang kamu simpan itu”. &lt;/em&gt;(At-Taubah: 34-35) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah menjelaskan tentang bentuk siksa tersebut dalam haditsnya: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidaklah seseorang yang memiliki simpanan harta lalu tidak mengeluarkan zakatnya melainkan akan dipanaskan dalam Neraka Jahannam, lalu dijadikan lempengan-lempengan yang akan disetrikakan di punggung dan dahinya hingga Allah memutuskan perkara di antara hamba-Nya pada suatu hari yang dihitung sehari sama dengan lima puluh ribu tahun”&lt;/em&gt;. (Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedih dan beratnya siksaan itu dikarenakan hak-hak orang miskin yang tertahan sehingga mereka harus merasakan kepedihan dan kesengsaraan hidup akibat dari ulah orang-orang kaya yang menahan zakat. Islam tidak hanya memberi sanksi di akhirat bahkan di dunia Allah memerintahkan kepada negara untuk mengambil dengan paksa harta zakat dari mereka yang mengha-langi zakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara kelebihan negara Islam adalah nega-ra yang pertama kali dalam sejarah yang mengobarkan peperangan dalam rangka membela hak orang fakir miskin sebagaimana yang terjadi pada zaman pemerintahan Abu Bakar Ash-Shidiq dengan tegas beliau meme-rangi orang-orang yang menghalangi zakat. &lt;br /&gt;Zakat adalah peraturan yang menjamin dan mem-berantas kesenjangan sosial yang tidak bisa hanya ditanggulangi dengan mengumpulkan sedekah per-orangan yang bersifat sunnah belaka. &lt;br /&gt;Tujuan utama disyari’atkan zakat adalah untuk mengeluarkan orang-orang fakir dari kesulitan hidup yang melilit mereka menuju ke kemudahan hidup mereka sehingga mereka bisa mempertahankan kehidupannya dan tujuan ini tampak jelas pada kelompok penerima zakat dari kalangan gharim (orang terlilit hutang) dan ibnu sabil (orang yang sedang dalam bepergian kehabisan bekal). Zakat juga berfungsi sebagai pembersih hati bagi para penerima dari penyakit hasad dan dengki serta pembersih hati bagi pembayar zakat dari sifat bakhil dan kikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dampak positif bagi perekonomian antara lain mengikis habis penimbunan harta yang membuat perekonomian tidak normal, paling tidak akan terjadi inflasi tiap tahun sebesar 2½ %, dengan membayar zakat maka peredaran keuangan dan transaksinya berjalan secara normal dan akan mampu melindungi stabilitas harga pasar walaupun pasar terancam oleh penimbunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zakat Fitrah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Setiap muslim wajib membayar zakat fitrah setelah matahari terbenam akhir bulan Ramadhan dan lebih utama jika dibayarkan sebelum keluar shalat Idul Fitri dan boleh dibayarkan dua hari sebelum hari raya 1 , demi menjaga kemaslahatan orang fakir. Dan haram mengakhirkan pembayaran zakat fitrah hingga habis shalat dan barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, maka harus menggantinya.2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Seorang muslim wajib membayar zakat untuk dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya seperti isterinya, anaknya, dan pembantunya yang muslim. Akan tetapi boleh bagi seorang isteri atau anak atau pembantu membayar zakat sendiri.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kadar zakat fitrah yang harus dibayar3 adalah satu sha’ dari makanan pokok negara setempat, dan satu sha’ untuk ukuran sekarang kira-kira 2,176 kg (keten-tuan ini sesuai makanan pokok gandum). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita bisa menggunakan tangan untuk menjadi takaran dengan cara kita penuhi kedua telapak tangan sebanyak empat kali. Karena satu mud sama dengan genggaman dua telapak tangan orang dewasa dan satu sha’ sama dengan empat mud. &lt;br /&gt;Contoh: Seseorang mempunyai satu isteri dan empat orang anak serta satu pembantu muslim, berapa dia harus membayar zakat fitrah untuk mereka? &lt;br /&gt;Dengan ukuran sha’ dia harus membayar 7 x 1 sha’ = 7 sha’ &lt;br /&gt;Dengan takaran atau timbangan sekarang berupa gandum: 7 x 2,176 kg = 15,232 kg atau lima belas kilo dua ratus tiga puluh dua gram. &lt;br /&gt;Dan dengan kita meraup gandum dengan dua tela-pak tangan: 7 x 4 = 28 kali raupan dari makanan pokok baik berupa korma, gandum, anggur kering, susu ke-ring, jagung atau beras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dianjurkan mengeluarkan zakat dengan makanan4 , Imam Abu Hanifah membolehkan membayar dengan uang dan ini pendapat yang lebih mudah terlebih bagi lingkungan industri.5 &lt;br /&gt;Kadar nilai zakat disesuaikan dengan harga makan-an pokok masing-masing negara, jika seseorang ingin membayar zakat dengan korma sebanyak dua puluh kilo, maka hendaknya dia harus menanyakan harga kor-ma per kilo untuk ukuran korma sedang, lalu dihitung dengan mata uang setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Berhak Menerima Zakat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Kefaqiran dan Kekurangan &lt;br /&gt;2. Orang yang Tidak Mampu Bekerja dan Pengangguran yang Terpaksa &lt;br /&gt;3. Biaya Pengumpulan dan Pembagian Zakat &lt;br /&gt;4. Orang yang Diharapkan Keislamannya &lt;br /&gt;5. Pemerdekaan Budak dan Pembebasan Sandera &lt;br /&gt;6. Membayar Utang Orang-orang yang Terhimpit utang &lt;br /&gt;7. Jihad dan Perang di Jalan Allah &lt;br /&gt;8. Orang yang Sedang Bepergian dan Mendapat Kecelakaan &lt;br /&gt;• Fakir adalah orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk para pegawai kelas rendah yang berpenghasilan kecil. &lt;br /&gt;• Miskin adalah orang yang tidak mampu berusaha atau berkarya lagi6 karena cacat atau gangguan lain seperti orang buta, lumpuh atau pengangguran yang tidak terelakkan. &lt;br /&gt;• Amil pengelola zakat yaitu orang yang diangkat oleh pemerintah untuk menangani pengumpulan, penghitungan dan pembagian zakat. &lt;br /&gt;• Mu’allaf adalah orang yang diharapkan keIslamannya atau orang yang goyah keislamannya. Boleh memberikan zakat kepada non muslim yang terlihat ada kecenderungan terhadap Islam atau orang-orang yang baru masuk Islam agar tetap teguh dalam memeluk Islam. &lt;br /&gt;• Budak untuk sekarang ini bagiannya boleh disalurkan untuk melepas tawanan atau sandera7 Islam yang ditawan oleh musuh Islam sebagaimana pendapat Imam Ahmad. &lt;br /&gt;• Gharim adalah orang yang terhimpit oleh utang sementara tidak ada harta untuk pengembalian utang tersebut, dengan syarat hutang tersebut untuk keperluan hal-hal yang mubah. &lt;br /&gt;• Fi Sabilillah adalah orang-orang yang tertahan di medan jihad dalam rangka menegakkan agama Allah. &lt;br /&gt;• Ibnu Sabil adalah orang yang sedang bepergian yang tidak mampu melanjutkan perjalanan karena sedang kehabisan bekal, kehilangan atau kecopetan, termasuk juga anak-anak jalanan dan gelandangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A). Dalil syar’i &lt;br /&gt;Dalil syar’i dari pembagian kelompok di atas berdasarkan firman Allah: &lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengeta-hui lagi Maha Bijaksana”. &lt;/em&gt;(At-Taubah: 60) &lt;br /&gt;Orang-orang yang tidak boleh menerima zakat &lt;br /&gt;Orang kaya, yaitu orang yang berkecukupan atau mempunyai harta yang sampai senisab. &lt;br /&gt;Orang yang kuat yang mampu berusaha untuk mencukupi kebutuhannya dan jika penghasilannya tidak mencukupi, maka boleh mengambil zakat. &lt;br /&gt;Orang kafir di bawah perlindungan negara Islam ke-cuali jika diharapkan untuk masuk Islam. &lt;br /&gt;Bapak ibu atau kakek nenek hingga ke atas atau anak-anak hingga ke bawah atau isteri dari orang yang mengeluarkan zakat, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawabnya. Dibolehkan menyalurkan zakat kepada selain mereka seperti saudara laki-laki, saudara perempuan, paman dan bibi dengan syarat mereka dalam keadaan membutuhkan. &lt;br /&gt;Setiap muslim hendaknya berhati-hati dalam me-nyalurkan zakatnya dan berusaha sesuai dengan anjuran syari’at, setelah berusaha dan berhati-hati ternyata keliru atau kurang tepat, maka dia dimaafkan dan tidak diperintahkan untuk mengulangi dalam membayar zakat tersebut. &lt;br /&gt;Jika tidak berhati-hati dalam menyalurkan zakat-nya kemudian ternyata salah penempatan tidak sampai pada yang berhak, maka dia wajib mengulangi dalam membayar zakat .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut ijma’ para ulama dibolehkan menyalurkan zakat ke daerah lain asalkan daerah tempat tinggalnya sudah tidak membutuhkan lagi. Jika memang kondisi sangat membutuhkan seperti salah seorang kerabat yang tinggal di daerah lain membutuhkan atau daerah lain lebih membutuhkan karena kemiskinan atau kelapar-an seperti yang terjadi di Afrika atau jihad di Afganistan atau kemiskinan yang terjadi di Banglades. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan mendahulukan pembayaran zakat dua tahun sebelum datang waktu haul (putaran tahun zakat)8 ada pun mengakhirkan setelah datang waktu pembayaran tidak boleh, kecuali ada maslahat tertentu yang jelas, seperti mengakhirkan pembayaran zakat karena menunggu orang fakir yang sedang merantau jauh atau kerabat yang sedang membutuhkan. &lt;br /&gt;Zakat tidak gugur karena ditunda-tunda, barang-siapa yang bertahun-tahun tidak membayar zakat, maka dia harus membayar zakat seluruh tahun yang telah berlalu dan belum dibayarkan zakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya seseorang yang memberikan zakat kepada orang fakir tidak memberitahukan kepadanya bahwa pemberian tersebut adalah harta zakat, demikian itu untuk menjaga perasaannya. &lt;br /&gt;Sebagian ulama9 membolehkan membayar zakat dengan piutang, artinya jika seseorang mempunyai piutang pada orang lain sementara orang tersebut susah hidup, maka boleh piutang tersebut dibebaskan sebagai zakat yang dibayarkan kepada orang tersebut karena demikian itu sama halnya membayar zakat kepada orang yang sedang membutuhkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;FOOT NOTE&lt;br /&gt;1] Menurut madzhab Hambali boleh mengeluarkan zakat setelah pertengahan bulan Ramadhan, pendapat ini lebih mempermudah khususnya bagi negara yang menangani langsung pembayaran zakat fitrah, atau jika yang menangani itu yayasan-yayasan sosial, sehingga mempermudah mereka dalam pengumpulan dan pembagiannya pada hari Ied.&lt;br /&gt;2] Lihat Nailul Authar, 4/195. Fiqhuz Zakah: 1/155.&lt;br /&gt;3] Dalam zakat fitrah tidak mengenal nisab, di saat ada kelebihan dari kebutuhan makanan pada malam hari raya untuk dirinya dan keluarga-nya, maka seseorang wajib membayar zakat fitrah.&lt;br /&gt;4] Para ulama madzhab tiga (Imam Malik, Syafi’i dan Ahmad) tidak membolehkan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang.&lt;br /&gt;5] Fiqhuz Zakah , 1/949. Penulis pernah membuat semacam ide yang disampaikan lewat mimbar pada tahun 1404 H. hendaknya zakat fitrah dikelola oleh pemerintah atau Lembaga Islam kemudian disalurkan kepada yang berhak dan yang membutuhkan baik di dalam maupun luar negeri khususnya negara-negara yang terkena krisis seperti negara Afrika atau Asia yang banyak menderita kelaparan. Apalagi kristenisasi sangat gencar dengan berkedok bantuan sosial berupa makanan atau obat-obatan untuk bantuan kelaparan dan bencana alam dimanfaatkan untuk pemurtadan sehingga banyak di antara kaum muslimin yang keluar dari Islam hanya karena sesuap nasi seperti yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;Jika zakat fitrah tersebut bisa dikumpulkan setelah pertengahan bulan Ramadhan, maka sangat mungkin zakat fitrah tersebut disalurkan kepada yang berhak pada waktu itu juga. Dengan demikian pada saat hari raya orang-orang kelaparan bisa merasa kenyang dan kecukupan, bila tidak apa mungkin seseorang dipaksa bergembira di hari raya sementara kela-paran melilitnya. &lt;br /&gt;6]Miskin diambil dari kata sukun yang berarti tidak mampu bergerak.&lt;br /&gt;7] Jika ada budak, maka zakat digunakan untuk memerdekakan budak.&lt;br /&gt;8] Demikian itu berdasarkan tindakan Abbas yang pernah mendahulukan pembayaran zakat pada zaman Rasulullah. Madzhab Hanafi tidak memberi batasan tahun yang boleh didahulukan (lihat Hasyiyah Ibnu Abidin 2/29-30).&lt;br /&gt;9] Di antara mereka adalah Al Hasan Al Basr, ‘Atha’ dan Ibnu Hazm, lihat Al-Muhalla, 5/105&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari “Panduan Praktis Menghitung Zakat” di situs www.alsofwah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-4795951568795872501?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/4795951568795872501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=4795951568795872501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4795951568795872501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4795951568795872501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/zakat-fitrah.html' title='&lt;strong&gt;Zakat Fitrah&lt;/strong&gt;'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-659986668456647101</id><published>2009-09-13T13:11:00.001+04:00</published><updated>2009-09-13T13:24:53.510+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Puasa Syawal: Puasa Seperti Setahun Penuh</title><content type='html'>Puasa Syawal: Puasa Seperti Setahun Penuh&lt;br /&gt;Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Qudsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib. Di antara puasa sunnah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam anjurkan setelah melakukan puasa wajib (puasa Ramadhan) adalah puasa enam hari di bulan Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan untuk Puasa Enam Hari di Bulan Syawal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. Sedangkan Imam Malik dan Abu Hanifah menyatakan makruh. Namun pendapat mereka ini lemah karena bertentangan dengan hadits yang tegas ini. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Syawal, Puasa Seperti Setahun Penuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat ini bagi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan dan Dilakukan di Awal Ramadhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.” Oleh karena itu, boleh saja seseorang berpuasa syawal tiga hari setelah Idul Fithri misalnya, baik secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran. Namun, apabila seseorang berpuasa syawal hingga keluar waktu (bulan Syawal) karena bermalas-malasan maka dia tidak akan mendapatkan ganjaran puasa syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqo’dah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunaikanlah Qodho’ (Tanggungan) Puasa Terlebih Dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Adapun puasa sunnah selain puasa Syawal, maka boleh seseorang mendahulukannya dari mengqodho’ puasa yang wajib selama masih ada waktu lapang untuk menunaikan puasa sunnah tersebut. Dan puasa sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Tetapi perlu diingat bahwa menunaikan qodho’ puasa tetap lebih utama daripada melakukan puasa sunnah. Hal inilah yang ditekankan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -semoga Allah merahmati beliau- dalam kitab beliau Syarhul Mumthi’, 3/89 karena seringnya sebagian orang keliru dalam permasalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil permisalan dengan shalat dzuhur. Waktu shalat tersebut adalah mulai dari matahari bergeser ke barat hingga panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Kemudian dia shalat di akhir waktu misalnya jam 2 siang karena udzur (halangan). Dalam waktu ini bolehkah dia melakukan shalat sunnah kemudian melakukan shalat wajib? Jawabnya boleh, karena waktu shalatnya masih lapang dan shalat sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Namun hal ini berbeda dengan puasa syawal karena puasa ini disyaratkan berpuasa ramadhan untuk mendapatkan ganjaran seperti berpuasa setahun penuh. Maka perhatikanlah perbedaan dalam masalah ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh Berniat di Siang Hari dan Boleh Membatalkan Puasa Ketika Melakukan Puasa Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan pertama ini dapat dilihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemui keluarganya lalu menanyakan: “Apakah kalian memiliki sesuatu (yang bisa dimakan, pen)?” Mereka berkata, “tidak” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau begitu sekarang, saya puasa.” Dari hadits ini berarti seseorang boleh berniat di siang hari ketika melakukan puasa sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terkadang berpuasa sunnah kemudian beliau membatalkannya sebagaimana dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha dan terdapat dalam kitab An Nasa’i. (Lihat Zadul Ma’ad, 2/79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan sedikit penjelasan ini dapat mendorong kita melakukan puasa enam hari di bulan Syawal, semoga amalan kita diterima dan bermanfaat pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallaahu ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-659986668456647101?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/659986668456647101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=659986668456647101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/659986668456647101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/659986668456647101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/puasa-syawal-puasa-seperti-setahun.html' title='Puasa Syawal: Puasa Seperti Setahun Penuh'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-783769613967124677</id><published>2009-09-12T17:51:00.000+04:00</published><updated>2009-09-12T17:54:22.974+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hadist Lemah dan Palsu Seputar Ramadhan</title><content type='html'>Islam adalah agama yang ilmiah. Setiap amalan, keyakinan, atau ajaran yang disandarkan kepada Islam harus memiliki dasar dari Al Qur’an dan Hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang otentik. Dengan ini, Islam tidak memberi celah kepada orang-orang yang beritikad buruk untuk menyusupkan pemikiran-pemikiran atau ajaran lain ke dalam ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pentingnya hal ini, tidak heran apabila Abdullah bin Mubarak rahimahullah mengatakan perkataan yang terkenal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإسناد من الدين، ولولا الإسناد؛ لقال من شاء ما شاء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sanad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada sanad, maka orang akan berkata semaunya.” (Lihat dalam Muqaddimah Shahih Muslim, Juz I, halaman 12)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dengan adanya sanad, suatu perkataan tentang ajaran Islam dapat ditelusuri asal-muasalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penting sekali bagi umat muslim untuk memilah hadits-hadits, antara yang shahih dan yang dhaif, agar diketahui amalan mana yang seharusnya diamalkan karena memang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam serta amalan mana yang tidak perlu dihiraukan karena tidak pernah diajarkan oleh beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, akan kami sampaikan beberapa hadits lemah dan palsu mengenai puasa yang banyak tersebar di masyarakat. Untuk memudahkan pembaca, kami tidak menjelaskan sisi kelemahan hadits, namun hanya akan menyebutkan kesimpulan para pakar hadits yang menelitinya. Pembaca yang ingin menelusuri sisi kelemahan hadits, dapat merujuk pada kitab para ulama yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صوموا تصحوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berpuasalah, kalian akan sehat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di Ath Thibbun Nabawi sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), oleh Ath Thabrani di Al Ausath (2/225), oleh Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (3/227).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dhaif (lemah), sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Al Iraqi di Takhrijul Ihya (3/108), juga Al Albani di Silsilah Adh Dha’ifah (253). Bahkan Ash Shaghani agak berlebihan mengatakan hadits ini maudhu (palsu) dalam Maudhu’at Ash Shaghani (51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: jika memang terdapat penelitian ilmiah dari para ahli medis bahwa puasa itu dapat menyehatkan tubuh, makna dari hadits dhaif ini benar, namun tetap tidak boleh dianggap sebagai sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya dikabulkan, dan amalannya pun akan dilipatgandakan pahalanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di Syu’abul Iman (3/1437).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dhaif, sebagaimana dikatakan Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrijul Ihya (1/310). Al Albani juga mendhaifkan hadits ini dalam Silsilah Adh Dha’ifah (4696).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat juga riwayat yang lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الصائم في عبادة و إن كان راقدا على فراشه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang berpuasa itu senantiasa dalam ibadah meskipun sedang tidur di atas ranjangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Tammam (18/172). Hadits ini juga dhaif, sebagaimana dikatakan oleh Al Albani di Silsilah Adh Dhaifah (653).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar, tidur adalah perkara mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah. Maka, sebagaimana perkara mubah yang lain, tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah. Misalnya, seseorang tidur karena khawatir tergoda untuk berbuka sebelum waktunya, atau tidur untuk mengistirahatkan tubuh agar kuat dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, tidak setiap tidur orang berpuasa itu bernilai ibadah. Sebagai contoh, tidur karena malas, atau tidur karena kekenyangan setelah sahur. Keduanya, tentu tidak bernilai ibadah, bahkan bisa dinilai sebagai tidur yang tercela. Maka, hendaknya seseorang menjadikan bulan ramadhan sebagai kesempatan baik untuk memperbanyak amal kebaikan, bukan bermalas-malasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، و قيام ليله تطوعا ، و من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، و من أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، و هو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة ، و شهر المواساة ، و شهر يزاد فيه رزق المؤمن ، و من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه ، و عتق رقبته من النار ، و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا : يا رسول الله ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن ، أو تمرة ، أو شربة من ماء ، و من أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة ، و هو شهر أوله رحمة و وسطه مغفرة و آخره عتق من النار ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, bulan yang agung telah mendatangi kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1. 000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai ibadah tathawwu’ (sunnah). Barangsiapa pada bulan itu mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan,  ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, sedangkan kesabaran itu balasannya adalah surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong. Di dalamnya rezki seorang mukmin ditambah. Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberikan hidangan berbuka kepada seorang yang berpuasa, dosa-dosanya akan diampuni, diselamatkan dari api neraka dan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tadi sedikitpun” Kemudian para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan hidangan berbuka berupa sebutir kurma, atau satu teguk air atau sedikit susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887), oleh Al Mahamili dalam Amaliyyah (293), Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (6/512), Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam At Targhib Wat Tarhib (2/115), juga didhaifkan oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi di Sifatu Shaumin Nabiy (110), bahkan dikatakan oleh Abu Hatim Ar Razi dalam Al ‘Ilal (2/50) juga Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (871) bahwa hadits ini Munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar, di seluruh waktu di bulan Ramadhan terdapat rahmah, seluruhnya terdapat ampunan Allah dan seluruhnya terdapat kesempatan bagi seorang mukmin untuk terbebas dari api neraka, tidak hanya sepertiganya. Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غفر له ما تقدم من ذنبه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.38, Muslim, no.760)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, disebutkan bahwa ampunan Allah tidak dibatasi hanya pada pertengahan Ramadhan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai apa yang diyakini oleh sebagian orang, bahwa setiap amalan sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar  berdasarkan hadits yang lemah ini. Walaupun keyakinan ini tidak benar, sesungguhnya Allah ta’ala melipatgandakan pahala amalan kebaikan berlipat ganda banyaknya, terutama ibadah puasa di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya (2358), Adz Dzahabi dalam Al Muhadzab (4/1616), Ibnu Katsir dalam Irsyadul Faqih (289/1), Ibnul Mulaqqin dalam Badrul Munir (5/710)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al Asqalani berkata di Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341) : “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga didhaifkan oleh Asy Syaukani dalam Nailul Authar (4/301), juga oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Dan doa dengan lafadz yang semisal, semua berkisar antara hadits lemah dan munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan doa berbuka puasa yang tersebar dimasyarakat dengan lafadz:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, aku memohon Rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini tidak terdapat di kitab hadits manapun. Atau dengan kata lain, ini adalah hadits palsu. Sebagaimana dikatakan oleh Al Mulla Ali Al Qaari dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih: “Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan tambahan ‘wabika aamantu’ sama sekali tidak ada asalnya, walau secara makna memang benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar, doa berbuka puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam terdapat dalam hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(’Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud (2357), Ad Daruquthni (2/401), dan dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232 juga oleh Al Albani di Shahih Sunan Abi Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من أفطر يوما من رمضان من غير رخصة لم يقضه وإن صام الدهر كله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang sengaja tidak berpuasa pada suatu hari  di bulan Ramadhan, padahal ia bukan orang yang diberi keringanan, ia tidak akan dapat mengganti puasanya meski berpuasa terus menerus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di Al’Ilal Al Kabir (116), oleh Abu Daud di Sunannya (2396), oleh Tirmidzi di Sunan-nya (723), Imam Ahmad di Al Mughni (4/367), Ad Daruquthni di Sunan-nya (2/441, 2/413), dan Al Baihaqi di Sunan-nya (4/228).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini didhaifkan oleh Al Bukhari, Imam Ahmad, Ibnu Hazm di Al Muhalla (6/183), Al Baihaqi, Ibnu Abdil Barr dalam At Tamhid (7/173), juga oleh Al Albani di Dhaif At Tirmidzi (723), Dhaif Abi Daud (2396), Dhaif Al Jami’ (5462) dan Silsilah Adh Dha’ifah (4557). Namun, memang sebagian ulama ada yang menshahihkan hadits ini seperti Abu Hatim Ar Razi di Al Ilal (2/17), juga ada yang menghasankan seperti Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah (2/329) dan Al Haitsami di Majma’ Az Zawaid (3/171). Oleh karena itu, ulama berbeda pendapat mengenai ada-tidaknya qadha bagi orang yang sengaja tidak berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar -wal ‘ilmu ‘indallah- adalah penjelasan Lajnah Daimah Lil Buhuts Wal Ifta (Komisi Fatwa Saudi Arabia), yang menyatakan bahwa “Seseorang yang sengaja tidak berpuasa tanpa udzur syar’i,ia harus bertaubat kepada Allah dan mengganti puasa yang telah ditinggalkannya.” (Periksa: Fatawa Lajnah Daimah no. 16480, 9/191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تقولوا رمضان فإن رمضان اسم من أسماء الله تعالى ولكن قولوا شهر رمضان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan menyebut dengan ‘Ramadhan’ karena ia adalah salah satu nama Allah, namun sebutlah dengan ‘Bulan Ramadhan.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Sunan-nya (4/201), Adz Dzaahabi dalam Mizanul I’tidal (4/247), Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (8/313), Ibnu Katsir di Tafsir-nya (1/310).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi dalam Al Maudhuat (2/545) mengatakan hadits ini palsu. Namun, yang benar adalah sebagaimana yang dikatakan oleh As Suyuthi dalam An Nukat ‘alal Maudhuat (41) bahwa “Hadits ini dhaif, bukan palsu”. Hadits ini juga didhaifkan oleh Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhu’afa (8/313), An Nawawi dalam Al Adzkar (475), oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari (4/135) dan Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (6768).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar adalah boleh mengatakan ‘Ramadhan’ saja, sebagaimana pendapat jumhur ulama karena banyak hadits yang menyebutkan ‘Ramadhan’ tanpa ‘Syahru (bulan)’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن شهر رمضان متعلق بين السماء والأرض لا يرفع إلا بزكاة الفطر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bulan Ramadhan bergantung di antara langit dan bumi. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali zakat fithri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini disebutkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/157). Al Albani mendhaifkan hadits ini dalam Dhaif At Targhib (664), dan Silsilah Ahadits Dhaifah (43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar, jika dari hadits ini terdapat orang yang meyakini bahwa puasa Ramadhan tidak diterima jika belum membayar zakat fithri, keyakinan ini salah, karena haditsnya dhaif. Zakat fithri bukanlah syarat sah puasa Ramadhan, namun jika seseorang meninggalkannya ia mendapat dosa tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رجب شهر الله ، وشعبان شهري ، ورمضان شهر أمتي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Adz Dzahabi di Tartibul Maudhu’at (162, 183), Ibnu Asakir di Mu’jam Asy Syuyukh (1/186).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini didhaifkan oleh di Asy Syaukani di Nailul Authar (4/334),  dan Al Albani di Silsilah Adh Dhaifah (4400). Bahkan hadits ini dikatakan hadits palsu oleh banyak ulama seperti Adz Dzahabi di Tartibul Maudhu’at (162, 183), Ash Shaghani dalam Al Maudhu’at (72), Ibnul Qayyim dalam Al Manaarul Munif (76), Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Tabyinul Ujab (20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من فطر صائما على طعام وشراب من حلال صلت عليه الملائكة في ساعات شهر رمضان وصلى عليه جبرائيل ليلة القدر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memberi hidangan berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang halal, para malaikat bershalawat kepadanya selama bulan Ramadhan dan Jibril bershalawat kepadanya di malam lailatul qadar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Al Majruhin (1/300), Al Baihaqi di Syu’abul Iman (3/1441), Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Adh Dhuafa (3/318), Al Mundziri dalam At Targhib Wat Tarhib (1/152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini didhaifkan oleh Ibnul Jauzi di Al Maudhuat (2/555), As Sakhawi dalam Maqasidul Hasanah (495), Al Albani dalam Dhaif At Targhib (654)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar,orang yang memberikan hidangan berbuka puasa akan mendapatkan pahala puasa orang yang diberi hidangan tadi, berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر . قالوا : وما الجهاد الأكبر ؟ قال : جهاد القلب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita telah kembali dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar.” Para sahabat bertanya: “Apakah jihad yang besar itu?” Beliau bersabda: “Jihadnya hati melawan hawa nafsu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrijul Ihya (2/6) hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Az Zuhd. Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Takhrijul Kasyaf (4/114) juga mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh An Nasa’i dalam Al Kuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini adalah hadits palsu. Sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam di Majmu Fatawa (11/197), juga oleh Al Mulla Ali Al Qari dalam Al Asrar Al Marfu’ah (211). Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (2460) mengatakan hadits ini Munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini sering dibawakan para khatib dan dikaitkan dengan Ramadhan, yaitu untuk mengatakan bahwa jihad melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan lebih utama dari jihad berperang di jalan Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Hadits ini tidak ada asalnya. Tidak ada seorang pun ulama hadits yang berangapan seperti ini, baik dari perkataan maupun perbuatan Nabi. Selain itu jihad melawan orang kafir adalah amal yang paling mulia. Bahkan jihad yang tidak wajib pun merupakan amalan sunnah yang paling dianjurkan.” (Majmu’ Fatawa, 11/197). Artinya, makna dari hadits palsu ini pun tidak benar karena jihad berperang di jalan Allah adalah amalan yang paling mulia. Selain itu, orang yang terjun berperang di jalan Allah tentunya telah berhasil mengalahkan hawa nafsunya untuk meninggalkan dunia dan orang-orang yang ia sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال وائلة : لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عيد فقلت : تقبل الله منا ومنك ، قال : نعم تقبل الله منا ومنك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’ilah berkata, “Aku bertemu dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pada hari Ied, lalu aku berkata: Taqabbalallahu minna wa minka.” Beliau bersabda: “Ya, Taqabbalallahu minna wa minka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Al Majruhin (2/319), Al Baihaqi dalam Sunan-nya (3/319), Adz Dzahabi dalam Al Muhadzab (3/1246)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini didhaifkan oleh Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil Fid Dhuafa (7/524), oleh Ibnu Qaisirani dalam Dzakiratul Huffadz (4/1950), oleh Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (5666).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar, ucapan ‘Taqabbalallahu Minna Wa Minka’ diucapkan sebagian sahabat berdasarkan sebuah riwayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض : تقبل الله منا ومنك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294), dishahihkan oleh Al Albani dalam Tamamul Minnah (354). Oleh karena itu, boleh mengamalkan ucapan ini, asalkan tidak diyakini sebagai hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خمس تفطر الصائم ، وتنقض الوضوء : الكذب ، والغيبة ، والنميمة ، والنظر بالشهوة ، واليمين الفاجرة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima hal yang membatalkan puasa dan membatalkan wudhu: berbohong, ghibah, namimah, melihat lawan jenis dengan syahwat, dan bersumpah palsu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Al Jauraqani di Al Abathil (1/351), oleh Ibnul Jauzi di Al Maudhu’at (1131)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini adalah hadits palsu, sebagaimana dijelaskan Ibnul Jauzi di Al Maudhu’at (1131), Al Albani dalam Silsilah Adh Dhaifah (1708).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar, lima hal tersebut bukanlah pembatal puasa, namun pembatal pahala puasa. Sebagaimana hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل ، فليس لله حاجة أن يدع طعامه وشرابه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, serta mengganggu orang lain, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya.” (HR. Bukhari, no.6057)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga Allah memberi kita taufiq untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam yang sahih. Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada kita di bulan mulia ini. Semoga amal-ibadah di bulan suci ini kita berbuah pahala di sisi Rabbuna Jalla Sya’nuhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh: Yulian Purnama&lt;br /&gt;Muraja’ah: Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-783769613967124677?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/783769613967124677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=783769613967124677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/783769613967124677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/783769613967124677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/hadist-lemah-dan-palsu-seputar-ramadhan.html' title='Hadist Lemah dan Palsu Seputar Ramadhan'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-888749147086899877</id><published>2009-09-07T17:41:00.001+04:00</published><updated>2009-09-07T17:46:37.697+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Ramadhan Bulan Berkah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ramadhan Bulan Berkah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ikhwati wa akhowati fillaah rahimakumullah, Salah satu sifat Allah SWT adalah Ia memiliki irodah (kehendak), sebagaimana firmanNya : "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)." (QS Al Qoshosh [28]:68). Allah memilih sesuatu yang dikehendakiNya. Allah memilih tempat yang dikehendakiNya. Allah memilih manusia yang dikehendakiNya, pilihanNya sendiri ada yang menjadi Rasul, pemimpin negara, cendekia, dsb. Allah memilih gua Hiro' yang dikehendakiNya sebagai tempat pertemuan Rasul dan Malaikat Jibril. Allah memilih Mekkah yang dikehendakiNya sebagai kiblat kaum Muslimin dan memilih pula kota Madinah sebagai basis pertahanan Rasulullah dalam menyebarkan risalah Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185. Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu halnya dengan bulan Ramadhan, sebab Allah tidak akan mengatakan Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan kepada sahabatnya : "Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani) Dalam sabdanya yang lain : "Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menengok ke belakang, melihat sirah Rasulullah SAW kita akan melihat betapa banyaknya kejadian penting terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Bulan diturunkannya Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]:185) Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata : "Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al Qur-an. Karenanya, Allah SWT mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni puasa (shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Ilahi yang Maha Quddus. Al Qur-an adalah suatu kitab yang tiada bandingannya, pemisah yang haq dan bathil, berlaku sepanjang masa, dan menjadi pengikat seluruh ummat Islam di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. Bulan diturunkannya kitab-kitab suci lainnya. Di bulan ini pula, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: "Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al Qur-an diturunkan pada 24 Ramadhan." (HR. Ahmad) Itulah keberkahan bulan Ramadhan, bulan turunnya ayat-ayat Qouliyyah, minhajul hayah bagi keberadaan manusia di muka bumi, penunjuk jalan bagi orang-orang yang mau mensucikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badr. Perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin, dimana perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Perang Badr dinamakan Allah dengan sebutan "yaumul furqon" (hari pembeda antara yang haq dan bathil), sebagaimana firmanNya : "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS Al Anfal [8]:41. Muhammad Qutb mengatakan dalam tafsirnya bahwa perang ini dari awal hingga akhirnya adalah rencana Allah SWT yang dilaksanakan dengan pimpinan dan bantuanNya. Dimana dalam jalannya pertempuran, Allah SWT memenangkan kaum Muslimin yang mempunyai personil dan persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya. Namun itu bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan ruhiyyah mereka dengan keyakinan akan kebenaran janji Allah SWT. Peperangan ini membuahkan babakan baru dalam sistem gerakan Islam. Perang ini memperbaharui kondisi ummat Islam, setelah dengan sabar dan tabah menempuh tahapan-tahapan perjuangan da'wah. Lahir tatanan baru dalam kehidupan manusia, bagi penerapan hak-hak asasi serta sistem dan struktur baru bagi masyarakat dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah. Peristiwa "fathul makkah" terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, sekitar 10000 kaum Muslim mendatangi Makkah dari segala penjuru. Pada saat itulah terjadi fenomena kemenangan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah manapun, dimana semua musuh, hingga para pemimpinnya menerima dan mengikuti agama lawan. Ini tidak terjadi melainkan dalam sejarah Islam. Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan akidah, kalimat tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar. Dijelaskan dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr [97]:1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang dipilih untuk pelaksanaan puasa dan pemindahan qiblat. Firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. " QS Al Baqarah [2] : 183. Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan qiblat ummat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram inipun menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan ahlul kitab. Berbeda pula kiblat Muslimin dengan mereka, serta puasa Muslimin dengan mereka. Kecongkakan merekapun berakhir dengan barokah bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-888749147086899877?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/888749147086899877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=888749147086899877' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/888749147086899877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/888749147086899877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/ramadhan-bulan-berkah.html' title='Ramadhan Bulan Berkah'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-411140820229027320</id><published>2009-09-04T00:02:00.001+04:00</published><updated>2009-09-04T00:05:23.526+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hikmah musibah dan Bencana</title><content type='html'>Hikmah musibah dan Bencana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bangsa Indonesia saat ini sedang ditimpa musibah secara berturut-turut. Dari tinjauan islam,musibah apapun yang berupa bencana alam atau akibat kelalaian manusia, segala yang terjadi telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Berat mata memandang,memang tak seberat bahu memikul. Suka atau tidak kehidupan harus terus berjalan. Oleh sebab itu pastilah ada hikmah yang dapat diambil dari berbagai kejadian yang menimpa, karena Dia yang Maha Adil dan Penyayang pasti tidak akan berbuat aniaya. Smoga kutipan ini dapat menjadi sedikit penghibur bagi sobat-sobat yang sedang mengalami kesulitan atau kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Qayyim berkata:&lt;br /&gt;“Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusanNya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia dibawah sinar matahari. Dan ini pun hanya kira-kira, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini.”&lt;br /&gt;Diantara beberapa hikmah yang bisa saya kutip diantaranya:&lt;br /&gt;1. Sabar sebgai konsekuensi menghadapi kesulitan dan kesusahan. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira pada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun (Sesungguhnya semua berasal dr Allah dan akan kembali kpd_NYa). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.Al-Baqarah:155-157)&lt;br /&gt;2. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS.Asy-Syura:30)&lt;br /&gt;Dari Sahabat Abu Hurairah dan Abu Sa’id radiallahuanhu : Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;“Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah gulanaan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;3. Dicatat sebagai kebaikan dan derajat ditinggikan.&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu,melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;4. Jalan menuju syurga. Dari Abu Hurairah,Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;“Syurga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai dan Neraka itu dikelilingi dengan berbagai macam syahwat.” (HR. Bukhari – Muslim)&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam sebuah hadist qudsi: &lt;br /&gt;“Tidaklah ada suatu balasan (yang lebih pantas di sisiKu bagi hambaKu yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa kesayangannya dari penduduk dunia kemudian dia bersabar atas kehilangan orang kesayanagnnya itu, melainkan Surga.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;5. Membawa keselamatan dari api neraka&lt;br /&gt;“Janganlah kamu mencacimaki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;6. Mengembalikan hamba kepada Rabb-nya dan mengingat kelalaiannya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya KAmi telah mengutus Rasul-Rasul kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami timpa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri.” (QS.Al-An’am : 42)&lt;br /&gt;7. Mengingat nikmat Allah yang lalu dan yang ada. Seorang penyair berkata: Seseorang tidak mengenali tanda-tanda sehat selagi dia belum tertimpa sakit.&lt;br /&gt;8. Mengingat keadaan saudara-saudaramu yang ditimpa musibah. Maka diantara hikmah Allah, Dia menimpakan cobaan berupa penyakit dan penderitaan kepada orang mukmin pada waktu-waktu tertentu, agar dia mengingat saudara-saudaranya yang ditimpa kesulitan, sehingga tergugah untuk membantunya.&lt;br /&gt;9. Mensucikan hati. Ibnu Qayyim radiallahuanhu berkata:&lt;br /&gt;“Hati dan ruh bisa mengambil manfaat dari penderitaan dan penyakit yang merupakan urusan yang tidak bisa dirasakan kecuali jika di dalamnya ada kehidupan. Kebersihan hati dan ruh tergantung kepada penderitaan badan dan kesulitannya.” (Tuhfatul Mariidh hal 25)&lt;br /&gt;10. Cobaan dan ujian merupakan nikmat. Karena hikmah dari berbagai cobaan,orang – orang shalih justru gembira sekiranya mendapat cobaan spt telah mendapat kesenangan. RAsullullah SAW menyebutkan bahwa para Nabi telah ditimpa cobaan berupa penyakit, kemiskinan dan yang lainnya kemudian beliau bersabda:&lt;br /&gt;“…Dan sesungguhnya salah seorang diantara mereka benar-benar merasa gembira karena mendapat cobaan, sebagaimana salah seorang merasa gembira karena telah mendapatkan kelapangan.” (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : Do’a &amp; Hiburan (Bagi orang sakit dan terkena musibah) Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-411140820229027320?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/411140820229027320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=411140820229027320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/411140820229027320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/411140820229027320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/hikmah-musibah-dan-bencana.html' title='Hikmah musibah dan Bencana'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7232207297516439923</id><published>2009-09-02T17:46:00.006+04:00</published><updated>2009-09-02T18:05:07.931+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>AMALAN-AMALAN  RAMADHAN</title><content type='html'>AMALAN-AMALAN &lt;br /&gt;DI BULAN SUCI RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Segala puji bagi Allah  yang menjadikan bulan Ramadhan lebih baik dari pada bulan-bulan lainnya dengan menurunkan al-Qur`an dan mewajibkan puasa bagi kaum muslimin sebagai salah satu pondasi Islam. shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan kepada kita tentang ibadah-ibadah dibulan Ramadhan dan memberikan contoh kepada kita bagaimana sebaiknya menghidupkan bulan bulan yang penuh berkah ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, 'Rasulullah  memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: &lt;br /&gt;قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ. فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ ُحُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.&lt;br /&gt;"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah  mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa." HR. Ahmad dan an-Nasa`i.&lt;br /&gt; Berikut ini adalah &lt;a href="http://www.islamhouse.com/p/53825"&gt;amalan-amalan &lt;/a&gt;yang dianjurkan di bulan Ramadhan:&lt;br /&gt;1. Puasa: Allah SWT memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam. &lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah:183)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةُ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ الْحَرَامِ.&lt;br /&gt;"Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah rasul Allah , mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membaca al-Qur`an: Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;اِقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي  يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ.&lt;br /&gt;"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). HR. Muslim.&lt;br /&gt;Dan membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Firman Allah :&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ&lt;br /&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS: al-Baqarah:185)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:&lt;br /&gt;وَلاَ أَعْلَمُ نَبِيَّ الله ِقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِى لَيْلَةٍ, وَلاَ قَامَ لَيْلَةً حَتَّى يُصْبِحَ وَلاَ صَامَ شَهْرًا كَامِلاً غَيْرَ رَمَضَانَ.&lt;br /&gt;"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah  membaca al-Qur`an semuanya, sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan." HR. Ahmad.&lt;br /&gt; Dalam hadits Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah  melakukan tadarus al-Qur`an bersama Jibril AS di setiap bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;3. Menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat Tarawih berjamaah: Shalat Tarawih disyari'atkan berdasarkan hadits 'Aisyar radhiyallahu 'anha, ia berkata:"Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau.  Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi SAW mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah SAW keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah  hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, 'Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah samar bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya." Rasulullah SAW wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah SAW wafat, syariat telah mantap, hilanglah segala kekhawatiran. Disyari'atkan shalat Tarawih berjamaah tetap ada karena telah hilang 'illat (sebabnya), kerena 'illat itu berputar bersama ma'lul, ada dan tiadanya. Di samping itu, Khalifah Umar RA telah menghidupkan kembali syari'at shalat Tarawih secara berjamaah dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah SAW pada masa itu. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;4. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar: lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29. Firman Allah :&lt;br /&gt;لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ &lt;br /&gt;Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.al-Qadar :3)&lt;br /&gt;Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدَرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang beribadah pada malam 'Lailatul qadar' semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah , niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." HR. al-Bukhari.&lt;br /&gt; Menghidupkan Lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca al-Qur`an, zikir, berdo'a, membaca shalawat. Aisyah radhiyallahu 'anha pernah berkata, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, 'Bacalah:&lt;br /&gt;اَللّهُمًَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَفاَعْفُ عَنِّي&lt;br /&gt;Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. I'tikaf di malam-malam Lailatul Qadar: I'tikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar'i, i'tikaf berarti berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu sebagaimana telah diatur oleh syari'at. &lt;br /&gt;I'tikaf merupakan salah satu sunnah yang tidak pernah ditinggal oleh Rasulullah SAW, seperti yang diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha:&lt;br /&gt;أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتىَّ تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Nabi  selalu i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sesudah beliau." Muttafaqun 'alaih.&lt;br /&gt;6. Memperbanyak sedekah: Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA, ia berkata: &lt;br /&gt;كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ, وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِى رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ...&lt;br /&gt;"Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril AS menemui beliau, …HR. al-Bukhari.&lt;br /&gt;7. Melaksanakan ibadah umrah: salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah  menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:&lt;br /&gt;عُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً&lt;br /&gt;"Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji."&lt;br /&gt; Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah . Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari Allah  untuk mengamalkannya agar kita mendapatkan kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan. Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7232207297516439923?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7232207297516439923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7232207297516439923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7232207297516439923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7232207297516439923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/09/amalan-amalan-ramadhan.html' title='AMALAN-AMALAN  RAMADHAN'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-2249194522825402306</id><published>2009-08-30T17:43:00.002+04:00</published><updated>2009-08-30T17:50:18.959+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Pilihan'/><title type='text'>MEMBUAT KERIPIK IKAN &amp; UDANG</title><content type='html'>MEMBUAT KERIPIK IKAN &amp; UDANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Bahan Baku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan baku yang digunakan adalah semua jenis ikan / udang.Jenis ikan yang umum digunakan adalah tenggiri, belida, kakap, gabus dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan hasil yang baik,dibutuhkan bahan baku / daging ikan / udang yang masih segar.Bila bahan baku yang digunakan kurang baik kesegarannya akan mempengaruhi rasa,rupa dan bau dari bau yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Membuat Krupuk Ikan / udang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahan yang diperlukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Daging ikan halus 500 gram&lt;br /&gt;-Tepung tapioca 1 kg&lt;br /&gt;-Telur bebek 6 butir&lt;br /&gt;-Garam 1,5 ons&lt;br /&gt;-Soda 0,25 ons&lt;br /&gt;-Gula 500 gram&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;2. Cara Membuat Kerupuk Ikan / Udang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Persiapan&lt;br /&gt;-Cuci ikan dan buatlah fillet&lt;br /&gt;-Ambil daging ikan dengan cara di kerupuk menggunakan sendok&lt;br /&gt;-Haluskan / giling daging ikan tersebut sampai halus&lt;br /&gt;-Timbang daging ikan halus 500 gram&lt;br /&gt;-Timbang bahan-bahan tambahan / bumbu yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membuat Adonan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campurkan daging halus dengan garam, gula,soda dan telur sambil diremas-remas.Kemudiam masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan rata dan tidak lengket di tangan (bila perlu dapat diberi air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembungkusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adonan yang telah lumat dicetak atau dibentuk silinder yang besarnya menurut kebutuhan dan keinginan.Kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik. Adonan dapat juga dapat dicetak menggunakan cetakan dari kaleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pengukusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukusan dilakukan selama 1 – 2 jam sampai adonan matang. Untuk mengetahui adonan tersebut matang dapat dilakukan dengan memasukkan lidi pada adonan tersebut.Bila adonan tidak lengket pada lidi berarti adonan tersebut sudah matang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pemotongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adonan yang sudah matang dibiarkan dingin (simpan selama 1-2 hari).&lt;br /&gt;Kemudian dipotong / diiris tipis-tipis ( ketebalan 1 – 2 mm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Penjemuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irisan kerupuk diatur diatas rak / para-para penjemuran dan dijemur sampai kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://bisnisukm.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-2249194522825402306?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/2249194522825402306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=2249194522825402306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2249194522825402306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2249194522825402306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/membuat-keripik-ikan-udang.html' title='MEMBUAT KERIPIK IKAN &amp; UDANG'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-3844046636103006</id><published>2009-08-30T17:38:00.001+04:00</published><updated>2009-08-30T17:40:26.419+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Pilihan'/><title type='text'>BAKSO MALANG</title><content type='html'>BAKSO MALANG &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN BAKSO:&lt;br /&gt;350 gr daging sapi yang segar&lt;br /&gt;50 gr tepung sagu&lt;br /&gt;100 cc air es&lt;br /&gt;1 butir telur&lt;br /&gt;4 siung bawang putih&lt;br /&gt;1/2 sdt merica&lt;br /&gt;3 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUAH:&lt;br /&gt;2 liter air&lt;br /&gt;600 gr lutut sapi/tulang sapi&lt;br /&gt;6 siung bawang putih&lt;br /&gt;1/2 sdt merica&lt;br /&gt;2 batang daun bawang, iris&lt;br /&gt;3 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;PELENGKAP:&lt;br /&gt;10 lembar kulit pangsit, goreng&lt;br /&gt;150 gr mi kuning basah&lt;br /&gt;10 tahu goreng, serong, toreh sedikit&lt;br /&gt;Bawang goreng secukupnya&lt;br /&gt;Sambal rebus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMBUAT:&lt;br /&gt;1. Buat bakso: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Giling daging hingga halus. Campur dengan tepung sagu, bumbu halus, telur, dan&lt;br /&gt;air es. Aduk rata sambil dibanting-banting. Ambil 1/3 adonan untuk isian tahu.&lt;br /&gt;2. Didihkan air, lalu matikan apinya. Buat bulatan bakso dua macam, satu besar dan satu kecil. Celupkan dalam rebusan air. Lakukan sampai habis.&lt;br /&gt;3. Masak kembali hingga baksonya mengapung, angkat, tiriskan.&lt;br /&gt;4. 1/3 adonan bakso masukkan dalam tahu. Kukus sebentar.&lt;br /&gt;5. Buat kuah: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Didihkan air, bum&lt;br /&gt;bu, dan tulang, masak hingga mendidih, saring. Taburi daun bawang, angkat.&lt;br /&gt;6. Siapkan mangkuk, tata mi, bakso, dan tahu. Tuangi dengan kuahnya, taburi daun bawang, dan bawang goreng. Sajikan dengan pangsit goreng dan sambal rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-3844046636103006?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/3844046636103006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=3844046636103006' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3844046636103006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3844046636103006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/bakso-malang.html' title='BAKSO MALANG'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6230296669605220156</id><published>2009-08-26T13:03:00.002+04:00</published><updated>2009-08-26T13:08:19.371+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Islami'/><title type='text'>Kisah Ashabul Kahfi</title><content type='html'>Kisah Ashabul Kahfi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat al-Kahfi, Allah SWT menceritakan tiga kisah masa lalu, yaitu kisah Ashabul Kahfi, kisah pertemuan nabi Musa as dan nabi Khidzir as serta kisah Dzulqarnain. Kisah Ashabul Kahfi mendapat perhatian lebih dengan digunakan sebagai nama surat dimana terdapat tiga kisah tersebut. Hal ini tentu bukan kebetulan semata, tapi karena kisah Ashabul Kahfi, seperti juga kisah dalam al-Quran lainnya, bukan merupakan kisah semata, tapi juga terdapat banyak pelajaran (ibrah) didalamnya.&lt;br /&gt;Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok orang beriman yang hidup pada masa Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as. Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Ketika mereka lari dari kejaran pasukan raja, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai tempat persembunyian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quran al-'Adzim; jilid:3 ; hal.67-71). &lt;br /&gt;Berikut adalah kisah Ashabul Kahfi (Penghuni Gua) yang ditafsir secara jelas jalan ceritanya.....&lt;br /&gt;Penulis kitab Fadha'ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah (jilid II, halaman 291-300), mengetengahkan suatu riwayat yang dikutip dari kitab Qishashul Anbiya. Riwayat tersebut berkaitan dengan tafsir ayat 10 Surah Al-Kahfi:&lt;br /&gt;"(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo'a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)" (QS al-Kahfi:10)&lt;br /&gt;Dengan panjang lebar kitab Qishashul Anbiya mulai dari halaman 566 meriwayatkan sebagai berikut: &lt;br /&gt;Di kala Umar Ibnul Khattab memangku jabatan sebagai Amirul Mukminin, pernah datang kepadanya beberapa orang pendeta Yahudi. Mereka berkata kepada Khalifah: "Hai Khalifah Umar, anda adalah pemegang kekuasaan sesudah Muhammad dan sahabatnya, Abu Bakar. Kami hendak menanyakan beberapa masalah penting kepada anda. Jika anda dapat memberi jawaban kepada kami, barulah kami mau mengerti bahwa Islam merupakan agama yang benar dan Muhammad benar-benar seorang Nabi. Sebaliknya, jika anda tidak dapat memberi jawaban, berarti bahwa agama Islam itu bathil dan Muhammad bukan seorang Nabi." &lt;br /&gt;"Silahkan bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan," sahut Khalifah Umar. &lt;br /&gt;"Jelaskan kepada kami tentang induk kunci (gembok) mengancing langit, apakah itu?" Tanya pendeta-pendeta itu, memulai pertanyaan-pertanyaannya. "Terangkan kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang berjalan bersama penghuninya, apakah itu? Tunjukkan kepada kami tentang suatu makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi ia bukan manusia dan bukan jin! Terangkan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang dapat berjalan di permukaan bumi, tetapi makhluk-makhluk itu tidak dilahirkan dari kandungan ibu atau atau induknya! Beritahukan kepada kami apa yang dikatakan oleh burung puyuh (gemak) di saat ia sedang berkicau! Apakah yang dikatakan oleh ayam jantan di kala ia sedang berkokok! Apakah yang dikatakan oleh kuda di saat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh katak di waktu ia sedang bersuara? Apakah yang dikatakan oleh keledai di saat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh burung pipit pada waktu ia sedang berkicau?" &lt;br /&gt;Khalifah Umar menundukkan kepala untuk berfikir sejenak, kemudian berkata: "Bagi Umar, jika ia menjawab 'tidak tahu' atas pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak diketahui jawabannya, itu bukan suatu hal yang memalukan!'' &lt;br /&gt;Mendengar jawaban Khalifah Umar seperti itu, pendeta-pendeta Yahudi yang bertanya berdiri melonjak-lonjak kegirangan, sambil berkata: "Sekarang kami bersaksi bahwa Muhammad memang bukan seorang Nabi, dan agama Islam itu adalah bathil!" &lt;br /&gt;Salman Al-Farisi yang saat itu hadir, segera bangkit dan berkata kepada pendeta-pendeta Yahudi itu: "Kalian tunggu sebentar!" &lt;br /&gt;Ia cepat-cepat pergi ke rumah Ali bin Abi Thalib. Setelah bertemu, Salman berkata: "Ya Abal Hasan, selamatkanlah agama Islam!" &lt;br /&gt;Imam Ali r.a. bingung, lalu bertanya: "Mengapa?" &lt;br /&gt;Salman kemudian menceritakan apa yang sedang dihadapi oleh Khalifah Umar Ibnul Khattab. Imam Ali segera saja berangkat menuju ke rumah Khalifah Umar, berjalan lenggang memakai burdah (selembar kain penutup punggung atau leher) peninggalan Rasul Allah s.a.w. Ketika Umar melihat Ali bin Abi Thalib datang, ia bangun dari tempat duduk lalu buru-buru memeluknya, sambil berkata: "Ya Abal Hasan, tiap ada kesulitan besar, engkau selalu kupanggil!" &lt;br /&gt;Setelah berhadap-hadapan dengan para pendeta yang sedang menunggu-nunggu jawaban itu, Ali bin Abi Thalib herkata: "Silakan kalian bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan. Rasul Allah s.a.w. sudah mengajarku seribu macam ilmu, dan tiap jenis dari ilmu-ilmu itu mempunyai seribu macam cabang ilmu!" &lt;br /&gt;Pendeta-pendeta Yahudi itu lalu mengulangi pertanyaan-pertanyaan mereka. Sebelum menjawab, Ali bin Abi Thalib berkata: "Aku ingin mengajukan suatu syarat kepada kalian, yaitu jika ternyata aku nanti sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian sesuai dengan yang ada di dalam Taurat, kalian supaya bersedia memeluk agama kami dan beriman!" &lt;br /&gt;"Ya baik!" jawab mereka. &lt;br /&gt;"Sekarang tanyakanlah satu demi satu," kata Ali bin Abi Thalib. &lt;br /&gt;Mereka mulai bertanya: "Apakah induk kunci (gembok) yang mengancing pintu-pintu langit?" &lt;br /&gt;"Induk kunci itu," jawab Ali bin Abi Thalib, "ialah syirik kepada Allah. Sebab semua hamba Allah, baik pria maupun wanita, jika ia bersyirik kepada Allah, amalnya tidak akan dapat naik sampai ke hadhirat Allah!" &lt;br /&gt;Para pendeta Yahudi bertanya lagi: "Anak kunci apakah yang dapat membuka pintu-pintu langit?" &lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib menjawab: "Anak kunci itu ialah kesaksian (syahadat) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!" &lt;br /&gt;Para pendeta Yahudi itu saling pandang di antara mereka, sambil berkata: "Orang itu benar juga!" Mereka bertanya lebih lanjut: "Terangkanlah kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang dapat berjalan bersama penghuninya!" &lt;br /&gt;"Kuburan itu ialah ikan hiu (hut) yang menelan Nabi Yunus putera Matta," jawab Ali bin Abi Thalib. "Nabi Yunus as. dibawa keliling ketujuh samudera!" &lt;br /&gt;Pendeta-pendeta itu meneruskan pertanyaannya lagi: "Jelaskan kepada kami tentang makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi makhluk itu bukan manusia dan bukan jin!" &lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib menjawab: "Makhluk itu ialah semut Nabi Sulaiman putera Nabi Dawud alaihimas salam. Semut itu berkata kepada kaumnya: "Hai para semut, masuklah ke dalam tempat kediaman kalian, agar tidak diinjak-injak oleh Sulaiman dan pasukan-nya dalam keadaan mereka tidak sadar!" &lt;br /&gt;Para pendeta Yahudi itu meneruskan pertanyaannya: "Beritahukan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang berjalan di atas permukaan bumi, tetapi tidak satu pun di antara makhluk-makhluk itu yang dilahirkan dari kandungan ibunya atau induknya!" &lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib menjawab: "Lima makhluk itu ialah, pertama, Adam. Kedua, Hawa. Ketiga, Unta Nabi Shaleh. Keempat, Domba Nabi Ibrahim. Kelima, Tongkat Nabi Musa (yang menjelma menjadi seekor ular)." &lt;br /&gt;Dua di antara tiga orang pendeta Yahudi itu setelah mendengar jawaban-jawaban serta penjelasan yang diberikan oleh Imam Ali r.a. lalu mengatakan: "Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah!" &lt;br /&gt;Tetapi seorang pendeta lainnya, bangun berdiri sambil berkata kepada Ali bin Abi Thalib: "Hai Ali, hati teman-temanku sudah dihinggapi oleh sesuatu yang sama seperti iman dan keyakinan mengenai benarnya agama Islam. Sekarang masih ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan kepada anda." &lt;br /&gt;"Tanyakanlah apa saja yang kau inginkan," sahut Imam Ali. &lt;br /&gt;"Coba terangkan kepadaku tentang sejumlah orang yang pada zaman dahulu sudah mati selama 309 tahun, kemudian dihidupkan kembali oleh Allah. Bagaimana hikayat tentang mereka itu?" Tanya pendeta tadi. &lt;br /&gt;Ali bin Ali Thalib menjawab: "Hai pendeta Yahudi, mereka itu ialah para penghuni gua. Hikayat tentang mereka itu sudah dikisahkan oleh Allah s.w.t. kepada Rasul-Nya. Jika engkau mau, akan kubacakan kisah mereka itu." &lt;br /&gt;Pendeta Yahudi itu menyahut: "Aku sudah banyak mendengar tentang Qur'an kalian itu! Jika engkau memang benar-benar tahu, coba sebutkan nama-nama mereka, nama ayah-ayah mereka, nama kota mereka, nama raja mereka, nama anjing mereka, nama gunung serta gua mereka, dan semua kisah mereka dari awal sampai akhir!" &lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib kemudian membetulkan duduknya, menekuk lutut ke depan perut, lalu ditopangnya dengan burdah yang diikatkan ke pinggang. Lalu ia berkata: "Hai saudara Yahudi, Muhammad Rasul Allah s.a.w. kekasihku telah menceritakan kepadaku, bahwa kisah itu terjadi di negeri Romawi, di sebuah kota bernama Aphesus, atau disebut juga dengan nama Tharsus. Tetapi nama kota itu pada zaman dahulu ialah Aphesus (Ephese). Baru setelah Islam datang, kota itu berubah nama menjadi Tharsus (Tarse, sekarang terletak di dalam wilayah Turki). Penduduk negeri itu dahulunya mempunyai seorang raja yang baik. Setelah raja itu meninggal dunia, berita kematiannya didengar oleh seorang raja Persia bernama Diqyanius. Ia seorang raja kafir yang amat congkak dan dzalim. Ia datang menyerbu negeri itu dengan kekuatan pasukannya, dan akhirnya berhasil menguasai kota Aphesus. Olehnya kota itu dijadikan ibukota kerajaan, lalu dibangunlah sebuah Istana." &lt;br /&gt;Baru sampai di situ, pendeta Yahudi yang bertanya itu berdiri, terus bertanya: "Jika engkau benar-benar tahu, coba terangkan kepadaku bentuk Istana itu, bagaimana serambi dan ruangan-ruangannya!" &lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib menerangkan: "Hai saudara Yahudi, raja itu membangun istana yang sangat megah, terbuat dari batu marmar. Panjangnya satu farsakh (= kl 8 km) dan lebarnya pun satu farsakh. Pilar-pilarnya yang berjumlah seribu buah, semuanya terbuat dari emas, dan lampu-lampu yang berjumlah seribu buah, juga semuanya terbuat dari emas. Lampu-lampu itu bergelantungan pada rantai-rantai yang terbuat dari perak. Tiap malam apinya dinyalakan dengan sejenis minyak yang harum baunya. Di sebelah timur serambi dibuat lubang-lubang cahaya sebanyak seratus buah, demikian pula di sebelah baratnya. Sehingga matahari sejak mulai terbit sampai terbenam selalu dapat menerangi serambi. Raja itu pun membuat sebuah singgasana dari emas. Panjangnya 80 hasta dan lebarnya 40 hasta. Di sebelah kanannya tersedia 80 buah kursi, semuanya terbuat dari emas. Di situlah para hulubalang kerajaan duduk. Di sebelah kirinya juga disediakan 80 buah kursi terbuat dari emas, untuk duduk para pepatih dan penguasa-penguasa tinggi lainnya. Raja duduk di atas singgasana dengan mengenakan mahkota di atas kepala." &lt;br /&gt;Sampai di situ pendeta yang bersangkutan berdiri lagi sambil berkata: "Jika engkau benar-benar tahu, coba terangkan kepadaku dari apakah mahkota itu dibuat?" &lt;br /&gt;"Hai saudara Yahudi," kata Imam Ali menerangkan, "mahkota raja itu terbuat dari kepingan-kepingan emas, berkaki 9 buah, dan tiap kakinya bertaburan mutiara yang memantulkan cahaya laksana bintang-bintang menerangi kegelapan malam. Raja itu juga mempunyai 50 orang pelayan, terdiri dari anak-anak para hulubalang. Semuanya memakai selempang dan baju sutera berwarna merah. Celana mereka juga terbuat dari sutera berwarna hijau. Semuanya dihias dengan gelang-gelang kaki yang sangat indah. Masing-masing diberi tongkat terbuat dari emas. Mereka harus berdiri di belakang raja. Selain mereka, raja juga mengangkat 6 orang, terdiri dari anak-anak para cendekiawan, untuk dijadikan menteri-menteri atau pembantu-pembantunya. Raja tidak mengambil suatu keputusan apa pun tanpa berunding lebih dulu dengan mereka. Enam orang pembantu itu selalu berada di kanan kiri raja, tiga orang berdiri di sebelah kanan dan yang tiga orang lainnya berdiri di sebelah kiri." &lt;br /&gt;Pendeta yang bertanya itu berdiri lagi. Lalu berkata: "Hai Ali, jika yang kau katakan itu benar, coba sebutkan nama enam orang yang menjadi pembantu-pembantu raja itu!" &lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Imam Ali r.a. menjawab: "Kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa tiga orang yang berdiri di sebelah kanan raja, masing-masing bernama Tamlikha, Miksalmina, dan Mikhaslimina. Adapun tiga orang pembantu yang berdiri di sebelah kiri, masing-masing bernama Martelius, Casitius dan Sidemius. Raja selalu berunding dengan mereka mengenai segala urusan. &lt;br /&gt;Tiap hari setelah raja duduk dalam serambi istana dikerumuni oleh semua hulubalang dan para punggawa, masuklah tiga orang pelayan menghadap raja. Seorang diantaranya membawa piala emas penuh berisi wewangian murni. Seorang lagi membawa piala perak penuh berisi air sari bunga. Sedang yang seorangnya lagi membawa seekor burung. Orang yang membawa burung ini kemudian mengeluarkan suara isyarat, lalu burung itu terbang di atas piala yang berisi air sari bunga. Burung itu berkecimpung di dalamnya dan setelah itu ia mengibas-ngibaskan sayap serta bulunya, sampai sari-bunga itu habis dipercikkan ke semua tempat sekitarnya. &lt;br /&gt;Kemudian si pembawa burung tadi mengeluarkan suara isyarat lagi. Burung itu terbang pula. Lalu hinggap di atas piala yang berisi wewangian murni. Sambil berkecimpung di dalamnya, burung itu mengibas-ngibaskan sayap dan bulunya, sampai wewangian murni yang ada dalam piala itu habis dipercikkan ke tempat sekitarnya. Pembawa burung itu memberi isyarat suara lagi. Burung itu lalu terbang dan hinggap di atas mahkota raja, sambil membentangkan kedua sayap yang harum semerbak di atas kepala raja. &lt;br /&gt;Demikianlah raja itu berada di atas singgasana kekuasaan selama tiga puluh tahun. Selama itu ia tidak pernah diserang penyakit apa pun, tidak pernah merasa pusing kepala, sakit perut, demam, berliur, berludah atau pun beringus. Setelah sang raja merasa diri sedemikian kuat dan sehat, ia mulai congkak, durhaka dan dzalim. Ia mengaku-aku diri sebagai "tuhan" dan tidak mau lagi mengakui adanya Allah s.w.t. &lt;br /&gt;Raja itu kemudian memanggil orang-orang terkemuka dari rakyatnya. Barang siapa yang taat dan patuh kepadanya, diberi pakaian dan berbagai macam hadiah lainnya. Tetapi barang siapa yang tidak mau taat atau tidak bersedia mengikuti kemauannya, ia akan segera dibunuh. Oleh sebab itu semua orang terpaksa mengiakan kemauannya. Dalam masa yang cukup lama, semua orang patuh kepada raja itu, sampai ia disembah dan dipuja. Mereka tidak lagi memuja dan menyembah Allah s.w.t. &lt;br /&gt;Pada suatu hari perayaan ulang-tahunnya, raja sedang duduk di atas singgasana mengenakan mahkota di atas kepala, tiba-tiba masuklah seorang hulubalang memberi tahu, bahwa ada balatentara asing masuk menyerbu ke dalam wilayah kerajaannya, dengan maksud hendak melancarkan peperangan terhadap raja. Demikian sedih dan bingungnya raja itu, sampai tanpa disadari mahkota yang sedang dipakainya jatuh dari kepala. Kemudian raja itu sendiri jatuh terpelanting dari atas singgasana. Salah seorang pembantu yang berdiri di sebelah kanan --seorang cerdas yang bernama Tamlikha-- memperhatikan keadaan sang raja dengan sepenuh fikiran. Ia berfikir, lalu berkata di dalam hati: "Kalau Diqyanius itu benar-benar tuhan sebagaimana menurut pengakuannya, tentu ia tidak akan sedih, tidak tidur, tidak buang air kecil atau pun air besar. Itu semua bukanlah sifat-sifat Tuhan." &lt;br /&gt;Enam orang pembantu raja itu tiap hari selalu mengadakan pertemuan di tempat salah seorang dari mereka secara bergiliran. Pada satu hari tibalah giliran Tamlikha menerima kunjungan lima orang temannya. Mereka berkumpul di rumah Tamlikha untuk makan dan minum, tetapi Tamlikha sendiri tidak ikut makan dan minum. Teman-temannya bertanya: "Hai Tamlikha, mengapa engkau tidak mau makan dan tidak mau minum?" &lt;br /&gt;"Teman-teman," sahut Tamlikha, "hatiku sedang dirisaukan oleh sesuatu yang membuatku tidak ingin makan dan tidak ingin minum, juga tidak ingin tidur." &lt;br /&gt;Teman-temannya mengejar: "Apakah yang merisaukan hatimu, hai Tamlikha?" &lt;br /&gt;"Sudah lama aku memikirkan soal langit," ujar Tamlikha menjelaskan. "Aku lalu bertanya pada diriku sendiri: 'siapakah yang mengangkatnya ke atas sebagai atap yang senantiasa aman dan terpelihara, tanpa gantungan dari atas dan tanpa tiang yang menopangnya dari bawah? Siapakah yang menjalankan matahari dan bulan di langit itu? Siapakah yang menghias langit itu dengan bintang-bintang bertaburan?' Kemudian kupikirkan juga bumi ini: 'Siapakah yang membentang dan menghamparkan-nya di cakrawala? Siapakah yang menahannya dengan gunung-gunung raksasa agar tidak goyah, tidak goncang dan tidak miring?' Aku juga lama sekali memikirkan diriku sendiri: 'Siapakah yang mengeluarkan aku sebagai bayi dari perut ibuku? Siapakah yang memelihara hidupku dan memberi makan kepadaku? Semuanya itu pasti ada yang membuat, dan sudah tentu bukan Diqyanius'â€¦" &lt;br /&gt;Teman-teman Tamlikha lalu bertekuk lutut di hadapannya. Dua kaki Tamlikha diciumi sambil berkata: "Hai Tamlikha dalam hati kami sekarang terasa sesuatu seperti yang ada di dalam hatimu. Oleh karena itu, baiklah engkau tunjukkan jalan keluar bagi kita semua!" &lt;br /&gt;"Saudara-saudara," jawab Tamlikha, "baik aku maupun kalian tidak menemukan akal selain harus lari meninggalkan raja yang dzalim itu, pergi kepada Raja pencipta langit dan bumi!" &lt;br /&gt;"Kami setuju dengan pendapatmu," sahut teman-temannya. &lt;br /&gt;Tamlikha lalu berdiri, terus beranjak pergi untuk menjual buah kurma, dan akhirnya berhasil mendapat uang sebanyak 3 dirham. Uang itu kemudian diselipkan dalam kantong baju. Lalu berangkat berkendaraan kuda bersama-sama dengan lima orang temannya. &lt;br /&gt;Setelah berjalan 3 mil jauhnya dari kota, Tamlikha berkata kepada teman-temannya: "Saudara-saudara, kita sekarang sudah terlepas dari raja dunia dan dari kekuasaannya. Sekarang turunlah kalian dari kuda dan marilah kita berjalan kaki. Mudah-mudahan Allah akan memudahkan urusan kita serta memberikan jalan keluar." &lt;br /&gt;Mereka turun dari kudanya masing-masing. Lalu berjalan kaki sejauh 7 farsakh, sampai kaki mereka bengkak berdarah karena tidak biasa berjalan kaki sejauh itu. &lt;br /&gt;Tiba-tiba datanglah seorang penggembala menyambut mereka. Kepada penggembala itu mereka bertanya: "Hai penggembala, apakah engkau mempunyai air minum atau susu?" &lt;br /&gt;"Aku mempunyai semua yang kalian inginkan," sahut penggembala itu. "Tetapi kulihat wajah kalian semuanya seperti kaum bangsawan. Aku menduga kalian itu pasti melarikan diri. Coba beritahukan kepadaku bagaimana cerita perjalanan kalian itu!" &lt;br /&gt;"Ahâ€¦, susahnya orang ini," jawab mereka. "Kami sudah memeluk suatu agama, kami tidak boleh berdusta. Apakah kami akan selamat jika kami mengatakan yang sebenarnya?" &lt;br /&gt;"Ya," jawab penggembala itu. &lt;br /&gt;Tamlikha dan teman-temannya lalu menceritakan semua yang terjadi pada diri mereka. Mendengar cerita mereka, penggembala itu segera bertekuk lutut di depan mereka, dan sambil menciumi kaki mereka, ia berkata: "Dalam hatiku sekarang terasa sesuatu seperti yang ada dalam hati kalian. Kalian berhenti sajalah dahulu di sini. Aku hendak mengembalikan kambing-kambing itu kepada pemiliknya. Nanti aku akan segera kembali lagi kepada kalian." &lt;br /&gt;Tamlikha bersama teman-temannya berhenti. Penggembala itu segera pergi untuk mengembalikan kambing-kambing gembalaannya. Tak lama kemudian ia datang lagi berjalan kaki, diikuti oleh seekor anjing miliknya." &lt;br /&gt;Waktu cerita Imam Ali sampai di situ, pendeta Yahudi yang bertanya melonjak berdiri lagi sambil berkata: "Hai Ali, jika engkau benar-benar tahu, coba sebutkan apakah warna anjing itu dan siapakah namanya?" &lt;br /&gt;"Hai saudara Yahudi," kata Ali bin Abi Thalib memberitahukan, "kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa anjing itu berwarna kehitam-hitaman dan bernama Qithmir. Ketika enam orang pelarian itu melihat seekor anjing, masing-masing saling berkata kepada temannya: kita khawatir kalau-kalau anjing itu nantinya akan membongkar rahasia kita! Mereka minta kepada penggembala supaya anjing itu dihalau saja dengan batu. &lt;br /&gt;Anjing itu melihat kepada Tamlikha dan teman-temannya, lalu duduk di atas dua kaki belakang, menggeliat, dan mengucapkan kata-kata dengan lancar dan jelas sekali: "Hai orang-orang, mengapa kalian hendak mengusirku, padahal aku ini bersaksi tiada tuhan selain Allah, tak ada sekutu apa pun bagi-Nya. Biarlah aku menjaga kalian dari musuh, dan dengan berbuat demikian aku mendekatkan diriku kepada Allah s.w.t." &lt;br /&gt;Anjing itu akhirnya dibiarkan saja. Mereka lalu pergi. Penggembala tadi mengajak mereka naik ke sebuah bukit. Lalu bersama mereka mendekati sebuah gua." &lt;br /&gt;Pendeta Yahudi yang menanyakan kisah itu, bangun lagi dari tempat duduknya sambil berkata: "Apakah nama gunung itu dan apakah nama gua itu?!" &lt;br /&gt;Imam Ali menjelaskan: "Gunung itu bernama Naglus dan nama gua itu ialah Washid, atau di sebut juga dengan nama Kheram!" &lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib meneruskan ceritanya: secara tiba-tiba di depan gua itu tumbuh pepohonan berbuah dan memancur mata-air deras sekali. Mereka makan buah-buahan dan minum air yang tersedia di tempat itu. Setelah tiba waktu malam, mereka masuk berlindung di dalam gua. Sedang anjing yang sejak tadi mengikuti mereka, berjaga-jaga ndeprok sambil menjulurkan dua kaki depan untuk menghalang-halangi pintu gua. Kemudian Allah s.w.t. memerintahkan Malaikat maut supaya mencabut nyawa mereka. Kepada masing-masing orang dari mereka Allah s.w.t. mewakilkan dua Malaikat untuk membalik-balik tubuh mereka dari kanan ke kiri. Allah lalu memerintahkan matahari supaya pada saat terbit condong memancarkan sinarnya ke dalam gua dari arah kanan, dan pada saat hampir terbenam supaya sinarnya mulai meninggalkan mereka dari arah kiri. &lt;br /&gt;Suatu ketika waktu raja Diqyanius baru saja selesai berpesta ia bertanya tentang enam orang pembantunya. Ia mendapat jawaban, bahwa mereka itu melarikan diri. Raja Diqyanius sangat gusar. Bersama 80.000 pasukan berkuda ia cepat-cepat berangkat menyelusuri jejak enam orang pembantu yang melarikan diri. Ia naik ke atas bukit, kemudian mendekati gua. Ia melihat enam orang pembantunya yang melarikan diri itu sedang tidur berbaring di dalam gua. Ia tidak ragu-ragu dan memastikan bahwa enam orang itu benar-benar sedang tidur. &lt;br /&gt;Kepada para pengikutnya ia berkata: "Kalau aku hendak menghukum mereka, tidak akan kujatuhkan hukuman yang lebih berat dari perbuatan mereka yang telah menyiksa diri mereka sendiri di dalam gua. Panggillah tukang-tukang batu supaya mereka segera datang ke mari!" &lt;br /&gt;Setelah tukang-tukang batu itu tiba, mereka diperintahkan menutup rapat pintu gua dengan batu-batu dan jish (bahan semacam semen). Selesai dikerjakan, raja berkata kepada para pengikutnya: "Katakanlah kepada mereka yang ada di dalam gua, kalau benar-benar mereka itu tidak berdusta supaya minta tolong kepada Tuhan mereka yang ada di langit, agar mereka dikeluarkan dari tempat itu." &lt;br /&gt;Dalam guha tertutup rapat itu, mereka tinggal selama 309 tahun. &lt;br /&gt;Setelah masa yang amat panjang itu lampau, Allah s.w.t. mengembalikan lagi nyawa mereka. Pada saat matahari sudah mulai memancarkan sinar, mereka merasa seakan-akan baru bangun dari tidurnya masing-masing. Yang seorang berkata kepada yang lainnya: "Malam tadi kami lupa beribadah kepada Allah, mari kita pergi ke mata air!" &lt;br /&gt;Setelah mereka berada di luar gua, tiba-tiba mereka lihat mata air itu sudah mengering kembali dan pepohonan yang ada pun sudah menjadi kering semuanya. Allah s.w.t. membuat mereka mulai merasa lapar. Mereka saling bertanya: "Siapakah di antara kita ini yang sanggup dan bersedia berangkat ke kota membawa uang untuk bisa mendapatkan makanan? Tetapi yang akan pergi ke kota nanti supaya hati-hati benar, jangan sampai membeli makanan yang dimasak dengan lemak-babi." &lt;br /&gt;Tamlikha kemudian berkata: "Hai saudara-saudara, aku sajalah yang berangkat untuk mendapatkan makanan. Tetapi, hai penggembala, berikanlah bajumu kepadaku dan ambillah bajuku ini!" &lt;br /&gt;Setelah Tamlikha memakai baju penggembala, ia berangkat menuju ke kota. Sepanjang jalan ia melewati tempat-tempat yang sama sekali belum pernah dikenalnya, melalui jalan-jalan yang belum pernah diketahui. Setibanya dekat pintu gerbang kota, ia melihat bendera hijau berkibar di angkasa bertuliskan: "Tiada Tuhan selain Allah dan Isa adalah Roh Allah." &lt;br /&gt;Tamlikha berhenti sejenak memandang bendera itu sambil mengusap-usap mata, lalu berkata seorang diri: "Kusangka aku ini masih tidur!" Setelah agak lama memandang dan mengamat-amati bendera, ia meneruskan perjalanan memasuki kota. Dilihatnya banyak orang sedang membaca Injil. Ia berpapasan dengan orang-orang yang belum pernah dikenal. Setibanya di sebuah pasar ia bertanya kepada seorang penjaja roti: "Hai tukang roti, apakah nama kota kalian ini?" &lt;br /&gt;"Aphesus," sahut penjual roti itu. &lt;br /&gt;"Siapakah nama raja kalian?" tanya Tamlikha lagi. "Abdurrahman," jawab penjual roti. &lt;br /&gt;"Kalau yang kau katakan itu benar," kata Tamlikha, "urusanku ini sungguh aneh sekali! Ambillah uang ini dan berilah makanan kepadaku!" &lt;br /&gt;Melihat uang itu, penjual roti keheran-heranan. Karena uang yang dibawa Tamlikha itu uang zaman lampau, yang ukurannya lebih besar dan lebih berat. &lt;br /&gt;Pendeta Yahudi yang bertanya itu kemudian berdiri lagi, lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib: "Hai Ali, kalau benar-benar engkau mengetahui, coba terangkan kepadaku berapa nilai uang lama itu dibanding dengan uang baru!" &lt;br /&gt;Imam Ali menerangkan: "Kekasihku Muhammad Rasul Allah s.a.w. menceritakan kepadaku, bahwa uang yang dibawa oleh Tamlikha dibanding dengan uang baru, ialah tiap dirham lama sama dengan sepuluh dan dua pertiga dirham baru!" &lt;br /&gt;Imam Ali kemudian melanjutkan ceritanya: Penjual Roti lalu berkata kepada Tamlikha: "Aduhai, alangkah beruntungnya aku! Rupanya engkau baru menemukan harta karun! Berikan sisa uang itu kepadaku! Kalau tidak, engkau akan ku hadapkan kepada raja!" &lt;br /&gt;"Aku tidak menemukan harta karun," sangkal Tamlikha. "Uang ini ku dapat tiga hari yang lalu dari hasil penjualan buah kurma seharga tiga dirham! Aku kemudian meninggalkan kota karena orang-orang semuanya menyembah Diqyanius!" &lt;br /&gt;Penjual roti itu marah. Lalu berkata: "Apakah setelah engkau menemukan harta karun masih juga tidak rela menyerahkan sisa uangmu itu kepadaku? Lagi pula engkau telah menyebut-nyebut seorang raja durhaka yang mengaku diri sebagai tuhan, padahal raja itu sudah mati lebih dari 300 tahun yang silam! Apakah dengan begitu engkau hendak memperolok-olok aku?" &lt;br /&gt;Tamlikha lalu ditangkap. Kemudian dibawa pergi menghadap raja. Raja yang baru ini seorang yang dapat berfikir dan bersikap adil. Raja bertanya kepada orang-orang yang membawa Tamlikha: "Bagaimana cerita tentang orang ini?" &lt;br /&gt;"Dia menemukan harta karun," jawab orang-orang yang membawanya. &lt;br /&gt;Kepada Tamlikha, raja berkata: "Engkau tak perlu takut! Nabi Isa a.s. memerintahkan supaya kami hanya memungut seperlima saja dari harta karun itu. Serahkanlah yang seperlima itu kepadaku, dan selanjutnya engkau akan selamat." &lt;br /&gt;Tamlikha menjawab: "Baginda, aku sama sekali tidak menemukan harta karun! Aku adalah penduduk kota ini!" &lt;br /&gt;Raja bertanya sambil keheran-heranan: "Engkau penduduk kota ini?" &lt;br /&gt;"Ya. Benar," sahut Tamlikha. &lt;br /&gt;"Adakah orang yang kau kenal?" tanya raja lagi. &lt;br /&gt;"Ya, ada," jawab Tamlikha. &lt;br /&gt;"Coba sebutkan siapa namanya," perintah raja. &lt;br /&gt;Tamlikha menyebut nama-nama kurang lebih 1000 orang, tetapi tak ada satu nama pun yang dikenal oleh raja atau oleh orang lain yang hadir mendengarkan. Mereka berkata: "Ahâ€¦, semua itu bukan nama orang-orang yang hidup di zaman kita sekarang. Tetapi, apakah engkau mempunyai rumah di kota ini?" &lt;br /&gt;"Ya, tuanku," jawab Tamlikha. "Utuslah seorang menyertai aku!" &lt;br /&gt;Raja kemudian memerintahkan beberapa orang menyertai Tamlikha pergi. Oleh Tamlikha mereka diajak menuju ke sebuah rumah yang paling tinggi di kota itu. Setibanya di sana, Tamlikha berkata kepada orang yang mengantarkan: "Inilah rumahku!" &lt;br /&gt;Pintu rumah itu lalu diketuk. Keluarlah seorang lelaki yang sudah sangat lanjut usia. Sepasang alis di bawah keningnya sudah sedemikian putih dan mengkerut hampir menutupi mata karena sudah terlampau tua. Ia terperanjat ketakutan, lalu bertanya kepada orang-orang yang datang: "Kalian ada perlu apa?" &lt;br /&gt;Utusan raja yang menyertai Tamlikha menyahut: "Orang muda ini mengaku rumah ini adalah rumahnya!" &lt;br /&gt;Orang tua itu marah, memandang kepada Tamlikha. Sambil mengamat-amati ia bertanya: "Siapa namamu?" &lt;br /&gt;"Aku Tamlikha anak Filistin!" &lt;br /&gt;Orang tua itu lalu berkata: "Coba ulangi lagi!" &lt;br /&gt;Tamlikha menyebut lagi namanya. Tiba-tiba orang tua itu bertekuk lutut di depan kaki Tamlikha sambil berucap: "Ini adalah datukku! Demi Allah, ia salah seorang di antara orang-orang yang melarikan diri dari Diqyanius, raja durhaka." Kemudian diteruskannya dengan suara haru: "Ia lari berlindung kepada Yang Maha Perkasa, Pencipta langit dan bumi. Nabi kita, Isa as., dahulu telah memberitahukan kisah mereka kepada kita dan mengatakan bahwa mereka itu akan hidup kembali!" &lt;br /&gt;Peristiwa yang terjadi di rumah orang tua itu kemudian di laporkan kepada raja. Dengan menunggang kuda, raja segera datang menuju ke tempat Tamlikha yang sedang berada di rumah orang tua tadi. Setelah melihat Tamlikha, raja segera turun dari kuda. Oleh raja Tamlikha diangkat ke atas pundak, sedangkan orang banyak beramai-ramai menciumi tangan dan kaki Tamlikha sambil bertanya-tanya: "Hai Tamlikha, bagaimana keadaan teman-temanmu?" &lt;br /&gt;Kepada mereka Tamlikha memberi tahu, bahwa semua temannya masih berada di dalam gua. &lt;br /&gt;"Pada masa itu kota Aphesus diurus oleh dua orang bangsawan istana. Seorang beragama Islam dan seorang lainnya lagi beragama Nasrani. Dua orang bangsawan itu bersama pengikutnya masing-masing pergi membawa Tamlikha menuju ke gua," demikian Imam Ali melanjutkan ceritanya. &lt;br /&gt;Teman-teman Tamlikha semuanya masih berada di dalam gua itu. Setibanya dekat gua, Tamlikha berkata kepada dua orang bangsawan dan para pengikut mereka: "Aku khawatir kalau sampai teman-temanku mendengar suara tapak kuda, atau gemerincingnya senjata. Mereka pasti menduga Diqyanius datang dan mereka bakal mati semua. Oleh karena itu kalian berhenti saja di sini. Biarlah aku sendiri yang akan menemui dan memberitahu mereka!" &lt;br /&gt;Semua berhenti menunggu dan Tamlikha masuk seorang diri ke dalam gua. Melihat Tamlikha datang, teman-temannya berdiri kegirangan, dan Tamlikha dipeluknya kuat-kuat. Kepada Tamlikha mereka berkata: "Puji dan syukur bagi Allah yang telah menyelamatkan dirimu dari Diqyanius!" &lt;br /&gt;Tamlikha menukas: "Ada urusan apa dengan Diqyanius? Tahukah kalian, sudah berapa lamakah kalian tinggal di sini?" &lt;br /&gt;"Kami tinggal sehari atau beberapa hari saja," jawab mereka. &lt;br /&gt;"Tidak!" sangkal Tamlikha. "Kalian sudah tinggal di sini selama 309 tahun! Diqyanius sudah lama meninggal dunia! Generasi demi generasi sudah lewat silih berganti, dan penduduk kota itu sudah beriman kepada Allah yang Maha Agung! Mereka sekarang datang untuk bertemu dengan kalian!" &lt;br /&gt;Teman-teman Tamlikha menyahut: "Hai Tamlikha, apakah engkau hendak menjadikan kami ini orang-orang yang menggemparkan seluruh jagad?" &lt;br /&gt;"Lantas apa yang kalian inginkan?" Tamlikha balik bertanya. &lt;br /&gt;"Angkatlah tanganmu ke atas dan kami pun akan berbuat seperti itu juga," jawab mereka. &lt;br /&gt;Mereka bertujuh semua mengangkat tangan ke atas, kemudian berdoa: "Ya Allah, dengan kebenaran yang telah Kau perlihatkan kepada kami tentang keanehan-keanehan yang kami alami sekarang ini, cabutlah kembali nyawa kami tanpa sepengetahuan orang lain!" &lt;br /&gt;Allah s.w.t. mengabulkan permohonan mereka. Lalu memerintahkan Malaikat maut mencabut kembali nyawa mereka. Kemudian Allah s.w.t. melenyapkan pintu gua tanpa bekas. Dua orang bangsawan yang menunggu-nunggu segera maju mendekati gua, berputar-putar selama tujuh hari untuk mencari-cari pintunya, tetapi tanpa hasil. Tak dapat ditemukan lubang atau jalan masuk lainnya ke dalam gua. Pada saat itu dua orang bangsawan tadi menjadi yakin tentang betapa hebatnya kekuasaan Allah s.w.t. Dua orang bangsawan itu memandang semua peristiwa yang dialami oleh para penghuni gua, sebagai peringatan yang diperlihatkan Allah kepada mereka. &lt;br /&gt;Bangsawan yang beragama Islam lalu berkata: "Mereka mati dalam keadaan memeluk agamaku! Akan ku dirikan sebuah tempat ibadah di pintu gua itu." &lt;br /&gt;Sedang bangsawan yang beragama Nasrani berkata pula: "Mereka mati dalam keadaan memeluk agamaku! Akan ku dirikan sebuah biara di pintu gua itu." &lt;br /&gt;Dua orang bangsawan itu bertengkar, dan setelah melalui pertikaian senjata, akhirnya bangsawan Nasrani terkalahkan oleh bangsawan yang beragama Islam. Dengan terjadinya peristiwa tersebut, maka Allah berfirman:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan begitulah Kami menyerempakkan mereka, supaya mereka mengetahui bahawa janji Allah adalah benar, dan bahawa Saat itu tidak ada keraguan padanya. Apabila mereka berbalahan antara mereka dalam urusan mereka, maka mereka berkata, "Binalah di atas mereka satu bangunan; Pemelihara mereka sangat mengetahui mengenai mereka." Berkata orang-orang yang menguasai atas urusan mereka, "Kami akan membina di atas mereka sebuah masjid." &lt;br /&gt;Sampai di situ Imam Ali bin Abi Thalib berhenti menceritakan kisah para penghuni gua. Kemudian berkata kepada pendeta Yahudi yang menanyakan kisah itu: "Itulah, hai Yahudi, apa yang telah terjadi dalam kisah mereka. Demi Allah, sekarang aku hendak bertanya kepadamu, apakah semua yang ku ceritakan itu sesuai dengan apa yang tercantum dalam Taurat kalian?" &lt;br /&gt;Pendeta Yahudi itu menjawab: "Ya Abal Hasan, engkau tidak menambah dan tidak mengurangi, walau satu huruf pun! Sekarang engkau jangan menyebut diriku sebagai orang Yahudi, sebab aku telah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah serta Rasul-Nya. Aku pun bersaksi juga, bahwa engkau orang yang paling berilmu di kalangan ummat ini!" &lt;br /&gt;Demikianlah hikayat tentang para penghuni gua (Ashhabul Kahfi), kutipan dari kitab Qishasul Anbiya yang tercantum dalam kitab Fadha 'ilul Khamsah Minas Shihahis Sittah, tulisan As Sayyid Murtadha Al Huseiniy Al Faruz Aabaad, dalam menunjukkan banyaknya ilmu pengetahuan yang diperoleh Imam Ali bin Abi Thalib dari Rasul Allah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.asyraaf.com/v2/artikel.php?op=2&amp;id=63&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6230296669605220156?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6230296669605220156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6230296669605220156' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6230296669605220156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6230296669605220156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/kisah-ashabul-kahfi.html' title='Kisah Ashabul Kahfi'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-727777067925534495</id><published>2009-08-25T15:32:00.002+04:00</published><updated>2009-08-25T15:39:54.476+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Bahasa Arab'/><title type='text'>Pengertian I'rob (الإعراب)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pengertian I'rob (الإعراب)&lt;/strong&gt;I'rob adalah perubahan akhir kata karena perbedaan 'amil yang masuk pada kata tersebut, baik secara lafadz (jelas) atau muqoddaroh (tersembunyi). (Sumber: matan Al Ajrumiyyah) &lt;br /&gt;perubahan Maksudnya adalah perubahan dari dhommah ke fathah, dari fathah ke kasroh, dari dhommah ke sukun, dst.&lt;br /&gt;akhir kata I'rob hanya membahas akhir kata saja, tidak di depan dan tidak di tengah kata.&lt;br /&gt;karena perbedaan 'amil yang masuk ke dalam kalimat. Perbedaan 'amil akan mengakibatkan perbedaan kedudukan suatu kata di dalam kalimat. Jadi perubahan akhir kata disebabkan oleh kedudukannya (sebagai subjek, objek, dst) yang berbeda-beda di dalam kalimat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;secara lafadz Tanda akhir katanya jelas, terlihat, dan terbaca, seperti dhommah, fathah, kasroh atau muqoddaroh. Tanda akhir katanya tidak terlihat dan tidak terbaca, dan ini dialami oleh kata-kata yang berakhiran huruf 'illah (huruf berpenyakit). Huruf-huruf 'illah ada 3 : alif (ى / ا), ya (ي), dan wawu (و).&lt;br /&gt;Contoh I'rob&lt;br /&gt;Kalimat جَـاءَ زيَـْدٌ (jaa-a Zaidun) = Zaid telah datang. &lt;br /&gt;Kata زيَـْدٌ (Zaidun) berakhiran dhommah. Kenapa dhommah? Karena 'amil dari kalimat ini (yaitu جَـاءَ = telah datang) menyebabkan kedudukan Zaid menjadi subjek (yang datang adalah si Zaid). Secara kaidah (yang nanti akan lebih dijelaskan lagi), bahwa subjek ber-i'rob rofa', dan tanda rofa' adalah dhommah.&lt;br /&gt;Kalimat رَأيْتُ زَيْداً (ro-aitu Zaidan) = Saya melihat Zaid. &lt;br /&gt;Kata زَيْداً (Zaidan) berakhiran fathah. Kenapa fathah? Karena 'amil dari kalimat ini (yaitu رَأيْتُ = saya melihat) menyebabkan kedudukan Zaid menjadi objek (yang dilihat adalah si Zaid). Secara kaidah (yang nanti akan lebih dijelaskan lagi), bahwa objek ber-i'rob nashob, dan tanda nashob adalah fathah.&lt;br /&gt;Kalimat مَرَرْتُ بِزَيْدٍ (marortu bi Zaidin) = Saya berpapasan dengan Zaid. &lt;br /&gt;Kata زَيْدٍ (Zaidin) berakhiran kasroh. Kenapa kasroh? Karena 'amil dari kalimat ini adalah huruf jarr (yaitu : بِ (bi) = dengan), dan setiap kata benda yang didahului oleh huruf jarr, maka i'robnya adalah jarr (khofadh), dan tandanya adalah dengan kasroh.&lt;br /&gt;Kata "Zaid" (زيَـْد) pada ketiga kalimat di atas mengalami perubahan di akhir katanya secara lafadz (jelas terlihat dhommah, fathah, dan kasrohnya). Jika kata "Zaid" (زيَـْد) diganti dengan "Musa" (مُوْسَى), maka perubahannya tidak secara lafadz, tetapi secara muqoddaroh, karena kata مُوْسَى mengandung huruf 'illah di akhirnya , yaitu alif (ى). Maka kalimatnya akan menjadi: &lt;br /&gt;جَـاءَ مُوْسَى (jaa-a Muusaa) = Musa telah datang.&lt;br /&gt;رَأيْتُ مُوْسَى (ro-aitu Muusaa) = Saya melihat Musa.&lt;br /&gt;مَرَرْتُ بِمُوْسَى (marortu bi Muusa) = Saya berpapasan dengan Musa.&lt;br /&gt;Perhatikan, kata (مُوْسَى) tidak terlihat mengalami perubahan, namun sebenarnya kata "Musa" (مُوْسَى) pada ketiga kalimat di atas mengalami perubahan (dhommah, fathah, dan kasroh) seperti yang dialami oleh kata "Zaid" زيَـْد, akan tetapi perubahannya secara muqoddaroh (tersembunyi).&lt;br /&gt;Macam-macam I'rob&lt;br /&gt;Tadi sudah sekilas disinggung tentang macam-macam i'rob. I'rob terdiri dari 4 macam: &lt;br /&gt;Rofa' (رَفْعٌ) &lt;br /&gt;Tanda aslinya adalah dhommah&lt;br /&gt;Nashob (نَصْبٌ) &lt;br /&gt;Tanda aslinya adalah fathah&lt;br /&gt;Jarr (جَرٌّ) atau Khofad (خَفْضٌ), untuk selanjutnya kita gunakan "jarr". &lt;br /&gt;Tanda aslinya adalah kasroh&lt;br /&gt;Jazm (جَزْمٌ) &lt;br /&gt;Tanda aslinya adalah sukun&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;Catatan pertama: &lt;br /&gt;isim (kata benda) hanya memiliki 3 jenis i'rob, yaitu rofa', nashob, dan jarr.&lt;br /&gt;fi'il mudhori' (kata kerja masa sekarang/akan datang), i'robnya juga 3, yaitu rofa', nashob, dan jazm.&lt;br /&gt;fi'il madhi (kata kerja masa lampau), i'robnya tidak ada, karena fi'il madhi tidak bisa mengalami perubahan pada akhir katanya.&lt;br /&gt;huruf, i'robnya juga tidak ada, huruf dihukumi mabni seperti fi'il madhi, yaitu tidak bisa mengalami perubahan pada akhir katanya.&lt;br /&gt;Catatan kedua: &lt;br /&gt;Tidak semua isim memiliki i'rob.&lt;br /&gt;Ada beberapa isim yang tidak bisa mengalami perubahan di akhir katanya, seperti هذا (hadza) = ini, الذي (alladzi) = yang, مَتَى (mataa) = kapan, dll. Isim-isim ini dinamakan isim mabni, sementara isim-isim yang dapat mengalami perubahan di akhir katanya (yang memiliki i'rob) dinamakan isim mu'rob.&lt;br /&gt;Catatan ketiga: &lt;br /&gt;Tidak semua tanda rofa' itu dhommah, tanda nashob itu fathah, tanda jarr itu kasroh, tanda jazm itu sukun. &lt;br /&gt;Tanda-tanda tersebut hanya berlaku untuk isim mufrod (seperti "Zaid" dan "Musa" pada contoh di atas) dan jama' taksir (yang bukan ghoiru munshorif).&lt;br /&gt;Adapun isim-isim lainnya, seperti isim mutsanna, isim jama' muannats salim, isim jama' mudzakkar salim, isim asmaa-ul khomsah, isim ghoiri munshorif, isim maqshur, dan isim manqush memiliki tanda-tanda rofa', nashob, dan jarr yang agak berbeda. InsyaAllah akan dibahas pada Pelajaran Nahwu 4 (tanda-tanda i'rob untuk semua isim tersebut).&lt;br /&gt;Catatan keempat: &lt;br /&gt;Tidak semua yang rofa' itu subjek, Tidak semua yang nashob itu objek, dan Tidak semua yang jarr itu yang diawali oleh huruf jarr. &lt;br /&gt;Nanti akan dibahas pada pelajaran berikutnya, kedudukan-kedudukan apa saja yang menyebabkan isim (kata benda) ber-i'rob rofa', nashob, dan jarr. Dan apa saja yang menyebabkan fi'il mudhori' (kata kerja sekarang/masa depan) ber-i'rob rofa', nashob, dan jazm. Sebagai bayangan, &lt;br /&gt;isim yang ber-i'rob rofa', selain fa'il (subjek), juga naibul fa'il, mubtada', khobar, isim kaana, dan khobar inna..&lt;br /&gt;isim yang ber-i'rob nashob, selain maf'ulun bihi (objek), juga khobar kaana, isim inna, maf'ul muthlaq, istitsna, haal, tamyiz, dll&lt;br /&gt;isim yang ber-i'rob jarr, selain majrur (yang didahului oleh huruf jarr), juga mudhof ilaihi. &lt;br /&gt;fi'il (mudhori') yang ber-i'rob nashob adalah yang didahului oleh alat-alat penashob, seperti أَنْ (an), حتى (hatta), dll.&lt;br /&gt;fi'il yang ber-i'rob jazm adalah yang didahului oleh alat-alat penjazm, seperti لَـمْ (lam), dll.&lt;br /&gt;fi'il yang ber-i'rof rofa' adalah yang tidak didahului oleh alat penashob ataupun alat penjazm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-727777067925534495?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/727777067925534495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=727777067925534495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/727777067925534495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/727777067925534495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/pengertian-irob.html' title='Pengertian I&apos;rob (الإعراب)'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-5837673270997185946</id><published>2009-08-25T12:30:00.002+04:00</published><updated>2009-08-25T14:02:46.203+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Orang - Orang yang Didoakan oleh Malaikat</title><content type='html'>Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, "Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya." (Qs. Al Anbiyaa': 26-28)&lt;br /&gt;Inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. &lt;/strong&gt;Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Orang yang duduk menunggu shalat.&lt;/strong&gt; Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'" (Shahih Muslim no. 469)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Orang-orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.&lt;/strong&gt; Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan." (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Orang-orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).&lt;/strong&gt; Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf." (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.&lt;/strong&gt; Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (Shahih Bukhari no. 782)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.&lt;/strong&gt; Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. &lt;/strong&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.&lt;/strong&gt; Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' radliyallaahu 'anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'" (Shahih Muslim no. 2733)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Orang-orang yang berinfak.&lt;/strong&gt; Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit.'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Orang yang makan sahur.&lt;/strong&gt; Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur." (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Orang yang menjenguk orang sakit.&lt;/strong&gt; Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh." (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.&lt;/strong&gt; Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji':&lt;br /&gt;Disarikan dari buku Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-5837673270997185946?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/5837673270997185946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=5837673270997185946' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5837673270997185946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5837673270997185946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/orang-orang-yang-didoakan-oleh-malaikat.html' title='Orang - Orang yang Didoakan oleh Malaikat'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-8259972352874950983</id><published>2009-08-24T15:00:00.003+04:00</published><updated>2009-08-24T15:07:26.142+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>DOA SHOLAT TARAWIH DAN WITIR</title><content type='html'>DOA SHOLAT TARAWIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِاْلإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِفَرَائِضِكَ مُؤَدِّيْنَ، وَعَلَى الصَّلَوَاتِ مُحَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلاَيَا صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ e يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَفِى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرَةِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّيْنِ شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِيْ هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا اللَّهُمَّ مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، إِلهَنَا عَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا، وَاغْفِرِ اللَّهُمَّ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلأُمَّهَاتِنَا، وَلإِخْوَانِنَا وَلأَخَوَاتِنَا، وَلأَزْوَاجِنَا وَلأَهْلِيْنَا َوِلأَهْلِ بَيْتِنَا، وَلأَجْدَادِنَا وَلِجَدَّاتِنَا، وَلأَسَاتِذَتِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا، وَلِمَنْ عَلَّمْنَاهُ وَلِذَوِى الْحُقُوْقِ   عَلَيْنَا، وَلِمَنْ أَحَبَّنَا وَأَحْسَنَ إِلَيْنَا، وَلِمَنْ هَدَانَا وَهَدَيْنَاهُ إِلَى الْخَيْرِ، وَلِمَنْ أَوْصَانَا وَوَصَّيْنَاهُ بِالدُّعَاءِ، وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاكْتُبِ اللَّهُمَّ السَّلاَمَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ، وَعَلَى عَبِيْدِكَ الْحُجَّاجِ وَالْمُعْتَمِرِيْنَ وَالغُزَاةِ وَالزُّوَّارِ وَالمُسَافِرِيْنَ، فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَالْجَوِّ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَقِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ، وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ، يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ، وَاخْتِمْ لَنَا يَا رَبَّنَا مِنْكَ بِخَيْرٍ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA SHOLAT WITIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-8259972352874950983?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/8259972352874950983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=8259972352874950983' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8259972352874950983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8259972352874950983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/doa-sholat-tarawih-dan-witir.html' title='DOA SHOLAT TARAWIH DAN WITIR'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1598027464811847540</id><published>2009-08-16T15:46:00.000+04:00</published><updated>2009-08-16T15:48:04.644+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Pilihan'/><title type='text'>PETAI TUMIS TERI</title><content type='html'>PETAI TUMIS TERI &lt;br /&gt;BAHAN: &lt;br /&gt;200 gr ikan teri besar &lt;br /&gt;1 sdt air jeruk nipis &lt;br /&gt;minyak goreng secukupnya &lt;br /&gt;2 papan petai, belah dua memanjang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMBU: &lt;br /&gt;8 cabai merah &lt;br /&gt;10 cabai rawit merah &lt;br /&gt;6 butir bawang merah &lt;br /&gt;5 siung bawang putih &lt;br /&gt;1 batang serai, memarkan &lt;br /&gt;2 cm jahe, memarkan &lt;br /&gt;3 lembar daun jeruk &lt;br /&gt;1/4 sdt merica bubuk &lt;br /&gt;1 sdm kecap manis &lt;br /&gt;1 sdt kaldu bubuk rasa ayam &lt;br /&gt;1 buah (75 gr) tomat merah, bagi 8&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;CARA MEMBUAT: &lt;br /&gt;1. Lumuri ikan teri dengan air jeruk, diamkan sebentar (3 menit). &lt;br /&gt;2. Panaskan minyak, goreng teri sampai matang dan agak kering angkat, tiriskan. &lt;br /&gt;3. Tumbuk agak kasar cabai merah, rawit merah, bawang merah, dan bawang putih. &lt;br /&gt;4. Panaskan 3 sdm minyak goreng, tumis bumbu yang telah ditumbuk, masukkan serai, jahe, daun jeruk, merica bubuk, dan teri, aduk rata. Tambahkan dengan kecap manis dan kaldu bubuk, aduk sebentar. Masukkan tomat dan petai, masak sampai semua bumbu meresap, angkat. &lt;br /&gt;5. Sajikan dengan nasi putih hangat. &lt;br /&gt;Untuk: 6 orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1598027464811847540?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1598027464811847540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1598027464811847540' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1598027464811847540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1598027464811847540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/petai-tumis-teri.html' title='PETAI TUMIS TERI'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-8414570820428681929</id><published>2009-08-16T15:27:00.000+04:00</published><updated>2009-08-16T15:44:26.012+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Pilihan'/><title type='text'>KERING TEMPE DAN TERI</title><content type='html'>KERING TEMPE DAN TERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;500 gr tempe, iris 1 x 1 x 4 cm&lt;br /&gt;100 gr teri nasi&lt;br /&gt;3 buah cabai merah, buang bijinya, iris halus&lt;br /&gt;100 gr gula merah&lt;br /&gt;2 lembar daun salam&lt;br /&gt;1 batang serai, memarkan&lt;br /&gt;2 mata asam jawa&lt;br /&gt;minyak goreng secukupnya&lt;br /&gt;1 sdt kaldu bubuk rasa ayam&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;BUMBU HALUS:&lt;br /&gt;6 siung bawang putih&lt;br /&gt;6 buah cabai merah&lt;br /&gt;2 sdm ebi, rendam air hangat, tiriskan&lt;br /&gt;2 cm jahe&lt;br /&gt;garam secukupnya&lt;br /&gt;CARA MEMBUAT:&lt;br /&gt;1. Panaskan minyak, goreng tempe dan teri sampai kering, angkat, tiriskan.&lt;br /&gt;2. Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan cabai merah, gula merah, serai, asam jawa, daun salam, dan sedikit air. Masak hingga gula meletup-letup.&lt;br /&gt;3. Masukkan tempe dan teri, aduk rata sampai bumbu tercampur rata, angkat.&lt;br /&gt;Untuk: 5 porsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-8414570820428681929?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/8414570820428681929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=8414570820428681929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8414570820428681929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8414570820428681929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/kering-tempe-dan-teri.html' title='KERING TEMPE DAN TERI'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-5987831438764455283</id><published>2009-08-16T15:23:00.001+04:00</published><updated>2009-08-16T15:25:00.127+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Pilihan'/><title type='text'>SAMBAL GORENG HATI AYAM</title><content type='html'>SAMBAL GORENG HATI AYAM &lt;br /&gt;BAHAN:&lt;br /&gt;12 buah hati ayam, cuci bersih, tiriskan&lt;br /&gt;50 gram kapri&lt;br /&gt;1 buah cabai merah, iris tipis serong&lt;br /&gt;500 ml santan dari 1/2 butir kelapa&lt;br /&gt;250 ml santan dari 1/2 butir kelapa&lt;br /&gt;4 lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam, dan 2 batang serai, memarkan&lt;br /&gt;1 sdm air asam jawa&lt;br /&gt;8 sdm KECAP rasa manis&lt;br /&gt;Minyak goreng secukupnya &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BUMBU HALUS:&lt;br /&gt;10 buah cabai merah&lt;br /&gt;10 butir bawang merah&lt;br /&gt;6 siung bawang putih&lt;br /&gt;2 sdt garam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMBUAT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Panaskan 2 sendok makan minyak, tumis cabai merah sebentar, angkat. &lt;br /&gt;2.Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan hati ayam, daun jeruk, daun salam, serai, dan air asam jawa. Tambahkan santan encer, didihkan. &lt;br /&gt;3.Tambahkan santan kental dan KECAP BANGO rasa manis, masak hingga kelihatan berminyak, masukkan kapri, aduk rata, angkat. &lt;br /&gt;4.Sajikan sebagai pe lengkap nasi langgi, taburi dengan irisan cabai merah goreng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk: 6 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-5987831438764455283?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/5987831438764455283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=5987831438764455283' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5987831438764455283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5987831438764455283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/sambal-goreng-hati-ayam.html' title='SAMBAL GORENG HATI AYAM'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1038556298653483309</id><published>2009-08-16T15:15:00.002+04:00</published><updated>2009-08-16T15:20:33.074+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Pilihan'/><title type='text'>Sup Ikan Pedas</title><content type='html'>Hidangan Ramadhan-Sup Ikan Pedas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN :&lt;br /&gt;1 ekor ikan kakap merah berat 600 gram siangi potong 3 bagian&lt;br /&gt;2 sdm air jeruk nipis&lt;br /&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;2 sdm minyak goreng&lt;br /&gt;3 siung bawang putih memarkan&lt;br /&gt;1 liter air&lt;br /&gt;2 sdt garam&lt;br /&gt;1/2 sdt merica bubuk&lt;br /&gt;2 sdm cabai bubuk&lt;br /&gt;1 sdm penyedap serba guna (rasa asam)&lt;br /&gt;3 sdm kecap ikan&lt;br /&gt;2 batang daun bawang potong 2 cm&lt;br /&gt;100 gram lobak irisan bentuk korek api&lt;br /&gt;2 batang wortel potong bentuk korek api&lt;br /&gt;3 lembar sawi putih iris 3 cm&lt;br /&gt;25 gram soun rendam air dingin hingga lunak tiriskan&lt;br /&gt;1 buah tahu sutera potong-potong&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;CARA MEMBUAT :&lt;br /&gt;1. Ikan kakap disiangi, cuci bersih, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan selama 15 menit kemudian cuci bersih kembali dan tiriskan.&lt;br /&gt;2. Panaskan minyak dam tumis bawang putih hingga harum. Didihkan air, masukkan tumisan bawang putih, garam, merica dan cabai bubuk. Setelah mendidih kembali masukkan penyedap serba guna (rasa asam) dan kecap ikan.&lt;br /&gt;3. Masukkan ikan kakap, masak hingga lunak. Tambahkan daun bawang, lobak, wortel, sawi dan soun. Masak hingga sayuran matang lalu angkat. Sajikan hangat.&lt;br /&gt;Untuk : 4 orang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1038556298653483309?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1038556298653483309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1038556298653483309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1038556298653483309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1038556298653483309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/sup-ikan-pedas.html' title='Sup Ikan Pedas'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-3301697361343058636</id><published>2009-08-16T15:06:00.000+04:00</published><updated>2009-08-16T15:08:03.119+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Pilihan'/><title type='text'>EMPAL</title><content type='html'>EMPAL&lt;br /&gt;BAHAN:&lt;br /&gt;• 1 kg daging sapi bagian gandik/ paha &lt;br /&gt;• 4 lembar daun salam &lt;br /&gt;• 250 ml santan kental &lt;br /&gt;• minyak untuk menggoreng &lt;br /&gt;Haluskan : &lt;br /&gt;• 10 butir bawang merah &lt;br /&gt;• 6 siung bawang putih &lt;br /&gt;• 1 sdm ketumbar, sangrai &lt;br /&gt;• 2 sdt garam &lt;br /&gt;• 1 sdm gula merah iris &lt;br /&gt;Taburan : Bawang goreng&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;CARA MEMBUAT:&lt;br /&gt;1. Rebus daging sapi bagian gandik sampai lunak, angkat. Potong daging selebar 5 cm mengikuti serat dan tebal 1 cm, memarkan. &lt;br /&gt;2. Didihkan santan bersama bumbu halus dan daun salam. Masukkan daging dan masak sampai santan menyusut, angkat. &lt;br /&gt;3. Suwir-suwir sebagian daging, sisihkan. &lt;br /&gt;4. Panaskan minyak, goreng daging hingga kecoklatan, angkat, tiriskan. &lt;br /&gt;5. Sajikan sebagai pelengkap nasi rawon dengan taburan bawang goreng. &lt;br /&gt;Untuk : 8 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-3301697361343058636?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/3301697361343058636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=3301697361343058636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3301697361343058636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3301697361343058636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/empal.html' title='EMPAL'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6204341160509180551</id><published>2009-08-07T23:03:00.000+04:00</published><updated>2009-08-07T23:06:49.783+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Sunnah'/><title type='text'>Shalat Tarawih Nabi &amp; Salafus Shalih</title><content type='html'>Shalat Tarawih Nabi &amp; Salafus Shalih &lt;br /&gt;(Diedit dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;Shalat tarawih adalah bagian dari shalat nafilah (tathawwu'). Mengerjakannya&lt;br /&gt;disunnahkan secara berjama'ah pada bulan Ramadhan, dan sunnah muakkadah. Disebut tarawih, karena setiap selesai dari empat rakaat, para jama'ah duduk untuk istirahat. Tarawih adalah bentuk jama' dari tarwihah. Menurut bahasa berarti jalsah (duduk). Kemudian duduk setelah selesai sholat dari empat raka'at pada bulan Ramadhan disebut tarwihah; karena dengan duduk itu, orang-orang bisa istirahat dari lamanya melaksanakan qiyam Ramadhan. Bahkan para salaf bertumpu pada tongkat, karena terlalu lamanya berdiri. Dari situ, kemudian setiap empat raka'at, disebut tarwihah, dan kesemuanya disebut tarawih secara majaz.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aisyah ditanya: "Bagaimana shalat Rasul pada bulan Ramadhan?" Dia menjawab, "Beliau tidak pemah menambah dibulan  Ramadhan atau di luarnya lebih dari 11 raka'at. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan ditanya tentang bagusnya dan lamanya. Kemudian beliau shalat 3 raka'at." (HR Bukhari).&lt;br /&gt;Kata ثم (kemudian), adalah kata penghubung yang memberikan makna&lt;br /&gt;berurutan, dan adanya jedah waktu. Rasululah shalat empat raka'at dengan dua kali salam, kemudian beristirahat. Hal ini berdasarkan keterangan Aisyah,&lt;br /&gt;Adalah Rasululah melakukan shalat pada waktu setelah selesainya shalat Isya', hingga waktu fajar, sebanyak 11 raka'at, mengucapkan salam pada setiap dua raka'at, dan melakukan witir dengan satu raka'at. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan keterangan Ibnu Umar, bahwa seseorang bertanya, "Wahai&lt;br /&gt;Rasululah, bagaimana shalat malam itu?" Beliau menjawab, Yaitu dua raka'at-dua raka'at, maka apabila kamu khawatir shubuh, berwitirlah dengan satu raka'at. (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Ibnu Umar yang lain disebutkan:&lt;br /&gt;Shalat malam dan siang dua raka'at-dua raka'at. (HR Ibn Abi Syaibah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Fadhilah Shalat Tarawih&lt;br /&gt;1.1 Hadits Abu Hurairah:&lt;br /&gt;Barang siapa melakukan qiyamulail pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud qiyam Ramadhan, secara khusus, menurut Imam Nawawi adalah&lt;br /&gt;shalat tarawih. Hadits ini memberitahukan, bahwa shalat tarawih itu bisa&lt;br /&gt;mendatangkan maghfirah dan bisa menggugurkan semua dosa; tetapi dengan syarat karena bermotifkan iman; membenarkan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala tersebut dari Allah. Bukan karena riya' atau sekedar adat kebiasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dipahami oleh para salafush shalih, termasuk oleh Abu Hurairah&lt;br /&gt;sebagal anjuran yang kuat dari Rasululah untuk melakukan qiyam Ramadhan&lt;br /&gt;(shalat tarawih, tahajud, dan lain-lain). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Hadits Abdurrahman bin Auf&lt;br /&gt;Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Alah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barangsiapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Albani berkata, "Yang shahih hanya kalimat yang kedua saja, yang awal dha'if." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Hadits Abu Dzar:&lt;br /&gt;Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).  Hadits ini sekaligus juga memberikan anjuran, agar melakukan shalat tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam hingga selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Shalat Tarawih Pada Zaman Nabi&lt;br /&gt;Nabi telah melaksanakan dan memimpin shalat tarawih. Bahkan beliau menjelaskan fadhilahnya, dan menyetujui jama'ah tarawih yang dipimpin oleh&lt;br /&gt;sahabat Ubay bin Ka'ab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah dalil-dalil yang menjelaskan, bahwa shalat tarawih secara berjama'ah disunnahkan oleh Nabi, dan dilakukan secara khusyu' dengan bacaan yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Hadits Nu'man bin Basyir,&lt;br /&gt;Ia berkata: Kami melaksanakan qiyamul lail (tarawih) bersama Rasululah pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan (berakhir) sampai separoh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Hadits Abu Dzar,&lt;br /&gt;ia berkata: Kami puasa, tetapi Nabi tidak memimpin kami untuk melakukan&lt;br /&gt;shalat (tarawih), hingga Ramadhan tinggal tujuh hari lagi, maka Rasululah mengimami kami shalat, sampai lewat sepertiga malam. Kemudian beliau tidak keluar lagi pada malam ke enam. Dan pada malam ke lima, beliau memimpin shalat lagi sampai lewat separoh malam. Lalu kami berkata kepada Rasululah, "Seandainya engkau menambah lagi untuk kami sisa malam kita ini?", maka beliau bersabda, Barang siapa shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai. maka ditulis untuknya shalat satu malam (suntuk). Kemudian beliau tidak memimpin shalat lagi, hingga Ramadhan tinggal tiga hari. Maka beliau memimpin kami shalat pada malam ketiga. Beliau mengajak keluarga dan istrinya. Beliau mengimami sampai kami khawatir tidak mendapat falah, saya (perawi) bertanya, apa itu falah? Dia (Abu Dzar) berkata, "Sahur. " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Tsa'labah bin Abi Malik Al Qurazhi berkata:&lt;br /&gt;Pada suatu malam, di malam Ramadhan, Rasululah keluar rumah, kemudian beliau melihat sekumplpulan orang di sebuah pojok masjid sedang melaksanakan shalat. Beliau lalu bertanya, Apa yang sedang mereka lakukan?" Seseorang menjawab, "Ya Rasululah, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak membaca Al Qur'an, sedang Ubay bin Ka'ali ahli membaca Al Qur'an, maka mereka shalat (ma'mum) dengan shalatnya Ubay. " Beliau lalu bersabda, "Mereka telah berbuat baik dan telah berbuat benar." Beliau tidak membencinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Shalat Tarawih Pada Zaman Khulafa'ur Rasyidin&lt;br /&gt;1. Para sahabat Rasululah, shalat tarawih di masjid Nabawi pada malam-&lt;br /&gt;malam Ramadhan secara awza'an (berpencar-pencar). Orang yang bisa membaca Al Qur'an ada yang mengimami 5 orang, ada yang 6 orang, ada yang lebih sedikit dari itu, dan ada yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az Zuhri berkata,&lt;br /&gt;"Ketika Rasululah wafat, orang-orang shalat tarawih dengan cara&lt;br /&gt;seperti itu. Kemudian pada masa Abu Bakar, caranya tetap seperti itu; begitu pula awal khalifah Umar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Abdurrahman bin Abdul Qari' berkata,&lt;br /&gt;"Saya keluar ke masjid bersama Umar pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Ketika itu orang-orang berpencaran; ada yang shalat sendirian, dan ada yang shalat dengan jama'ah yang kecil (kurang dari sepuluh orang).  Umar berkata, 'Demi Alah, saya melihat (berpandangan), seandainya mereka saya satukan di belakang satu imam, tentu lebih utama,'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau bertekad dan mengumpulkan mereka di bawah pimpinan Ubay bin Ka'ab. Kemudian saya keluar lagi bersama beliau pada malam lain. Ketika itu orang-orang sedang shalat di belakang imam mereka. Maka Umar berkata,'Ini adalah sebaik-baik hal baru.' Dan shalat akhir malam nanti lebih utama dari shalat yang mereka kerjakan sekarang." Peristiwa ini terjadi pada tahun 14 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Umar mengundang para qari' pada bulan Ramadhan, lalu member perintah kepada mereka agar yang paling cepat bacaanya membaca 30 ayat (3 halaman), dan yang sedang agar membaca 25 ayat, adapun yang pelan&lt;br /&gt;membaca 20 ayat (+ 2 halaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al A'raj  berkata,&lt;br /&gt;"Kami tidak mendapati orang-orang, melainkan mereka sudah melaknat orang kafir (dalam do'a) pada bulan Ramadhan." la berkata, "Sang qari' (imam) membaca ayat Al Baqarah dalam 8 raka'at. Jika ia telah memimpin 12 raka'at, (maka) barulah orang-orang merasa kalau imam meringankan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Abdulah bin Abi Bakr berkata,&lt;br /&gt;"Saya mendengar bapak saya berkata,'Kami sedang pulang dari shalat (tarawih) pada malam Ramadhan. Kami menyuruh pelayan agar cepat cepat menyiapkan makanan, karena takut tidak mendapat sahur'. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saib bin Yazid (Wafat 91 H) berkata,&lt;br /&gt;"Umar memerintah Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad Dari agar memimpin shalat tarawih pada bulan Ramadhan dengan 11 raka'at. Maka sang qari' membaca dengan ratusan ayat, hingga kita bersandar pada tongkat karena sangat lamanya berdiri. Maka kami tidak pulang dart tarawih, melainkan sudah di ujung fajar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Bilangan Raka'at Shalat Tarawih Dan Shalat Witir&lt;br /&gt;Mengenai masalah ini, diantara para ulama salaf terdapat perselisihan yang&lt;br /&gt;cukup banyak (variasinya) hingga mencapai belasan pendapat, sebagaimana di bawah ini.&lt;br /&gt;1. Sebelas raka'at (8 + 3 Witir), riwayat Malik dan Said bin Manshur.&lt;br /&gt;2. Tigabelas raka'at (2 raka'at ringan + 8 + 3 Witir), riwayat Ibnu Nashr dan&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq, atau (8 + 3 + 2), atau (8 + 5) menurut riwayat Muslim.&lt;br /&gt;3. Sembilan belas raka'at (16 + 3).&lt;br /&gt;4. Duapuluh satu raka'at (20 + 1), riwayat Abdurrazzaq&lt;br /&gt;5. Duapuluh tiga raka'at (20 + 3), riwayat Malik, Ibn Nashr dan Al Baihaqi.&lt;br /&gt;Demikian ini adalah madzhab Abu Hanifah, Sya_'i, Ats Tsauri, Ahmad,&lt;br /&gt;Abu Daud dan Ibnul Mubarak.&lt;br /&gt;6. Duapuluh sembilan raka'at (28 + 1).&lt;br /&gt;7. Tigapuluh sembilan raka'at (36 + 3), Madzhab Maliki, atau (38 + 1).&lt;br /&gt;8. Empatpuluh satu raka'at (38 + 3), riwayat Ibn Nashr dart persaksian Shalih&lt;br /&gt;Mawla Al Tau'amah tentang shalatnya penduduk Madinah, atau (36 + 5)&lt;br /&gt;seperti dalam Al Mughni 2/167.&lt;br /&gt;9. Empatpuluh sembilan raka'at (40 + 9); 40 tanpa witir adalah riwayat dari&lt;br /&gt;Al Aswad Ibn Yazid.&lt;br /&gt;10. Tigapuluh empat raka'at tanpa witir (di Basrah, Iraq).&lt;br /&gt;11. Duapuluh empat raka'at tanpa witir (dart Said Ibn Jubair).&lt;br /&gt;12. Enambelas raka'at tanpa witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Berapa Raka'at Tarawih Rasulullah?&lt;br /&gt;Rasululah telah melakukan dan memimpin shalat tarawih, terdiri dari sebelas&lt;br /&gt;raka'at (8 3). Dalilnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits Aisyah: ia ditanya oleh Abu Salamah Abdur Rahman tentang&lt;br /&gt;glyamui lailnya Rasul pada bulan Ramadhan, ia menjawab: Sesungguhnya beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, atau pada bulan lainnya. lebih dari sebelas raka'at. (HR Bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;Ibn Hajar berkata,&lt;br /&gt;"Jelas sekali, bahwa hadits ini menunjukkan shalatnya Rasul (adalah) sama semua di sepanjang tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits Jabir bin Abdilah ia berkata:&lt;br /&gt;Rasululah shalat dengan kami pada bulan Ramadhan 8 raka'at&lt;br /&gt;dan witir. Ketika malam berikutnya, kami berkumpul di masjid&lt;br /&gt;dengan harapan beliau shalat dengan kami. Maka kami terus berada di masjid hingga pagi, kemudian kami masuk bertanya, "Ya Rasululah, tadi malam kami berkumpul di masjid, berharap anda shalat bersama kami," maka beliau bersabda, "Sesungguhnya aku khawatir diwajibkan atas kalian.&lt;br /&gt;" &lt;br /&gt;3. Pengakuan Nabi tentang 8 raka'at dan 3 witir.&lt;br /&gt;Ubay bin Ka'ab datang kepada Rasululah, lalu berkata,"Ya Rasulullah, ada sesuatu yang saya kerjakan tadi malam (Ramadhan). Beliau bertanya,"Apa itu, wahai Ubay?" la menjawab,"Para wanita di rumahku berkata,'Sesungguhnya kami ini tidak membaca Al Qur'an. Bagaimana kalau kami shalat dengan shalatmu?' Ia berkata,"Maka saya shalat dengan mereka&lt;br /&gt;8 raka'at dan witir. Maka hal itu menjadi sunnah yang diridhai. Beliau tidak&lt;br /&gt;mengatakan apa-apa." 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Rasululah shalat tarawih&lt;br /&gt;dengan 20 raka'at, maka haditsnya tidak ada yang shahih. 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Berapa Rakaat Tarawih Sahabat dan Tabi'in&lt;br /&gt;Pada Masa Umar&lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat shahih tentang bilangan raka'at shalat tarawih para&lt;br /&gt;sahabat pada zaman Umar 43 . Yaitu: 11 raka'at, 13 raka'at, 21 raka'at, dan&lt;br /&gt;23 raka'at. Kemudian 39 raka'at juga shahih, pada masa Khulafaur Rasyidin&lt;br /&gt;setelah Umar; tetapi hal ini khusus di Madinah. Berikut keterangan pada masa Umar&lt;br /&gt;1. Sebelas raka'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar memerintahkan kepada Ubay dan Tamim Al Dari untuk shalat 11&lt;br /&gt;raka'at. Mereka membaca ratusan ayat, sampai makmum bersandar pada&lt;br /&gt;tongkat karena kelamaan dan selesai hampir Subuh. Demikian ini riwayat&lt;br /&gt;Imam Malik dari Muhammad bin Yusuf dari Saib Ibn Yazid&lt;br /&gt;Imam Suyuthi dan Imam Subkhi menilai, bahwa hadits ini sangat shahih. Syaikh Al Albani juga menilai, bahwa hadits ini shahih sekali .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tigabelas raka'at&lt;br /&gt;Semua perawi dari Muhammd Ibn Yusuf mengatakan 11 raka'at, kecuali&lt;br /&gt;Muhammad Ibn Ishaq. Ia berkata 13 raka'at (HR Ibn Nashr), akan tetapi&lt;br /&gt;hadts ini sesuai dengan hadits 'Aisyah yang mengatakan 11 raka'at.&lt;br /&gt;Hal ini bisa dipahami, bahwa termasuk dalam bilangan itu ialah 2 raka'at&lt;br /&gt;shalat Fajar, atau 2 raka'at pemula yang ringan, atau 8 raka'at ditambah 5 raka'at Witir.&lt;br /&gt;3. Duapuluh raka'at (ditambah 1 atau 3 raka'at Witir).&lt;br /&gt;Abdur Razzaq meriwayatkan dart Muhammad Ibn Yusuf dengan lafadz "21&lt;br /&gt;raka'at" (sanad shahih).&lt;br /&gt;Al Baihaqi dalam As Sunan dan Al Firyabi dalam Ash Shiyam&lt;br /&gt;meriwayatkan dari jalur Yazid Ibn Khushaifah dari Saib Ibn Yazid, bahwa&lt;br /&gt;mereka pada zaman Umar di bulan Ramadhan shalat tarawih 20 raka'at.&lt;br /&gt;Mereka membaca ratusan ayat, dan bertumpu 'pada tongkat pada zaman&lt;br /&gt;Utsman, karena terlalu lama berdiri.&lt;br /&gt;Riwayat ini dishahihkan oleh Imam Al Nawawi, Al Zaila'i, Al Aini, Ibn Al&lt;br /&gt;Iraqi, Al Subkhi, As Suyuthi, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sementara itu Syaikh Al Albani menganggap, bahwa dua riwayat&lt;br /&gt;ini bertentangan dengan riwayat sebelumnya, tidak bisa dijama'&lt;br /&gt;(digabungkan). Maka beliau memakai metode tarjih (memilih riwayat yang&lt;br /&gt;shahih dan meninggalkan yang lain).&lt;br /&gt;Beliau menyatakan, bahwa Muhammad Ibn Yusuf perawi yang tsiqah tsabt&lt;br /&gt;(sangat terpercaya), telah meriwayatkan dari Saib Ibn Yazid 11 raka'at.&lt;br /&gt;Sedangkan Ibn Khushaifah yang hanya pada peringkat tsiqah (terpercaya)&lt;br /&gt;meriwayatkan 21 raka'at. Sehingga hadits Ibn Khushaifah ini menurut&lt;br /&gt;beliau adalah syadz (asing, menyalahi hadits yang lebih shahih). &lt;br /&gt;Perlu diketahui, selain Ibn Khushaifah tadi, ada perawi lain, yaitu Al Harits&lt;br /&gt;Ibn Abdurrahman Ibn Abi Dzubab yang meriwayatkan dari Saib Ibn Yazid,&lt;br /&gt;bahwa shalat tarawih pada masa Umar 23 raka'at. (HR Abdurrazzaq). Selanjutnya 23 raka'at diriwayatkan juga dari Yazid Ibn Ruman secara&lt;br /&gt;mursal, karena ia tidak menjumpai zaman Umar. Yazid Ibn Ruman adalah mawla (mantan budak) sahabat Zubair Ibn Al Awam (36 H), ia salah seorang qurra' Madinah yang tsiqat tsabt (meninggal pada tahun 120 atau 130 H). Ia memberi pernyataan, bahwa masyarakat (Madinah) pada zaman Umar telah melakukan qiyam Ramadhan dengan bilangan 23 raka'at, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Bagaimana Jalan Keluarnya?&lt;br /&gt;Jumhur ulama mendekati riwayat-riwayat di atas dengan metode al jam'u, bukan metode at tarjih, sebagaimana yang dipilih oleh Syaikh Al Albani. Dasar pertimbangan jumhur adalah:&lt;br /&gt;1. Riwayat 20 (21, 23) raka'at adalah shahih.&lt;br /&gt;2. Riwayat 8 (11, 13) raka'at adalah shahih.&lt;br /&gt;3. Fakta sejarah menurut penuturan beberapa tabi'in dan ulama salaf.&lt;br /&gt;4. Menggabungkan riwayat-riwayat tersebut adalah mungkin, maka tidak&lt;br /&gt;perlu pakai tarjih, yang konsekuensinya adalah menggugurkan salah satu&lt;br /&gt;riwayat yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Beberapa Kesaksian Pelaku Sejarah&lt;br /&gt;1. Imam Atho' Ibn Abi Rabah mawla Quraisy, 18 lahir pada masa Khilafah&lt;br /&gt;Utsman (antara tahun 24 H sampai 35 H), yang mengambil ilmu dari Ibn&lt;br /&gt;Abbas, (wafat 67 / 68 H), Aisyah dan yang menjadi mufti Mekkah setelah&lt;br /&gt;Ibn Abbas hingga tahun wafatnya 114 H, memberikan kesaksian: "Saya telah mendapati orang-orang (masyarakat Mekkah) pada malam Ramadhan shalat 20 raka'at dan 3 raka'at witir." &lt;br /&gt;2. Imam Na_' Al Qurasyi, telah memberikan kesaksian sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Saya mendapati orang-orang (masyarakat Madinah); mereka shalat pada bulan Ramadhan 36 raka'at dan witir 3 raka'at."&lt;br /&gt;3. Daud Ibn Qais bersaksi,&lt;br /&gt;"Saya mendapati orang-orang di Madinah pada amasa pemerintahan Aban Ibn Utsman Ibn A_an Al Umawi (Amir Madinah, wafat 105 H) dan Khalifah Umar Ibn Abdul Azi (Al Imam Al Mujtahid, wafat 101 H) melakukan qiyamulail&lt;br /&gt;(Ramadhan) sebanyak 36 raka'at ditambah 3 witir." &lt;br /&gt;4. Imam Malik Ibn Anas (wafat 179 H) yang menjadi murid Nafi' berkomentar,&lt;br /&gt;"Apa yang diceritakan oleh Nafi', itulah yang tetap dilakukan oleh penduduk Madinah. Yaitu apa yang dulu ada pada zaman Utsman Ibn Afan. &lt;br /&gt;5. Imam Syafi'i, mengatakan,&lt;br /&gt;"Saya menjumpai orang-orang di Mekkah. Mereka shalat (tarawih, red.) 23 raka'at. Dan saya melihat penduduk Madinah, mereka shalat 39 raka'at, dan tidak ada masalah sedikitpun tentang hal itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Beberapa Pemahaman Ulama Dalam&lt;br /&gt;Menggabungkan Riwayat-Riwayat Shahih Di Atas&lt;br /&gt;1. Imam Syafi'i, setelah meriwayatkan shalat di Mekkah 23 raka'at dan di&lt;br /&gt;Madinah 39 raka'at berkomentar, "Seandainya mereka memanjangkan bacaan dan menyedikitkan bilangan sujudnya, maka itu bagus. Dan seandainya mereka memperbanyak sujud dan meringankan bacaan, maka itu juga bagus; tetapi yang pertama lebih aku sukai." &lt;br /&gt;2. Ibn Hibban (wafat 354 H) berkata,&lt;br /&gt;"Sesungguhnya tarawih itu pada mulanya adalah 11 raka'at dengan bacaan yang sangat pan fang hingga memberatkan mereka. Kemudian mereka meringankan bacaan dan menambah bilangan raka'at, menjadi 23 raka'at dengan bacaan sedang. Setelah itu mereka meringankan bacaan dan menjadikan tarawih dalam 36 raka'at tanpa witir." &lt;br /&gt;3. Al Kamal Ibnul Humam mengatakan,&lt;br /&gt;"Dalil-dalil yang ada menunjukkan, bahwa dari 20 raka'at itu, yang sunnah adalah seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi, sedangkan sisanya adalah mustahab." 28&lt;br /&gt;4. Al Subkhi berkata,&lt;br /&gt;"Tarawih adalah termasuk nawafil. Terserah kepada masing-masing, ingin shalat sedikit atau banyak. Boleh jadi mereka terkadang memilih bacaan panjang dengan bilangan sedikit, yaitu 11 raka'at. Dan terkadang mereka memilih bilangan raka'at banyak, yaitu 20 raka'at daripada bacaan panjang, lalu amalan ini yang terus berjalan." &lt;br /&gt;5. Ibn Taimiyah berkata,&lt;br /&gt;"Ia boleh shalat tarawih 20 raka'at sebagaimana yang mashur dalam madzhab Ahmad dan Sya_'i. Boleh shalat 36 raka'at sebagaimana yang ada dalam madzhab Malik. Boleh shalat 11 raka'at, 13 raka'at. Semuanya baik. Jadi banyaknya raka'at atau  sedikitnya tergantung lamanya bacaan dan pendeknya." Beliau juga berkata, "Yang paling utama itu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan orang yang shalat. Jika mereka kuat 10 raka'at ditambah witir 3 raka'at sebagaimana yang diperbuat oleh Rasul di Ramadhan dan di luar Ramadhan- maka ini yang lebih utama. Kalau mereka kuat 20 raka'at, maka itu afdhal dan inilah yang dikerjakan oleh kebanyakan kaum muslimin, karena ia adalah pertengahan antara 10 dan 40. Dan jika ia shalat dengan 40 raka'at, maka boleh, atau yang lainnya juga boleh. Tidak dimaksudkan sedikitpun dari hal itu, maka barangsiapa menyangka, bahwa qiyam Ramadhan itu terdiri dari bilangan tertentu, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, maka ia telah salah." &lt;br /&gt;6. Al Tharthusi (451-520 H) berkata,&lt;br /&gt;Para sahabat kami (Malikiyah) menjawab dengan jawaban yang benar,&lt;br /&gt;yang bisa menyatukan semua riwayat. Mereka berkata, "Mungkin Umar pertama kali memerintahkan kepada mereka 11 raka'at dengan bacaan yang amat panjang. Pada raka'at pertama, imam membaca sekitar dua ratus ayat, karena berdiri lama adalah yang terbaik dalam shalat. Tatkala masyarakat tidak lagi kuat menanggung hal itu, maka Umar memerintahkan 23 raka'at demi meringankan lamanya bacaan. Dia menutupi kurangnya keutamaan dengan tambahan raka'at. Maka mereka membaca surat Al Baqarah dalam 8 raka'at atau 12 raka'at sesuai dengan hadits al A'raj tadi."&lt;br /&gt;Telah dikatakan, bahwa pada waktu itu imam membaca antara 20 ayat&lt;br /&gt;hingga 30 ayat. Hal ini berlangsung terus hingga yaumul Harrah, 31 maka&lt;br /&gt;terasa berat bagi mereka lamanya bacaan. Akhirnya mereka mengurangi&lt;br /&gt;bacaan dan menambah bilangannya menjadi 36 raka'at ditambah 3 witir.&lt;br /&gt;Dan inilah yang berlaku kemudian.&lt;br /&gt;Bahkan diriwayatkan, bahwa yang pertama kali memerintahkan mereka&lt;br /&gt;shalat 36 raka'at ditambah dengan 3 witir ialah Khalifah Muawiyah Ibn Abi&lt;br /&gt;Sufyan (wafat 60 H). Kemudian hal tersebut dilakukan terus oleh khalifah&lt;br /&gt;sesudahnya. Lebih dari itu, Imam Malik menyatakan, shalat 39 raka'at itu telah ada semenjak zaman Khalifah Utsman. Kemudian Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz (wafat 101 H) memerintahkan agar imam membaca 10 ayat pada tiap raka'at. Inilah yang dilakukan oleh para imam, dan disepakati oleh jama'ah kaum muslimin, maka ini yang paling utama dari segi takhfif (meringankan). &lt;br /&gt;7. Ada juga yang mengatakan, bahwa Umar memerintahkan kepada dua&lt;br /&gt;sahabat, yaitu "Ubay bin Ka'ab 45 dan Tamim Ad Dad, agar shalat&lt;br /&gt;memimpin tarawih sebanyak 11 raka'at, tetapi kedua sahabat tersebut&lt;br /&gt;akhirnya memilih untuk shalat 21 atau 23 raka'at. &lt;br /&gt;8. Al Ha_dz Ibn Hajar berkata,&lt;br /&gt;"Hal tersebut dipahami sebagai variasi sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan manusia. Kadang-kadang 11 raka'at, atau 21, atau 23 raka'at, tergantung kesiapan dan kesanggupan mereka. Kalau 11 raka'at, mereka memanjangkan bacaan hingga bertumpu pada tongkat. Jika 23 raka'at, mereka meringankan bacaan supaya tidak memberatkan jama'ah. &lt;br /&gt;9. Imam Abdul Aziz Ibn Bazz mengatakan:&lt;br /&gt;"Diantara perkara yang terkadang samar bagi sebagian orang adalah shalat tarawih Sebagian mereka mengira, bahwa tarawih tidak boleh kurang dari 20 raka'at. Sebagian lain mengira, bahwa tarawih tidak boleh lebih dari 11 raka'at atau 13 raka'at. Ini semua adalah persangkaan yang tidak pada tempatnya, bahkan salah; bertentangan dengan dalil. Hadits-hadits shahih dari Rasululah telah menunjukkan, bahwa shalat malam itu adalah muwassa' (leluasa, lentur, fleksibel). Tidak ada batasan tertentu yang kaku. yang tidak boleh dilanggar.&lt;br /&gt;Bahkan telah shahih dari Nabi, bahwa beliau shalat malam 11 raka'at, terkadang 13 raka'at, terkadang lebih sedikit dari itu di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Ketika ditanya tentang sifat shalat malam, beliau menjelaskan: dua rakaat-dua raka'at, apabila salah seorang kamu khawatir subuh, maka shalatlah satu raka'at witir, menutup shalat yang ia kerjakan. " (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;Beliau tidak membatasi dengan raka'at-raka'at tertentu, tidak di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Karena itu, para sahabat pada masa Umar di sebagian waktu shalat 23 raka'at dan pada waktu yang lain 11 raka'at. Semua itu shahih dari Umar dan para sahabat pada zamannya. Dan sebagian salaf shalat tarawih 36 raka'at ditambah witir 3 raka'at. Sebagian lagi shalat 41 raka'at. Semua itu dikisahkan dari mereka oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyah dan ulama lainnya. Sebagaimana beliau juga menyebutkan, bahwa masalah&lt;br /&gt;ini adalah luas (tidak sempit). Beliau juga menyebutkan, bahwa yang afdhal bagi orang yang memanjangkan bacaan, ruku'. sujud, ialah menyedikitkan&lt;br /&gt;bilangan raka'at(nya). Dan bagi yang meringankan bacaan, ruku' dan sujud (yang afdhal) ialah menambah raka'at(nya). Ini adalah makna ucapan beliau.&lt;br /&gt;Barang siapa merenungkan sunnah Nabi, ia pasti mengetahui, bahwa yang paling afdhal dari semi In itu ialah 11 raka'at atau 13 raka'at. di Ramadhan atau di luar Ramadhan. Karena hal itu yang sesuai dengan perbuatan Nabi dalam kebiasaannya. Juga karena lebih ringan bagi jama'ah. Lebih dekat kepada khusyu' dan tuma'ninah. Namun, barangsiapa menambah (raka'at), maka tidak mengapa dan tidak makruh, seperti yang telah talu."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Kesimpulan&lt;br /&gt;Maka berdasarkan paparan di atas, saya bisa mengambil kesimpulan, antara lain:&lt;br /&gt;1. Shalat tarawih merupakan bagian dari qiyam Ramadhan, yang dilakukan&lt;br /&gt;setelah shalat Isya' hingga sebelum fajar, dengan dua raka'at salam dua&lt;br /&gt;raka'at salam.&lt;br /&gt;Shalat tarawih memiliki keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu,&lt;br /&gt;Nabi menganjurkannya -dan para sahabat pun menjadikannya sebagai&lt;br /&gt;syiar Ramadhan.&lt;br /&gt;2. Shalat tarawih yang lebih utama sesuai dengan Sunnah Nabi, yaitu&lt;br /&gt;bilangannya 11 raka'at. Inilah yang lebih baik. Seperti ucapan Imam Malik,&lt;br /&gt;"Yang saya pilih untuk diri saya dalam qiyam Ramadhan, ialah shalat yang diperintahkan oleh Umar, yaitu 11 raka'at, yaitu (cara) shalat Nabi. Adapun 11 adalah dekat dengan 13." &lt;br /&gt;3. Perbedaan tersebut bersifat variasi, lebih dari 11 raka'at adalah boleh, dan&lt;br /&gt;23 raka'at lebih banyak dikuti oleh jumhur ulama, karena ada asalnya dari&lt;br /&gt;para sahabat pada zaman Khulafaur Rasyidin, dan lebih ringan berdirinya&lt;br /&gt;dibanding dengan 11 raka'at.&lt;br /&gt;4. Yang lebih penting lagi adalah prakteknya harus khusyu', tuma'ninah.&lt;br /&gt;Kalau bisa lamanya sama dengan tarawihnya ulama salaf, sebagai&lt;br /&gt;pengamalan hadits "Sebaik-baik shalat adalah yang panjang bacaanya".&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika benar, maka itu dari Alah. Dan jika salah,&lt;br /&gt;maka itu murni dari al faqir. Ya Alah bimbinglah kami kepada kecintaan dan&lt;br /&gt;ridhaMu. Dan antarkanlah kami kepada Ramadhan dengan penuh aman dan&lt;br /&gt;iman, keselamatan dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji'&lt;br /&gt;1. Shahih Bukhari.&lt;br /&gt;2. Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Bandung.&lt;br /&gt;3. Sunan Abu Daud, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.&lt;br /&gt;4. Sunan Tirmidzi, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.&lt;br /&gt;5. Sunan Ibn Majah, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.&lt;br /&gt;6. Sunan Nasa'i, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.&lt;br /&gt;7. Al Majmu', An Nawawi, Darul Fikr.&lt;br /&gt;8. Fath Al Aziz, Ar Ra_'i, Darul Fikr (dicetak bersama Al Majmu').&lt;br /&gt;9. At Tamhid, lbn Abdil Barr, tahgiq Muhammad Abdul Qadir Atha,&lt;br /&gt;Maktabah Abbas Ahmad Al Bazz, Mekkah.&lt;br /&gt;10. Fathul Bari, Ibn Hajar, targim Muhammad Fuad Abdul Baqi.&lt;br /&gt;11. Asy Syarhul Kabir, Ibn Qudamah, tahgiq Dr. Abdulah At Turkiy, Hajar,&lt;br /&gt;Jizah.&lt;br /&gt;12. Al Hawadits Wal Bida', Abu Bakar Ath Tharthusi, tahgiq Abdul Majid&lt;br /&gt;Turki, Darul Gharb Al Islami.&lt;br /&gt;13. Tanbihul Gha_lin, As Samarqandi, tahgiq Abdul Aziz Al Wakil, Darusy&lt;br /&gt;Syuruq, Jeddah&lt;br /&gt;14. Al Hawi Li AI Fatawa, As Suyuthi, Darul Fikr, Beirut.&lt;br /&gt;15. Shalat At Tarawih, Al Alban!, Al Maktab Al Islami, Beirut.&lt;br /&gt;16. Fatwa Lajnah Daimah, tartib Ahmad Ad Duwaisi, tartib Adil Al Furaidan.&lt;br /&gt;17. AI Muntaqa Min Fatawa Al Fawzan.&lt;br /&gt;18. Al Ijabat Al Bahiyyah, Al Jibrin, i'dad dan tahrij oleh Saad As Sa'dan,&lt;br /&gt;Darul Ashimah, Riyadh.&lt;br /&gt;19. Majalis Ramndhan, Ibn Utsaimin.&lt;br /&gt;20. Faidh Al Rahim, Ath Thayyar, Maktabah At Taubah, Riyadh.&lt;br /&gt;21. Ash Shalah, Ath Thayyar, Darul Wathan, Riyadh.&lt;br /&gt;22. Durus Ramadhan, Salman Al Audah, Darul Wathan, Riyadh.&lt;br /&gt;23. Majmu' Fatawa, Ibn Taimiyah.&lt;br /&gt;24. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, Darul Fikr, Beirut.&lt;br /&gt;25. Al Fatawa Al Haditsiyah, Ibn Hajar Al-Haitsami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6204341160509180551?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6204341160509180551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6204341160509180551' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6204341160509180551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6204341160509180551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/08/shalat-tarawih-nabi-salafus-shalih.html' title='Shalat Tarawih Nabi &amp; Salafus Shalih'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-4303470851626302734</id><published>2009-07-29T22:26:00.000+04:00</published><updated>2009-07-29T22:28:19.689+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Mengajari Anak Dua Bahasa </title><content type='html'>&lt;strong&gt;Mengajari Anak Dua Bahasa &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Sebuah Pengalaman)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya sedang mencukur kumis di depan cermin, kata Ahmad, "Bapak mau pura-pura muda ya"? (Dia ingin mengungkapkan bahwa dengan potong kumis bapak akan kelihatan lebih muda).&lt;br /&gt;Kemampuan berbahasa yang baik sangat penting bagi anak. Hal itu juga seringkali mendasari orangtua agar sang buah hati menguasai dua bahasa atau bilingual, bahkan sejak usia dini. Tidak salah memang, karena dengan menguasai dua bahasa seorang anak akan mendapatkan banyak manfaat dan tentunya kebanggaan tersendiri bagi orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecerdasan berbahasa, anak dapat mengembangkan kecerdasan lainnya. Kecerdasan berbahasa dapat membantu anak memahami informasi atau instruksi yang disampaikan. Ini memudahkan anak mengembangkan kecerdasannya.&lt;br /&gt;Kecerdasan berbahasa maksudnya adalah kecerdasan yang menekankan pada kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara termasuk membaca dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berbahasa, selain dapat membantu anak lebih memahami informasi tentunya juga dapat membantu anak berkomunikasi dengan lingkungan secara lisan maupun tulisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, jika seorang anak terlahir dari orang tua yang berbeda bangsa. Saya punya teman perempuan Indonesia suaminya orang India, anaknya sebaya dengan anak saya, tapi kalau dilihat dari kemampuannya berbahasa anak saya lebih baik dan lebih banyak kosa kata yang dikuasai. Kenapa? Dalam kesehariannya ketika anak bermain dengan bapaknya maka bapaknya mengajari bahasa India, ketika dengan ibunya si anak akan mendengarkan ibunya ngomong bahasa Indonesia atau jawa, ketika bapak dan ibunya ngobrol mereka memakai bahasa inggris, siapa yang nggak bingung? Orang dewasa pun akan bingung juga. &lt;br /&gt;Dalam hal ini penguasaan bahasa kedua orang tua tentunya diperlukan karena kemungkinan untuk tinggal di negara lain dengan bahasa yang berbeda lebih besar dibanding anak dari orang tua yang berasal dari negara yang sama.&lt;br /&gt;Suatu hari bapak saya bertanya tentang cucu-cucunya apakah mereka sudah pintar ngomong? Sudah bisa ngomong apa? Bahasa Jawa, Indonesia, Arab atau Inggris? Nasehatnya: "Diajarin bahasa inggris dan bahasa arab sejak kecil ya"! Biar keren katanya. Kemudian saya jawab: "memang Mbah tahu kalau cucu-cucunya ngomong pakai bahasa arab atau inggris? ntar malah bingung? Ya kan?.&lt;br /&gt;Mungkin ini pertanyaan yang penting, bahasa apakah yang pertama-tama kita harus ajarkan kepada anak kita? Sudah tentu bahasa ibu, bahasa asli kita, bahasa dari mana kita berasal. Pengalaman saya, Fatma anak saya sudah dapat menguasai bahasa Indonesia70% pada umur 4  tahun, dia sudah bisa mengekspresikan keinginannya dengan bahasa Indonesia yang sederhana dan dia sudah mengerti dan sangat  komunikatif dalam bahasa Indonesia. Selang berjalannya waktu semakin hari semakin sempurna dan kosa katanya pun terus bertambah. &lt;br /&gt;Setelah umur 4 tahun kami memulai mengajarkan bahasa Inggris dan sedikit bahasa Arab, tapi dia lebih bakat dalam bahasa Inggris, maka saya lebih banyak mengajarkan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Usia Terbaik&lt;br /&gt;Perkembangan otak anak sesuai dengan pola tertentu. Untuk usia tiga sampai enam tahun otak yang berfungsi lebih baik adalah bagian depan. Pada usia ini, meski anak belum lancar berkomunikasi secara lisan namun anak mulai belajar menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai mengajarkan anak belajar bahasa, terutama untuk bahasa kedua, masa yang paling efektif adalah usia 6-13 tahun. Karena pada masa ini otak bagian belakang yang berkaitan dengan perkembangan bahasa sedang berkembang dengan baik. Dan kami mengajarkannya sedikit lebih awal, mungkin itu sebabnya sehingga  hasilnya kurang optimal.&lt;br /&gt;Faktor lingkungan sangat menentukan perkembangan kemampuan berbahasa anak terutama di sekolah, walaupun agak kerepotan dimasa awalnya tapi akhirnya anak saya bisa beradaptasi dan berkomunikasi dengan bahasa arab dengan temannya karena terpaksa (di kelasnya berjumlah 20 anak, semuanya anak-anak arab kecuali 1 anak saya orang Indonesia: bagi dia ini adalah lingkungan yang sangat ekstrim (kurang baik) karena memaksa dia untuk terpaksa beradaptasi). Setiap kita harus memahami kemampuan anak sesuai dengan usianya. Selain itu anak akan lebih mudah menggunakan dua bahasa apabila anak telah menguasai bahasa ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai orang tua harus menguasai bahasa kedua yang akan digunakan, sehingga bisa membantu melancarkan perkembangan bahasa anak. Kita juga harus memberi perhatian pada lingkungan, jangan sampai terdapat beberapa bahasa yang berbeda karena dapat membuat anak mengalami gagap bahasa atau kebingungan berbahasa, anak-anak kami tidak bisa berbahasa jawa, kalau kami ngomong jawa mereka bilang bahwa kami ngomong ngawur, tetangga depan rumah orang Mesir ngomong arab, sebelahnya orang India ngomong bahasa Urdu, ada juga Somalia dan Philipina semuanya ngomong dengan bahasa mereka sendiri. Parah kan?&lt;br /&gt;Contoh: suatu hari Fatma dan Ahmad main sepeda, kemudian dia memanggil adiknya, "ta'al Ahmad, hurry lah !! maksudnya adalah Ahmad kemari..cepetan donk !!  trus Ahmad menjawab: "wait, the wheel is gembos (tunggu.., ban sepedanya gembos).&lt;br /&gt;Hari yang lain, Ahmad rebutan sepeda dengan Abdullah (adiknya), dia sambil marah-marah melapor pada saya, "He always win alone" (maksudnya: dia selalu ingin menang sendiri)..lucu ya…&lt;br /&gt;Suatu hari Ahmad bertanya  ketika mau beli bensin, "Babe..bahasa inggrisnya beli bensin itu " full special ya"?....lucu ya? Sungguh-sungguh terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilingual atau menguasai dua bahasa memang diperlukan. Apalagi tuntutan globalisasi yang memungkinkan anak berinteraksi dengan dunia yang lebih luas. Ukurlah kebutuhan dan kemampuan anak agar hasilnya dapat maksimal. Jangan lupa juga, kita sebagai orang tua pun harus siap untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa, karena tidak cukup jika hanya mengandalkan sekolah atau tempat kursus saja.&lt;br /&gt;Dedicated to Orang Tua yang peduli anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-4303470851626302734?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/4303470851626302734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=4303470851626302734' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4303470851626302734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4303470851626302734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/07/mengajari-anak-dua-bahasa.html' title='&lt;strong&gt;Mengajari Anak Dua Bahasa &lt;/strong&gt;'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1209321676972304599</id><published>2009-07-20T17:48:00.001+04:00</published><updated>2009-07-20T17:50:49.447+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>Si Doel Bermain</title><content type='html'>Anak Sehat, Si Doel Bermain-main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu kesukaan Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/aVuIXFxj0-Y&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/aVuIXFxj0-Y&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1209321676972304599?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1209321676972304599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1209321676972304599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1209321676972304599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1209321676972304599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/07/si-doel-bermain.html' title='Si Doel Bermain'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-4254978732859583924</id><published>2009-07-20T12:44:00.000+04:00</published><updated>2009-07-20T12:45:46.464+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Mengajarkan Keseimbangan pada Anak</title><content type='html'>Mengajarkan Keseimbangan pada Anak&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi seringkali membawa pengaruh pada kehidupan sosial manusia di seluruh dunia, tak terkecuali anak-anak. Kini tak jarang, tampak anak-anak yang hanya asyik menonton televisi, main komputer atau bermain video games seharian didalam rumah. Anak saya termasuk dalam kategori ini, lebih banyak main computer dan nonton televise di rumah,  tapi bukan tanpa alasan mengapa selalu demikian, saat musim panas yang panasnya mencapai 48 derajat celcius tidak memungkinkan anak untuk main di luar rumah, sebagai gambaran saja, jika anda membuka pintu saat jam menunjukan pukul Sembilan pagi, suhu di luar sudah mencapai diatas 40 derajat, so..siapa yang betah / tahan di luar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dan saya menyadari bahwa kegiatan yang tidak bervariasi semacam itu bisa memicu ketidakseimbangan hubungan sosial anak dengan lingkungan sekitarnya, bahkan bisa memicu kelebihan berat badan akibat kurangnya aktivitas fisik.&lt;br /&gt;Keseimbangan merupakan hal penting yang harus diajarkan pada anak-anak semenjak dini. Kita sebagai orangtua perlu menggunakan beragam kombinasi dari larangan dan aturan terutama hal yang berkaitan dengan hal-hal seperti televisi dan komputer. (atau orang tuanya juga asyik main Facebook sendiri???!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu perlu dilakukan mengingat, perlunya menyediakan anak-anak sarana agar mereka memperoleh ide, motivasi dan contoh bagaimana melakukan aktivitas yang lebih sehat. Anak-anak akan belajar dari contoh dan jika mereka tertarik, bukan tak mungkim mereka juga akan melakukan hal yang sama. Terutama jika orangtua mendukung mereka untuk melakukannya, dengan menemani dan membimbingnya. Biasanya kita sudah puas dan merasa santai jika anak-anak kita tidak menangis, baru kalau ada yang menangis kita segera memberikan perhatiannya. (kasihan dech anak kita) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat anak sudah tertarik terhadap hal-hal tertentu atau berada dalam pola tertentu memang sulit untuk diubah. Biasanya yang terjadi pada orangtua yang tidak pernah menerapkan aturan dan batas yaitu ketika anak-anak sudah merasa nyaman dengan kegiatan seperti menonton televisi atau main video games sesukanya. Saat itu lah orangtua biasanya baru tersadar, anaknya memiliki masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat itu, memang agak sulit mengatasinya karena anak-anak sudah memiliki pola yang dilakukannya setiap hari. Saya sering bertengkar dengan anak saat mencoba memisahkan anak saya dari kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;Hal pertama yang perlu dilakukan orangtua dalam kondisi tersebut yaitu membuat anak tertarik dengan kegiatan diluar ruangan. Yakinkan kegiatan itu bisa sama menyenangkan dengan kegiatan yang biasa dilakukannya. Anak-anak usia tujuh tahun ke atas membutuhkan disiplin untuk hal-hal semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya sangat penting untuk menetapkan batasan pada anak dan berpegang pada batasan itu. Contohnya, kita bisa memberi batas dua jam per hari pada anak untuk bermain video game. Jangan pernah memberi kelonggaran jika anak tidak disiplin, dikhawatirkan dapat menimbulkan perilaku yang tidak lagi dapat diperbaiki nantinya.&lt;br /&gt;Disiplin Diri&lt;br /&gt;Saat ini trend yang terjadi adalah orangtua terlalu memanjakan anak dengan menyediakan hiburan virtual tanpa disiplin. Banyak orangtua yang tidak menyadari, hal itu dapat memicu permasalahan serius, termasuk saya menyediakan anak saya 3 komputer lengkap dengan sambungan internetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa prilaku disiplin maka akan sulit bagi anak untuk belajar mengenai disiplin diri nantinya. Padahal cara hidup yang diajarkan islam adalah menerapkan disipin diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa mengharapkan anak-anak untuk mengatur diri dan perilaku mereka jika kita tidak mengajarkan batasan sejak dini? Anak-anak perlu mempelajari batasan yang pantas dan mengapa hal itu sangat penting bagi mereka. Kita juga perlu mengajarkan, keseimbangan merupakan hal penting dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Kita sebagai orangtua jangan sampai menganggap remeh kemampuan anak untuk memahami permasalahan semacam itu. Anak-anak bisa mengerti cukup baik ketika kita menjelaskan hal itu sesuai dengan usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan bagi kita adalah berusaha mengajarkan anak-anak mengenai apa yang mereka bisa atau tidak bisa lakukan dengan batasan-batasannya. Misalnya, sedikit bermain video games dan lebih banyak bermain di luar ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menghormati anak-anak sebagai manusia seutuhnya dan bertanggungjawab untuk mengajarkan disiplin pada mereka sewajarnya dan mendidik mereka dalam proses tersebut, Insya Allah mereka akan tumbuh sebagai individu yang berperilaku baik dan seimbang dalam hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang ingin mengarahkan anak-anaknya terhadap aktivitas tertentu yang menarik, maka sisihkan waktu dengan seluruh anggota keluarga untuk melakukannya. Memberikan contoh yang baik merupakan bagian paling efektif dari mendidik.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Dipersembahkan tuk Orang Tua yang sayang Anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-4254978732859583924?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/4254978732859583924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=4254978732859583924' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4254978732859583924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4254978732859583924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/07/mengajarkan-keseimbangan-pada-anak.html' title='Mengajarkan Keseimbangan pada Anak'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-4859894784194210376</id><published>2009-07-19T14:52:00.001+04:00</published><updated>2009-07-19T14:56:56.779+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Kepada Mr. Presiden dan Anggota DPR</title><content type='html'>Kepada Mr. Presiden dan Anggota DPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden telah berlalu..&lt;br /&gt;Ada yang senang dan ada yang kecewa...&lt;br /&gt;Memang itulah hidup...&lt;br /&gt;Semuanya adalah COBAAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Anggota Dewan terpilih dan Presiden terpilih, &lt;br /&gt;Terpilihnya Anda bukanlah suatu kemuliaan...&lt;br /&gt;Ini adalah babak baru UJIAN buat Anda...&lt;br /&gt;Apakah Anda akan memanfaatkan MOMENTUM ini untuk BERIBADAH,&lt;br /&gt;Atau sekedar mendapatkan kenikmatan DUNIAWI saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Buat Caleg dan Capres yang tidak terpilih,&lt;br /&gt;Ini adalah kasih sayang Allah untuk melepas BEBAN yang BERAT dari pundak Anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berpikir dan berbuat untuk Rakyat karena Allah,&lt;br /&gt;Maka akan menjadi Ibadah...&lt;br /&gt;Bahkan mempunyai pahala yang berlipat-lipat besarnya,&lt;br /&gt;Karena kebaikan Anda akan dirasakan manfaatnya oleh ratusan juta orang.&lt;br /&gt;Tapi sebaliknya jika Anda berpikir dan berbuat untuk kenikmatan dunia,&lt;br /&gt;Maka Anda sudah tertipu kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;Itu semua akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohlah Rasulullah Muhammad SAW dan Khulafaurrasyidin.&lt;br /&gt;Karena mereka pemimpin, &lt;br /&gt;Mereka mendahulukan rakyatnya....&lt;br /&gt;Mereka akan merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya &lt;br /&gt;Kalau rakyatnya kelaparan, merekapun kelaparan,&lt;br /&gt;Kalau rakyatnya mengganjal sebuah batu di perutnya, mereka mengganjal dua buah batu di perutnya .&lt;br /&gt;Kalau rakyatnya ada yang tidur di atas tikar, merekapaun tidur di atas tikar dari pelepah kurma.&lt;br /&gt;Kalau rakyatnya terluka dalam peperangan, merekapun terluka.&lt;br /&gt;Dan...kalau rakyatnya bahagia, merekapun bahaggia.&lt;br /&gt;Dan tiada kebahagian, kecuali semua rakyatnya merasakan keadilan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh celaka.... &lt;br /&gt;Bila Anda duduk di Kursi Dewan dan Kursi Presiden,&lt;br /&gt;Hidup anda serba kecukupan, bahkan serba kemewahan, &lt;br /&gt;Tetapi ada jutaan rakyat yang kelaparan....&lt;br /&gt;Ada jutaan rakyat yang kesusahan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Allah menjadikan saya jadi pemimpin di negeri ini,&lt;br /&gt;Mungkin saya TIDAK AKAN BISA MAKAN ENAK dan TIDUR NYENYAK...&lt;br /&gt;Karena kenyataan masyarakat kita masih banyak yang kelaparan dan untuk tidurpun susah....&lt;br /&gt;Kita bukan menjadi pemimpinpun, seandainya kita makan kenyang,&lt;br /&gt;Tetapi ada tetangga kita yang kelaparan...sungguh celakanya kita...&lt;br /&gt;Apalagi jadi wakil dan jadi pemimpin ratusan juta orang???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KULLUKUM RO'IN WA KULLUKUM MAS'UULUN 'AN RO'IYATIHI&lt;br /&gt;"Tiap-tiap kalian adalah PEMIMPIN, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya." (Hadits) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS 3:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua kebaikan di tangan Allah, semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk dan kekuatan untuk kita semua....Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-4859894784194210376?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/4859894784194210376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=4859894784194210376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4859894784194210376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4859894784194210376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/07/kepada-mr-presiden-dan-anggota-dpr.html' title='Kepada Mr. Presiden dan Anggota DPR'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7022800492627695548</id><published>2009-07-04T23:45:00.001+04:00</published><updated>2009-07-04T23:57:09.076+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>MASTER PLANN FOR 2000 – 2001</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MASTER PLANN FOR 2000 – 2001&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;January 16, 2000 (From My Diary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May – June 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Marketing Survey  Tahap I&lt;br /&gt;b. Business Trend 2001&lt;br /&gt;c. Buy land and Housing&lt;br /&gt;d. Business Channel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;March 2001&lt;br /&gt;Ziarah Haji ke Mekah Almukaromah&lt;br /&gt;April, May and June 2001&lt;br /&gt;a. Married preparation&lt;br /&gt;b. Finishing Housing Program&lt;br /&gt;c. Business Follow Up&lt;br /&gt;d. Back to PNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 2001&lt;br /&gt;a. Implementation of all planning&lt;br /&gt;b. S1 UGM PSIK Fak. Kedokteran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 2001&lt;br /&gt;a. Resignation&lt;br /&gt;b. GOODBYE ..UNITED ARAB EMIRATES.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;KENYATAANNYA...&lt;br /&gt;Eh… sekarang masih di sini..ha ha ha..rencana itu di tulis 9 tahun silam&lt;br /&gt;Yah itulah rencana manusia..dan Alloh telah mengaturnya&lt;br /&gt;Alhamdulillah ..dengan segala nikmatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Punya wartel selama 2 tahun kemudian dijual lagi sahamnya.&lt;br /&gt;2. Cuma beli tanah dan belum punya rumah.&lt;br /&gt;3. Pergi haji sesuai rencana tahun 2001&lt;br /&gt;4. Nggak jadi resign&lt;br /&gt;5. Nikah April 2003&lt;br /&gt;6. Nggak jadi kuliah di PSIK UGM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7022800492627695548?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7022800492627695548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7022800492627695548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7022800492627695548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7022800492627695548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/07/master-plann-for-2000-2001.html' title='MASTER PLANN FOR 2000 – 2001'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6995678412090691012</id><published>2009-07-04T22:48:00.001+04:00</published><updated>2009-07-04T23:19:17.021+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>DARI ASRAMA KE ASRAMA</title><content type='html'>DARI ASRAMA KE ASRAMA&lt;br /&gt;January 10, 2000 (Sebuah Kenangan)&lt;br /&gt;Mungkin sudah jadi garis perjalanan hidupku, hidup dari asrama ke asrama, kadang aku bosan, kadang aku senang dan kadang 'tak terdefinisikan', "yah…itulah hidup..kadang begini dan kadang begitu", seloroh temanku.&lt;br /&gt;Mungkin juga rumahku termasuk kategori asrama sebab di rumahku banyak juga anak kost yang pada sekolah di SMP dan SMA deket rumahku, jadi sejak kecil aku kayak tinggal di asrama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kemudian  lulus SMA dan kuliah di AKPER harus tinggal di asrama, enak sekali..makan..tidur..diskusi..makan lagi diskusi lagi, makan dan tidur trus presentasi. Kuliah di AKPER tidak perlu belajar yang serius, modalnya hanya pinter ngomong, pinter diskusi..perasaan sudah cukup, selebihnya hanya senang yang ada karena semuanya gratis, makan gratis, rekreasi ke RS dan panti-panti social gratis, KKN gratis..alhamdulillah. Masa itu aku rasa adalah hidup yang paling menyenangkan.&lt;br /&gt;Kemudian,..lulus AKPER langsung kerja dan mengontrak rumah berlima (yah… kaya asrama lagi). Satu tahun kemudian jadi PNS di RSUP Dr. Sardjito eh..tinggal di asrama pegawai lagi. Nah di sini lebih enak lagi..ada gadis berkerudung tiap pagi dan sore kirim makanan..gratis lagi.. (terima kasih..semoga Alloh membalas kebaikannya).&lt;br /&gt;Terus,.. mau keluar negeri, harus tinggal di ASRAMA HAJI Pondok Gede, nah ini yang paling mahal..15 hari harus bayar 2 juta rupiah, makan dan tidur saja..eh tapi ada telepon gratis..tis.. (ini rahasia), dan inilah tinggal di asrama yang kurang mengenakkan.&lt;br /&gt;Sekarang..di luar negeri (Emirat Arab) ..ternyata tinggal di asrama juga…wah…wah..tapi di sini heboh..full AC, full music dll semuanya lengkap. Di sini aku sedang belajar merasakan: kayaknya enak…kayaknya membosankan…kayaknya…tak terdefinisikan…. Yah…itulah hidup kata temanku begeitu selalu via telpon.&lt;br /&gt;Kucoba tulis kembali..hari-hari yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6995678412090691012?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6995678412090691012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6995678412090691012' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6995678412090691012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6995678412090691012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/07/dari-asrama-ke-asrama.html' title='DARI ASRAMA KE ASRAMA'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-8778823380549348520</id><published>2009-06-05T21:14:00.002+04:00</published><updated>2009-06-05T21:22:33.193+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Photos Album'/><title type='text'>Fatma's Photos</title><content type='html'>Fatma's Photos&lt;br /&gt;&lt;table style="width:194px;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" style="height:194px;background:url(http://picasaweb.google.com/s/c/transparent_album_background.gif) no-repeat left"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/imamhk/FatmaSGraduationCeremony?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_tithTThVIJU/SilO8BopuHE/AAAAAAAAANo/G_DJCXmQndM/s160-c/FatmaSGraduationCeremony.jpg" width="160" height="160" style="margin:1px 0 0 4px;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align:center;font-family:arial,sans-serif;font-size:11px"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/imamhk/FatmaSGraduationCeremony?feat=embedwebsite" style="color:#4D4D4D;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Fatma&amp;#39;s Graduation Ceremony&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-8778823380549348520?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/8778823380549348520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=8778823380549348520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8778823380549348520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8778823380549348520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/06/fatmas-photos.html' title='Fatma&apos;s Photos'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_tithTThVIJU/SilO8BopuHE/AAAAAAAAANo/G_DJCXmQndM/s72-c/FatmaSGraduationCeremony.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1571933002237053305</id><published>2009-06-02T14:44:00.001+04:00</published><updated>2009-06-02T14:48:07.488+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>The Excellence, Fatma</title><content type='html'>Fatma, The Excellence&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/oLUKPn5Xtzc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/oLUKPn5Xtzc&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1571933002237053305?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1571933002237053305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1571933002237053305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1571933002237053305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1571933002237053305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/06/excellence-fatma.html' title='The Excellence, Fatma'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-2347852084026127009</id><published>2009-06-02T14:33:00.003+04:00</published><updated>2009-06-02T14:39:29.406+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>Fatma in Action</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Fatma, Dancing Mambo&lt;br /&gt;AL Ain Municipality 31 May 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/-1QmDp6NVg8&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/-1QmDp6NVg8&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-2347852084026127009?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/2347852084026127009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=2347852084026127009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2347852084026127009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2347852084026127009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/06/fatma-in-action.html' title='Fatma in Action'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-3275467311983469862</id><published>2009-06-02T14:26:00.003+04:00</published><updated>2009-06-02T14:38:57.503+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>Graduation Ceremony, 31 May 2009</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Graduation Ceremony, British Section Al Yahar Private School&lt;br /&gt;Al Ain Municipality Teather&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eisMjDyRoLk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/eisMjDyRoLk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-3275467311983469862?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/3275467311983469862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=3275467311983469862' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3275467311983469862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3275467311983469862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/06/graduation-ceremony-british-section-al.html' title='Graduation Ceremony, 31 May 2009'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1588036863350441665</id><published>2009-05-23T23:47:00.003+04:00</published><updated>2009-05-23T23:50:37.775+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>From Al Ain With Lovely Children</title><content type='html'>Khor fakkan and Abu Dhabi Corniche 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1LmcD-v_a4M&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1LmcD-v_a4M&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1588036863350441665?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1588036863350441665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1588036863350441665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1588036863350441665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1588036863350441665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/05/from-al-ain-with-lovely-children.html' title='From Al Ain With Lovely Children'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6817825248499084213</id><published>2009-04-30T01:56:00.002+04:00</published><updated>2009-05-23T23:35:37.384+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>Si Doel in Action</title><content type='html'>Si Gundul in Action&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Wlo2X59bL5I&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Wlo2X59bL5I&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6817825248499084213?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6817825248499084213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6817825248499084213' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6817825248499084213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6817825248499084213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/04/si-doel-in-action.html' title='Si Doel in Action'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-3358668448946593218</id><published>2009-04-30T01:35:00.004+04:00</published><updated>2009-05-23T23:39:48.026+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>Sweet Child O'mine</title><content type='html'>Fatma, Ahmad and Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan musim dingin 2008 menyisakan kenangan yang tak terlupakan tuk anak-anakku yang lucu, nggak terlalu manis sih..tapi sulit tuk dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/lZ1ORiQ9bpA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/lZ1ORiQ9bpA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-3358668448946593218?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/3358668448946593218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=3358668448946593218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3358668448946593218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3358668448946593218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/04/sweet-child-omine.html' title='Sweet Child O&apos;mine'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-9172897192367243550</id><published>2009-04-29T10:35:00.002+04:00</published><updated>2009-04-29T14:48:24.115+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Bahasa Arab'/><title type='text'>Basic Arabic Conjugation</title><content type='html'>&lt;a href='http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/Sff1XE67SoI/AAAAAAAAAKw/LrYHalgjdWo/s1600-h/basic+arabic+verb+conjugation0001.jpg'&gt;&lt;img src='http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/Sff1XE67SoI/AAAAAAAAAKw/LrYHalgjdWo/s320/basic+arabic+verb+conjugation0001.jpg' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Belajar Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar bahasa arab bagi seorang muslim adalah merupakan suatu kewajiban, kita dituntut untuk memahami minimal Alquran yang kita baca sehari-hari dalam sholat, sehingga sholat kita bisa lebih bermakna, lebih khusu'. &lt;br /&gt;Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-9172897192367243550?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/9172897192367243550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=9172897192367243550' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/9172897192367243550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/9172897192367243550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/04/basic-arabic-conjugation.html' title='Basic Arabic Conjugation'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/Sff1XE67SoI/AAAAAAAAAKw/LrYHalgjdWo/s72-c/basic+arabic+verb+conjugation0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7649286995932886634</id><published>2009-04-27T18:12:00.000+04:00</published><updated>2009-04-27T18:18:15.664+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Alhamdulillah, setiap saat, setiap waktu dan selalu</title><content type='html'>Life Is a Gift  of ALLAH,  Hidup kita adalah anugerah dari Alloh maka jangan sia-siakan, Alhamdulillah atas segala karuniaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من اليوم وقبل أن تتلفظ بأي شيء غير لطيف ، فكر بالذين لا يستطيعون الكلام &lt;br /&gt;Today before you say an unkind word - Think of someone who can't speak.  Diam adalah lebih baik daripada perkataan yang sia-sia, kadang perkataan kita menyakitkan orang lain tanpa kita menyadarinya, dan alhamdulillah..kita bisa berbicara...coba lihat orang yang bisu..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Before you complain about the taste of your food - Think of someone &lt;br /&gt;who has nothing to eat.&lt;br /&gt;وقبل أن تنتقد الطعام الذي تتذوقه ، فكر بمن ليس لديهم شيء يأكلونه &lt;br /&gt;Alhamdulillah dengan rizki  yang kita dapat, cukuplah dengan apa yang bisamembuat kenyang  kita  hari ini, StoP !! jangan lagi mengeluh masakan istri yang kurang enak, lihatlah..banyak saudara kita yang bingung mau masak apa hari ini..karena nggak ada yang dimasak, atau lihatlah..teman kita ..yang istri aja belum punya...siapa yang masakin?? apa yang dimasak?..untuk mereka pun alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you complain about your husband or wife - Think of someone &lt;br /&gt;who's crying out to ALLAH for a companion.&lt;br /&gt;وقبل أن تنتقد زوجتك أو زوجك ، فكر بمن يتضرع إلى الله للحصول على زوج أو زوجة   &lt;br /&gt;Alhamdulillah punya satu istri..coba lihat saudara kita yang lain..satu aja belum punya, Istri tidak seperti yang dibayangkan? kurang ini kurang itu? alhamdulillah semua manusia punya kekurangan...Saya punya teman, menurutnya dia udah mendapatkan segalanya..kecuali satu..yang kurang..suami... &lt;br /&gt;so.. alhamdulillah tuk anda yang bersuami dengan model apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today before you complain about life - Think of someone who went &lt;br /&gt;too early to heaven.&lt;br /&gt;وقبل أن  تعترض على الحياة فكر بمن سبقك مبكراً إلى السماء  &lt;br /&gt;Alhamdulillah, betapa sulit kehidupan kita, sabar adalah jalan yang terbaik, banyak bersyukur insya Allah ..akan lebih baik. Alhamdulillah ..kita masih hidup..lihat saudara kita..yang meninggal kemaren..yang kena bom..yang rumahnya terbakar..yang mati kelaparan..alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before whining about the distance you drive Think of someone who &lt;br /&gt;walks the same distance with their feet.&lt;br /&gt;وقبل أن تشكو من طول المسافة التي تقودها بسيارتك ، فكر بمن يقطعون نفس المسافة على أقدامهم    &lt;br /&gt;Alhamdulillah..perjalanan hidup yang panjang..penuh lika-liku..jangan mengeluh..alhamdulillah..kita punya kendaraan tuk meneruskan perjalanan yang masih jauh ini, lihatlah..saudara kita yang lain..mereka menempuh jalan yang sama panajngnya..sama susahnya..tapi mereka berjalan kaki saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah...alhamdulillah...&lt;br /&gt;Tuk Istriku tercinta..Ummu Fatma..Alhamdulillah.. thanks for everything&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7649286995932886634?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7649286995932886634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7649286995932886634' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7649286995932886634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7649286995932886634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/04/alhamdulillah-setiap-saat-setiap-waktu.html' title='Alhamdulillah, setiap saat, setiap waktu dan selalu'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-5571893717884353103</id><published>2009-04-23T11:14:00.000+04:00</published><updated>2009-04-23T11:16:37.942+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Hati yang Lapang</title><content type='html'>Assalaamu 'alaikumwa rahmatullaahi wa barakaatuh...&lt;br /&gt;Salam sejahtera untuk kita semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Allah hanya diberikan kepada orang yang spesial….&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang yang oleh Allah telah di-LAPANGKAN DADANYA..&lt;br /&gt;Maka tak ada NIKMAT dan ANUGERAH yang AMAT BESAR &lt;br /&gt;selain nikmat BERSIH HATI dan LAPANG DADA. (Muhammad Ghazali dalam bukunya Khuluq al-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Allah berfirman, &lt;br /&gt;''Siapa-siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya PETUNJUK, &lt;br /&gt;maka Dia meLAPANGkan DADAnya. &lt;br /&gt;Dan siapa-siapa yang dikehendaki Allah keSESATtannya, &lt;br /&gt;maka Allah menjadikan DADAnya SESAK dan SEMPIT'' &lt;br /&gt;(Q. S. 6: 125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad sendiri…&lt;br /&gt;disebut Allah SWT sebagai orang yang telah diLAPANGkan DADAnya &lt;br /&gt;(Q. S. 94: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Ali al-Shabuni dalam buku tafsirnya Shafwat al-Tafasir, &lt;br /&gt;yang dimaksud dengan diLAPANGkan DADAnya ialah bahwa hati Nabi SAW…&lt;br /&gt;telah DIPENUHI dengan IMAN, &lt;br /&gt;DITERANGI dengan CAHAYA KEBAJIKAN dan KEBENARAN, &lt;br /&gt;serta DISUCIKAN dari berbagai KOTORAN dan DOSA-DOSA.&lt;br /&gt;Di dalam dada yang lapang dan hati yang bersih itulah…&lt;br /&gt;bersemayam IMAN dan TAKWA. &lt;br /&gt;''Tempat takwa itu di sini!'' sabda Nabi Muhammad SAW, sambil menunjuk ke DADAnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat disebutkan…. &lt;br /&gt;bahwa Abdullah bin 'Amr dibikin penasaran oleh ''KEISTIMEWAAN'' salah seorang Anshar.&lt;br /&gt;Pasalnya, setiap kali melihat orang itu… &lt;br /&gt;Nabi SAW selalu berkata, ''Ini dia calon PENGHUNI SURGA!'' &lt;br /&gt;Setelah diteliti dan diselidiki, &lt;br /&gt;Abdullah menjadi tahu keistimewaan orang itu. &lt;br /&gt;Dia adalah orang yang BERSIH HATI dan LAPANG DADA. &lt;br /&gt;(H.R. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersih hati dan lapang dada, seperti dikemukakan di atas, &lt;br /&gt;tak lain adalah orang-orang yang MAMPU MENEKAN secara maksimal KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN BURUK yang ada dalam dirinya, &lt;br /&gt;seperti ....rasa BENCI, DENGKI, IRI HATI, dan DENDAM KESUMAT. &lt;br /&gt;Sebaliknya, ia juga MAMPU dan BERHASIL MENGEMBANGKAN POTENSI-POTENSI BAIK yang ada dalam dirinya menjadi KUALITAS-KUALITAS MORAL (akhlaq al-karimah) yang NYATA dan AKTUAL dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang lapang dada dan bersih hati seperti itu &lt;br /&gt;mampu dan sanggup MENCINTAI SAUDARANYA seperti mencintai dirinya sendiri, Juga hanya orang seperti itu yang DAPAT MERASA SENANG dan GEMBIRA apabila melihat SAUDARANYA mendapat KEBAIKAN dan ANUGERAH dari Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang demikian itu pula yang kelak akan mendapat perlindungan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Firman-Nya, &lt;br /&gt;''(Ingatlah) pada hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, &lt;br /&gt;kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan HATI yang SELAMAT (HATI yang BERSIH dan LAPANG).'' &lt;br /&gt;(Q.S. 26:89). &lt;br /&gt;Semoga kita menjadi orang yang selalu berLAPANG DADA. &lt;br /&gt;(Sumber: Hikmah-Republika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-5571893717884353103?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/5571893717884353103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=5571893717884353103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5571893717884353103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5571893717884353103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/04/hati-yang-lapang.html' title='Hati yang Lapang'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-8392802189531681421</id><published>2009-04-11T14:39:00.001+04:00</published><updated>2009-04-11T14:43:32.403+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Mahalnya Produk makanan Indonesia (gila!!)</title><content type='html'>&lt;a href='http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SeBzdBNSw5I/AAAAAAAAAJo/N2KbYN7G7T4/s1600-h/Photo-1140.jpg'&gt;&lt;img src='http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SeBzdBNSw5I/AAAAAAAAAJo/N2KbYN7G7T4/s320/Photo-1140.jpg' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Mahalnya Produk makanan Indonesia (gila!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kangen banget dengan produk asli Indonesia, seneng berarti akan lebih mudah mendapatkan barang makanan asli negeri sendiri di manapun berada, kami biasanya pergi ke Abu Dhabi sebulan sekali utnuk sekedar beli temped an krupuk udang, tapi mendengar ada promosi produk makanan Indonesia tentu saja ingin rasanya berebut tuk memborongnya, logikanya kan bisa lebih murah seperti harga grosir wong belum melalui agen di sini, itulah yang ada dalam benak saya. Makanya pagi - pagi udah semangat banget untuk cepat-cepat mengunjunginya, siapa tahu ada sales girl yang bisa diajak kenalan, khan bisa nambah teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah tahu tentang harga-harganya..rasanya kok nggak percaya dengan harga yang tertera di bandrolnya. berikut ini harga-harga yang sempet saya ingat:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;1. Kelapa muda perbiji 45 DH&lt;br /&gt;2. Pepaya 35 DH&lt;br /&gt;3. Kelapa Tua perbiji 31,5 DH&lt;br /&gt;4. Alpokat 0,5 Kg (2 biji) 13 DH atau per kilo 26 DH&lt;br /&gt;5. Kentang perkilo 22 DH&lt;br /&gt;6. Buah belimbing 3 biji 13 Dh&lt;br /&gt;7. Rambutan perkilo 25 DH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus apa lagi ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya nggak ada produk dari negara lain, tentu nggak jadi masalah, tentu kita akan membelinya dengan harga apa adanya, tanpa perlu membandingkannya dengan yang lain, tapi masalahnya jadi lain ketika di sebelahnya ada produk dari negara lain, dari India, China dan Thailand yang harganya jauh lebih murah 10 kali lipat.&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah mengapa produk Indonesia bisa begitu mahal? Sepuluh kali lipat dari produk Negara lain dengan kwalitas yang sama bahkan kadang lebih baik. Sebagai contoh: kentang Indonesia 1 kg 22 Dirham sementara kentang dari Negara lain harganya hanya sekitar 2 – 3 dirham saja, atau kelapa muda satu biji seharga 45 dirham ( Rp. 135.000,00) bila 1 dirham = Rp. 3000,00. Kelapa tua satu biji 31,5 dirham, dari India kita bias dapat Cuma dengan 3 dirham.&lt;br /&gt;Kok bisa ya..semahal itu? Mungkin ini karena birokrasi kita yang berbelit? Atau biaya produksinya memang mahal? Atau karena pajak yang tinggi atau pungutan liar? Ongkos pesawat yang mahal? Atau biaya tersembunyi yang kita tidak tahu?&lt;br /&gt;Patokan harga yang berlipat hingga 10 harga pasar jelas sangat tidak kompetitif, siapa yang mau beli?&lt;br /&gt;Saya orang Indonesia asli jelas suka produk Negeri sendiri tapi atas nama cinta produk Indonesia kemudian harus merogoh kocek 10 kali lipat kayaknya inilah yang namanya cinta buta.&lt;br /&gt;Anyway, right or wrong Indonesia is my country, I love you Indonesia..makanya kubeli pete dan sambelnya..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-8392802189531681421?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/8392802189531681421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=8392802189531681421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8392802189531681421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8392802189531681421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/04/mahalnya-produk-makanan-indonesia-gila_11.html' title='Mahalnya Produk makanan Indonesia (gila!!)'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SeBzdBNSw5I/AAAAAAAAAJo/N2KbYN7G7T4/s72-c/Photo-1140.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1623959064493264214</id><published>2009-04-06T00:05:00.003+04:00</published><updated>2009-04-06T10:31:21.225+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keperawatan'/><title type='text'>Ekonomi Perawatan</title><content type='html'>EKONOMI KEPERAWATAN, MENUJU PENGEMBANGAN&lt;br /&gt;MANAJEMEN KEPERAWATAN TERPADU DI INDONESIA&lt;br /&gt;(Nursing Economic’s, toward development&lt;br /&gt;integrated nursing management in Indonesia)&lt;br /&gt;By: Nur Martono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri saat ini seluruh dunia sedang mengalami krisis ekonomi global, dengan “pusat gempa” di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara di benua Eropa. Benua Asia (Jepang, Cina, Korea) dan Australia juga terkena imbas, dan termasuk Singapura, Thailand dan juga negara kita didalamnya akan segera menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia saat ini boleh dikatakan sedang memasuki siklus ekonomi menjelang kontraksi/resesi, dengan ditandai laju pertumbuhan selama dua kuartal di tahun 2009 yang menurun dibawah 5% (prediksi Bappenas 4,3% tahun ini). Disertai Penurunan nilai rupiah yang hampir mencapai Rp. 12.000/US $ (hampir 30% dari rentang Rp. 9300 di tahun 2008), dan terjadinya deflasi di bulan Januari dan Pebruari 2009.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Diperkirakan antara Juli – Agustus 2009 Indonesia akan mulai memasuki masa resesi, dengan ditandai pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut, meski pemulihannya akan berlangsung lebih cepat dibandingkan krisis 1998. Seakan ini mengulang krisis 10 tahunan sejak 1998-1999 di Indonesia, meskipun dengan penyebab yang berbeda. Saat ini kita sepertinya terkena dampak krisis ekonomi di negara maju, dan bukan sebagai penyebab krisis itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah kesehatan yang ada di Indonesia semakin pelik, dan saat ini banyak di pengaruhi oleh faktor antara lain:&lt;br /&gt;1. Pertambahan jumlah penduduk yang pesat dan semakin meningkatnya usia harapan hidup bagi masyarakat Indonesia yang menyebabkan semakin banyaknya usia lansia,&lt;br /&gt;2. Krisis moneter yang berkepanjangan yang menyebabkan perekonomian masyarakat menjadi terpuruk dan semakin banyak masyarakat menjadi miskin, dan pelayanan kesehatan semakin tidak terjangkau,&lt;br /&gt;3. Berubahnya pola penyakit selain dari penyakit-penyakit infeksi, penyakit degenatif, dan penyakit psikososial semakin meningkat, sehingga memerlukan perawatan yang lebih lama,&lt;br /&gt;4. Letak demografi Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau sulit untuk di jangkau oleh pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Demikian pula K E P E R A W A T A N sebagai sebuah profesi, pada akhirnya akan terkena dampak secara langsung maupun tidak langsung dengan kontraksi ekonomi global dan regional terutama dalam sektor pembiayaan kesehatan. Keadaan sosial ekonomi masyarakat yang semakin meningkat sehingga masyarakat menuntut pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi, tapi di lain pihak bagi masyarakat ekonomi lemah mereka ingin pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau. Dan pada gilirannya pelayanan kesehatan akan semakin mahal, jika ingin disertai mutu layanan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah akan berdampak terhadap status ekonomi perawat di Indonesia???????&lt;br /&gt;Jawabnya : Bisa YA, bisa juga TIDAK .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini memang keperawatan telah menyertakan ekonomi dalam pendekatan paradigma keperawatan dan definisi keilmuan. Namun dalam pelaksanaannya, ekonomi keperawatan yang terintegrasi dalam manajemen keperawatan seakan terlupakan. Boleh jadi perawat profesional hanya sebuah impian karena si perawat itu sendiri yang tidak menerapkan sistem profesionalisme; karena tidak mampu menampilkan citra pelayanan setara dengan imbalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tatanan teoritis saja, kita jarang atau bahkan tidak dapat menjumpai perawat Indonesia yang dianggap ahli dalam bidang ekonomi keperawatan. Pendidikan keperawatan untuk jenjang keahlian profesi (S2, Master dan Doktor Keperawatan) masih lebih banyak dijumpai dalam ilmu-ilmu klasik keperawatan, seperti Master Keperawatan Medikal Bedah mesti sampai ke subspesialis ; Master KMB spesialis misalnya urologi, kita banyak dapat jumpai. Namun bagaimana dampak keilmuannya terhadap bidang pekerjaan, masih sulit untuk dijabarkan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada perawat yang bergelar SE, atau MM-MBA, namun tidak dapat dikatakan secara praktikal sebagai ahli dalam bidang ekonomi keperawatan. Lebih banyak perawat kita yang memiliki latar belakang Master misalnya dalam bidang-bidang ilmu-ilmu klasik keperawatan. Sehingga Master Manegemen Keperawatan banyak, namun perawat ahli dalam bidang ekonomi dan analisa keuangan boleh dikatakan tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya akan terjadi pola-pola kejenuhan profesi, karena akan terjadi penumpukkan keilmuan; tanpa disertai pengembangan dan penemuan sub sistem ilmu keperawatan baru itu sendiri. Dan pada gilirannya tidak akan ada perawat yang mampu mempertahankan teori ekonomi dalam keperawatan itu sendiri. Dengan tujuan akhir mampu meningkatkan kesejahteraan perawat, melalui mekanisme pengembangan jasa perawatan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Ilmu keperawatan yang menuju masa depan, akan sejalan dengan perkembangan dinamika penduduk, globalisasi, dan tantangan ekonomi. Dengan jumlah populasi profesi perawat di Indonesia yang mendominasi tenaga kesehatan yang ada, maka diversifikasi tatanan keilmuan keperawatan itu sendiri semestinya semakin dituntut berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita bandingkan saja dengan Ilmu Kesehatan Masyarakat (FKM), mereka sangat jitu dalam mengembangkan sub keilmuan. Ekonomi Kesehatan dalam bagian Manajemen Kesehatan (misalnya program Asuransi Kesehatan dan AKK/Administrasi Kebijakan Kesehatan) berkembang pesat disana. Ada nama DR. Ascobat Gani, misalnya yang dikenal sebagai pakar bidang Ekonomi Kesehatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Komputer dalam Keperawatan, SIM (Sistem Informasi Manajemen Kep), Politik keperawatan, Ekonomi Keperawatan, Transkultural keperawatan, Keperawatan Olahraga, Entrepreneur keperawatan, Keperawatan Kesehatan Kerja (K3) dsb nya; merupakan keilmuan baru keperawatan di Indonesia yang amat perlu segera dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau satu saat, pola-pola distribusi normal akan terjadi dalam keilmuan dan tenaga perawat terdidik di Indonesia. Dimana sebagian besar menumpuk 80% populasi keperawatan klasik di Indonesia, 10% sisanya menganggur menjadi bagian pengangguran perawat terdidik; serta sisanya akan ekstrim 10% menjadi pengembang keilmuan perawat (S3 – Prof). Yang menjalani profesi perawat dalam keilmuan baru diatas, atau bekerja dan berkarir diluar negeri. Trend pola tersebut lambat laun akan terjadi dalam profesi keperawatan kita di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pola-pola kebutuhan dasar perawat – 3 M /tiga matra Keperawatan (ekonomi, pendidikan dan riset, serta politik dan power) dapat terpenuhi. Profesi perawat akan berkembang apabila ketiga kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan hirarki pertama adalah ekonomi, kemudian pendidikan-riset dan kerucut yang terakhir politik-power. Keperawatan akan maju setelah ekonomi perawat maju, pendidikan dan riset keperawatan akan berkembang pesat sesudahnya , sehingga akhirnya memiliki politik-power yang kuat dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dipelajari dalam Ekonomi Keperawatan ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Ekonomi keperawatan adalah untuk memajukan peran perawat dalam industri pelayanan kesehatan sebagai bagian bisnis dan berfokus ke masa depan. Ini dilakukan melalui penyediaan informasi dan analisis teori keperawatan yang memunculkan praktek asuhan keperawatan bermutu dalam manajemen kesehatan, kekuatan finansial dan ekonomi serta pengambilan kebijakan kesehatan di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan nantinya perawat administrator / manajer dan praktisi keperawatan memahami teori dan praktek aplikasi ekonomi dan memasukkan konsep-konsep ini dalam manajemen keperawatan (Memperjuangkan Jasa Perawatan di Indonesia). Tulisan ini diharapkan dapat menjelaskan ekonomi keperawatan dari perspektif ekonomi dalam pendidikan-riset dan praktek askep. Yang juga relevan untuk bidang SDM tenaga kerja perawat dan masalah staffing, dalam menghadapi issue ekonomi, dan tantangan profesi perawat Indonesia di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membahas ekonomi keperawatan maka nantinya akan ditemukan issu-issu menarik seperti :&lt;br /&gt;• Mekanisme suplay-demand tenaga keperawatan&lt;br /&gt;• Penetapan Gaji Perawat&lt;br /&gt;• Dasar ekonomi keperawatan dalam Asuhan keperawatan&lt;br /&gt;• Tehnik analisa biaya pelayanan keperawatan&lt;br /&gt;• Dampak TI terhadap ekonomi keperawatan&lt;br /&gt;• Nursepreneur dan Dasar Investasi dalam Keperawatan&lt;br /&gt;• Analisa Keuangan&lt;br /&gt;• Aspek Bisnis Keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan pelayanan kesehatan di negara maju dimana telah tercipta sistem pay-for-performance (P4P)/dibayar-untuk-kinerja pembayaran gaji perawat berdasarkan kinerja; fokus terhadap mutu dan biaya kesehatan, konsep providers (penyedia layanan) – payer’s (pasien yang membayar) , kebijakan kesehatan dan riset yang melibatkan perawat dalam menentukan efektifitas pembiayaan, dan peningkatan kualitas asuhan keperawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Dari Seminar : "Ekonomi Keperawatan mengundang Konferensi Alamat Kualitas dan Pembayaran Isu di Perawatan." OJIN: The Online Journal of Issues in Nursing, Vol. 13 No 1. Tersedia: www.nursingworld.org / MainMenuCategories / ANAMarketplace / ANAPeriodicals / OJIN / Kolom / Legislatif / EconomicsandQuality.aspx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pertanyaan kunci yang ada saat ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Apakah kita dapat membuat "kasus bisnis" dalam meningkatkan dan mempertahankan kualitas keperawatan yang baik untuk perawat di Indonesia ?&lt;br /&gt;2) Apakah masyarakat dan RS swasta di Indonesia siap menerima sistem khusus untuk insentif perawatan (jasa keperawatan) , dan jika demikian bagaimana?&lt;br /&gt;3) Apa saja tantangan dan panduan agar perawat dibayar-untuk-kinerja (P4P)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kasus bisnis dalam mempertahankan kualitas keperawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat adalah satu profesi dengan “tehnikal skill”, kerja tukang dengan latar belakang pendidikan profesional. Saat alat elektronik, kendaraan, atau rumah kita misalnya rusak; maka anda akan memperbaikinya di tukang yang ahli di bidang tersebut, dan ia akan mendapatkan jasa pembayaran diluar gaji perusahaan sesuai dengan kerusakan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski selama ini dokter yang lebih banyak mendapatkan jasa medis, misalnya saat kita berobat ke spesialis anak, memeriksa anak dengan anamnesa, pemeriksaan fisik dengan alat stetoskop , dengan waktu 5 – 10 menit, maka si dokter akan mendapatkan jasa medis Rp. 50.000/pasien. Demikian pula saat visit di ruangan minimal ia akan mendapatkan Rp. 25.000/pasien dengan kelas 3 di RS negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perawat???Rata-rata perawat mendapatkan jasa perawatan Rp. 100.000 – Rp. 500.000/bulan; tanpa menghitung tindakan yang telah dia berikan selama sebulan. Mulai dari : mengambil sample darah (vena dan arteri), memasang NGT dan folley catheter, memasang iv set (infus), melakukan CPR, EKG, dressing/ganti balutan, memberikan obat IV, IM atau oral, dan tindakan KDM dengan rata-rata pasien 5-8 orang per shift. Tentu ini akan mengakibatkan rasa ketimpangan dan ketidakadilan di profesi perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya bagaimana menciptakan “Asuhan Keperawatan” sebagai “kasus bisnis “. Saat anda sebagai perawat mengambil sample darah misalnya : hitung waktu proses mengambil darah sampai mengirimnya (hitung waktu), Hitung resiko misalnya tertusuk jarum atau tercemar sample (hitung resiko Hepatitis dan HIV), ini yang mesti diperhitungkan sehingga menjadikan Askep sebagai sebuah “kasus bisnis”. I’ll give, but I must get something in cash.... demikian idealnya. Sehingga memang mesti ada standar baku Jasa Perawatan yang sama di setiap RS negeri maupun swasta di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Ada banyak bukti kontribusi perawat signifikan terhadap kualitas dan hasil yang ini dapat membuat biaya. Namun, perawat tidak fokus terhadap jasa perawatan/ P4P; semestinya memang kembangkan ini dahulu kemudian baru kebijakan yang bersifat payung yang lebih luas (UU Keperawatan). Jasa perawatan lebih langsung dirasakan oleh staf perawat terutama di Indonesia, sebelum meng”gol”kan kebijakan yang lebih makro. Jadikan jasa perawatan sebagai “omset” sebuah pelayanan, sehingga si perawat akan bekerja lebih berkualitas karena memang mendapatkan income tambahan jika ia bekerja dengan lebih baik, demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau menjadikan jasa perawatan sebagai tabungan pensiun dan bentuk investasi lainnya. Bukan tidak mungkin perawat dapat menjadikan jasa perawatan sebagai cicilan rumah/KPR nya atau pembayaran asuransi pendidikan anak, jika RS dan kebijakan makro di Depkes lebih baik dan ramah terhadap profesi kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BONUS ...Bonus dan bonus untuk perawat mesti ada....&lt;br /&gt;LEMBUR....Lembur dan lembur untuk perawat adalah wajar&lt;br /&gt;OVER TIME ...over time dibayarkan perjam seperti di luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Apakah masyarakat dan provider (RS) di Indonesia siap dengan model pembayaran insentif untuk perawat ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan dasar untuk membuat asuhan keperawatan sebagai kasus bisnis adalah bahwa intervensi keperawatan pada umumnya tidak kuantitatif. Rumah sakit di Indonesia memiliki sistem biaya rawat inap berdasarkan ruangan untuk perawatan rumah sakit per harinya, namun tetap saja biaya rawat tersebut masuk kedalam fixed-cost yang menjadi pendapatan RS yang bersangkutan, dan tidak menjadi income perawat secara langsung(Thompson &amp; Diers, 1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat sistem penggajian perawat tidak terlihat langsung dengan variabel waktu dan tenaga yang berbeda dalam merawat setiap pasien. Lebih karena komponen gaji perawat yang tetap, melalui mekanisme golongan namun tanpa memperhatikan beban kerja perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun anda bekerja di ruang rawat kelas III atau bekerja di VIP, tetap saja komponen gaji dan tunjangan perawatan nya tetap sama. Bisa saja anda bekerja di sebuah RS Internasional di Jakarta, namun gajinya tidak berbeda jauh dengan perawat yang berstatus PNS di RSUD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Eileen Sullivan-Marx (Universitas Pennsylvania School of Nursing) mengatakan bahwa kita harus mengidentifikasi jenis pekerjaan perawatan disetarakan dengan sistem keuangan umum, dan pemahaman yang sama dengan tenaga kesehatan lainnya. Keperawatan harus memiliki visi dalam pembiayaan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang belum ada penelitian tentang hubungan tingkat ekonomi dokter, bidan dan perawat misalnya dengan golongan pekerjaan; namun secara kasat mata boleh dikatakan status ekonomi perawat di Indonesia jika dibandingkan dengan dokter dan bidan lebih rendah (memerlukan penelitian lebih lanjut). Hal ini akan berdampak kepada lemahnya matra pendidikan dan riset serta politik dan power perawat terhadap tenaga kesehatan lainnya dan terhadap publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Dr Walter Sermeus (Universitas Katolik, Leuven, Belgia) dan Dr. John Welton (Associate Professor, Kedokteran Universitas South Carolina, College of Nursing); keduanya membuktikan biaya rawat berdasarkan ruang perawatan (kelas I, II dan III atau VIP) tidak signifikan dan berhubungan dengan biaya perawatan itu sendiri (jasa perawatan dan komponen keperawatan). Mereka membuat bobot Diagnosis-related-grup (DRG) misalnya, yang telah memperlihatkan hubungan yang lemah antara jumlah perawat dengan asuhan keperawatan yang diberikan untuk pasien di RS (Welton &amp; Halloran, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 30% dari total anggaran operasional rumah sakit di tujukan untuk biaya asuhan keperawatan (gaji perawat, obat, diet dsb), dan hanya 44% dari biaya tersebut langsung di rasakan perawat. Namun tetap saja ditemukan penyimpangan yang signifikan dalam biaya perawatan dengan sistem pembayaran DRG tersebut (Kane &amp; Siegrist, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Sermeus melaporkan banyak negara yang menggunakan sistem pembayaran DRGs untuk rumah sakit, yang tidak mencakup jasa perawatan yang sesuai. Beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, Kanada, Swiss, dan Belgia yang telah menerapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belgia sendiri telah menyesuaikan gaji tetap perawat dan bonus biaya perawatan berdasarkan minimum rasio perawat : pasien , serta variabel insentif perawat. Salah satu cara untuk mulai memperbaiki masalah tersebut dengan membayar biaya perawatan, yang terpisah antara charges per day room dengan charges nursing care, ujar Dr Welton,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya memang demikian agar tidak rancu biaya rawat inap dengan biaya asuhan keperawatan. Biaya rawat inap selama ini di RS di Indonesia adalah charges per day room dan bukan charges nursing care !!! Bedakan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dapat dilakukan pada setiap pasien dengan dasar atau melalui standar bobot perawatan-intensitas nursing- intensity weights (NIWs) (Welton, Fischer, DeGrace, &amp; Zona-Smith, 2006). Mungkin suatu waktu akan terjadi perubahan sistem pembiayaan di Indonesia dalam upaya perbaikan asuhan keperawatan, tanpa menambah beban besar biaya administrasi untuk pasien. Namun juga meningkatkan kesejahteraan perawat di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan kita membuat NIW atau DRG ??? Di Indonesia …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri justru RSUD Banyumas yang memang menjadi unggulan mutu manajemen kesehatannya telah menerapkan billing sistem terkait Sistem informasi keperawatan, sehingga pembayaran jasa perawat lebih terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dokumen Asuhan Keperawatan kami terdokumentasi di komputer dengan baik. Begitupun Pendapatan RS kami yang berasal dari aktifitas perawatan juga terdokumentasi dengan baik. Dengan dua data yang terpisah itu (Dokumentasi Askep ada di SI Keperawatan, Pendapatan RS ada di Billing System)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info kom RS banyumas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Pertanyaan penelitian adalah:&lt;br /&gt;• Dapatkah kita mengembangkan pengukuran NIW yang berdasarkan jam terhadap hari rawat pasien?&lt;br /&gt;• Bagaimana kita menentukan NIW (panel ahli ; rujukan data jam dalam hari perawatan; NIC(Nursing interventions Classifications) dan NOC (Nursing outcome Classifications); komputerisasi RS : billing sistem dengan asuhan keperawatan)?&lt;br /&gt;• Bagaimana cara memperoleh data kuantitatif untuk mengembangkan NIW/ standar-nursing intensitas weights?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Issu kebijakan yang nantinya berhubungan dengan nursing-intensity billing (system tagihan Jasa Perawatan (JP) meliputi:&lt;br /&gt;• Apakah penggabungan jasa perawatan akan dianggap sebagai pendapatan yang wajar oleh pasien dan RS ?&lt;br /&gt;• Bagaimana adaptasi RS swasta atau pasien terhadap pembayaran JP&lt;br /&gt;• Apakah rumah sakit akan menjadi agen perubahan (change agent ) terhadap JP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide untuk mengubah DRG adalah efisiensi biaya yang tepat dapat meningkatkan keuntungan. Satu studi menunjukkan bahwa 95% dari seluruh anggaran rumah sakit tidak akan berubah lebih dari 1% pada salah satu komponen (Cromwell &amp; Price, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bahwa pasien akan tetap membayar biaya pengobatan, meskipun ada kenaikan, lebih karena pembayaran untuk kesehatan kedepan akan dijamin oleh asuransi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tantangan dan Arah untuk Keperawatan di Bayar-untuk-Performa (P4P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan memenuhi target kualitas asuhan keperwatan, mencegah kelalaian dan malpraktek selama perawatan rumah sakit adalah dengan meningkatkan kendala keuangan. Harga sesuai pelayanan, ini dimensi menjadikan asuhan keperawatan sebagai “kasus bisnis” dan bukan hanya kasus keperawatan semata. Nurse Service of New York (VNSNY) telah memulai proyek demo P4P dimulai pada bulan Oktober 2007. VNSNY akan memenuhi tantangan melalui sistem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendah reimbursements dapat mengakibatkan miskinnya kualitas sumber daya perawat, dengan reimbursements asuhan keperawatan yang bahkan lebih rendah lagi. Bukan tidak mungkin karena gaji yang rendah dan JP yang minim, akhirnya perawat hanya memberikan pelayanan askep yang rendah dan minim karena terpaksa melakukan “bisnis” lain yang menyebabkan kelalaian/malpraktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya jam 3 sore baru pulang dinas pagi, namun terpaksa pulang lebih dulu jam 12 siang karena bekerja shif sore di RS lain….tuntutan ekonomi tidak dapat ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif cara untuk meningkatkan kualitas, menurut Dr Jim Rebitzer (Charlton Profesor dan Ketua Departemen Ekonomi, Case Western Reserve University), adalah melalui komitmen yang tinggi, sumber daya manusia bermutu , sistem di mana "orang bekerja keras dan kepentingan yang kuat, di bayar dengan baik, pemberdayaan (empowerment) , kepercayaan (trust), bekerja total dan displin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka melakukan ini karena insentif formal, mereka telah mengidentifikasi kepentingan mereka yang kuat (2 M : motif dan “money”). Ada saling pemantauan dan tekanan di antara karyawan yang memaksa mereka memberikan asuhan keperawatan yang bermutu. Kunci untuk proses HCHR (High commitment Human Resources) sistem transformasi budaya dan pembentukan tim kerja antara perawat, dokter, dan personil kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya : kalau dalam RSUD semua sama bahwa memasang infus (iv line) sekali pasang Rp. 10.000 JP nya , langsung masuk ke billing system pasien; maka yakin 100% perawat di RS tersebut akan giat dan rajin memasang infus ke pasien tanpa perlu menunggu terjadinya phlebitis; atau diperintahkan dokter atau kepala ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ketika Tough Times (masa sulit) maka Tough Get Going (pemikiran brilian muncul) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 66 perawat dan bidan yang terhimpun dalam Komite Bersama Anggota Keperawatan (Kobak) RSUD Larantuka, Sabtu (20/12/2008), menggelar aksi damai di RSUD setempat. Mereka menolak pelecehan terhadap profesi perawat dan bidan, serta menuntut agar Pemkab Flotim dan manajemen RSUD Larantuka memberikan uang jasa pelayanan keperawatan kepada perawat/bidan dan dokter secara adil khusus dalam pelayanan Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini ada perbedaan sangat menonjol dalam pembagian penghargaan jasa pelayanan antara perawat/bidan dengan para dokter di rumah sakit itu. Padahal faktanya, jumlah dokter di RSUD itu sangat terbatas, sehingga 70 persen tugas dan pekerjaan dokter justru dikerjakan para perawat dan bidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dipantau Pos Kupang, Sabtu (20/12/2008) pukul 08.00 - 09.00 Wita, 66 perawat dan bidan menggelar aksi diam tanpa aktivitas di RSUD Larantuka. Semua bagian, mulai dari UGD, loket pembelian karcis berobat baik di loket pasien umum maupun pasien askes tampak lengang. Ruangan loket dan ruang pelayanan tampak kosong karena para perawat dan bidan berkumpul di ruang tunggu Direktur RSUD Larantuka. Mereka mengenakan kostum putih-putih. Sementara para pasien maupun masyarakat lainnya yang berkepentingan dengan urusan administrasi di rumah sakit itu hanya bisa menunggu sambil menonton siaran televisi yang dipajang di ruang tunggu di loket masing-masing.&lt;br /&gt;pos kupang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kejadian ini serentak di semua RSU dan RS swasta di Indonesia satu hari saja ?????&lt;br /&gt;Jangan pernah terjadi ……&lt;br /&gt;Mogok kerja adalah hal yang biasa dilakukan organisasi buruh di Inggris, Perancis, Italia dan Negara maju lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;Ini adalah fase ekonomi tersulit ekonomi untuk semua orang. Takut dengan resesi, meningkatnya pengangguran, dan krisis gagal bayar kredit, cemas dan khawatir tentang masa depan. Mereka khawatir tentang pengelolaan keuangan, termasuk tentang anggaran kesehatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 saja di Amerika pengeluaran biaya kesehatan rata-rata $ 7420/orang , atau lebih dari meningkat 6,1% dari tahun (Hartman, Martin, Mc-Donnell, &amp; Catlin, 2009). Bagi mereka yang terlibat dalam perawatan kesehatan dan pelayanan kesehatan ini memang sulit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia Menurut Survey Kesehatan Nasional (Surkesnas) tahun 2004, sumber dana pengeluaran biaya kesehatan 86% berasal dari penghasilan ekonomi keluarga. Sedangkan sisanya berasal dari asuransi, instansi tempat bekerja, puskesmas atau jaminan kesehatan bagi penduduk tidak mampu. Pemborosan dibidang kesehatan dapat dilakukan oleh masyarakat atau kalangan medis sebagai penyelenggara pelayanan medis. Tetapi terbesar tidak lari kepada perawat, melainkan ke obat, dokter/jasa medik dan biaya rawat inap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan AS saja telah mengalami kekurangan tenaga perawat kronis yang dapat mengancam understaffing perawatan pasien dan kepuasan kerja Bahkan gaji yang besar tidak cukup. Tercatat gaji perawat rata-rata $ 62.480/tahun di tahun 2007, mulai dari rata-rata $ 78.550 di California ke $ 49.140 di Iowa, menurut statistik pemerintah. Belum Termasuk lembur dan bonus dimana perawat yang berpengalaman dapat penghasilan lebih dari $ 100.000. Namun ternyata jumlah perawat masih kurang, under supplay….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biro Statistik Tenaga Kerja AS memprediksi sekitar 233.000 tambahan akan dibuka lowongan pekerjaan untuk RN melalui setiap tahun. Sampai tahun 2016 ada sekitar 2,5 juta posisi lowongan perawat. Tetapi hanya sekitar 200.000 calon lulus ujian RN terdaftar tahun lalu, dan ribuan perawat meninggalkan profesi setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Bagaimana di Indonesia???&lt;br /&gt;Over suplay yang pasti masih ada gaji perawat dibawah 1 juta, pengangguran perawat masih tinggi. Harapan meningkatkan kesejahteraan masih jauh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah siapa???&lt;br /&gt;Mungkin kita mesti bertanya kepada diri kita masing-masing saat dimana posisi kita berada. Banyak rekan saya yang akhirnya migrasi ke timur tengah, Malaysia, singapura, AS, Eropa dan Australia; mereka sebenarnya Mogok Kerja di Indonesia. Mudah-mudahan dapat menjadi buffer SDM tenaga perawat kita, dengan tetap mencari satu tujuan mulia “bahwa profesi ini tidak boleh dipandang sebelah mata oleh siapapun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ultah PPNI ke 35, usia dewasa menuju “Golden Age” Jangan Pernah Takut …&lt;br /&gt;“Yesterday History, Today Our Blessing, Tomorrow is Mystery”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKOMENDASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan penelitian mengenai dampak perubahan kebijakan dan pembayaran pada SDM perawat dan kualitas pelayanan, dan mendidik dan memotivasi manajer perawat untuk bertindak berdasarkan bukti mereka dalam pengambilan keputusan manajemen.&lt;br /&gt;2. Buat konsep pembayaran rumah sakit (billing system) terkait NIC, NOC dan NIW yang akan menghasilkan sistem yang lebih rasional. Lain topik penelitian adalah untuk membandingkan hasil dari P4P/JP dan HCHR sistem, dengan memperhatikan dampaknya terhadap “omset” perawat, bukan hanya sekedar gaji.&lt;br /&gt;3. Buatlah Organisasi Profesi, UU Keperawatan, CEO, Kabid Keperawatan yang mampu menterjemahkan dan memperjuangkan sistem pembayaran RS yang berpihak kepada perawat. Kunci kebijakan ada di tangan Depkes dan keterlibatan pemerintah dan advokasi organisasi profesi.&lt;br /&gt;4. Perawat harus mampu membuat komunikasi kepada konsumen dan providers bahwa nilai keperawatan itu mahal. Dan kalau mungkin dapat menentukan bahwa misalnya minimal gaji perawat di Indonesia Rp. 2 juta/bulan atau untuk penempatan perawat di luar negeri minimal bergaji diatas U$ 1000/bulan; sehingga RS tidak semenang-menang menentukan gaji perawat. Atau bahkan menentukan JP misalnya minimum Rp 10.000/tindakan; tentu saja ketimbang kita memperjuangkan UU Keperawatan yang panjang dan berliku; kalau ada Kepmenkes yang seperti diatas saja maka bukan tidak mungkin perawat Indonesia akan tinggal landas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan Konsep :&lt;br /&gt;Pedoman dasar imbalan jasa perawat sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Imbalan jasa perawat disesuaikan dengan kemampuan pasien, tingkat inflasi dan UMR.&lt;br /&gt;2. Dari segi keperawatan imbalan jasa perawat ditetapkan dengan mengingat karya dan tanggung jawab perawat.&lt;br /&gt;3. Besarnya imbalan jasa perawat dikomunikasikan dengan jelas kepada pasien, sebelum tindakan keperawatan dilakukan, dengan asertif dan bijaksana.&lt;br /&gt;4. Imbalan jasa perawat sifatnya mutlak dan dapat diseragamkan.&lt;br /&gt;5. Imbalan jasa perawat dapat diperingan atau sama sekali dibebaskan misalnya:&lt;br /&gt;- Jika ternyata bahwa biaya pengobatan seluruhnya terlalu besar untuk pasien.&lt;br /&gt;- Karena penyulit penyulit yang tidak terduga, biaya pengobatan jauh diluar perhitungan semula.&lt;br /&gt;. Keringanan biaya rumah sakit diserahkan kepada kebijaksanaan pengelola rumah sakit dan asuransi kesehatan.&lt;br /&gt;6. Bagi pasien yang mengalami musibah akibat kecelakaan, pertolongan pertama lebih diutamakan daripada imbalan jasa.&lt;br /&gt;7. Imbalan jasa perawat dapat ditambah dengan biaya perjalanan jika dipanggil kerumah pasien.&lt;br /&gt;8. Imbalan jasa pertolongan darurat dan pertolongan sederhana tidak diminta kepada&lt;br /&gt;-korban kecelakaan&lt;br /&gt;-TS termasuk dokter, dokter gigi dan apoteker serta keluarga yang menjadi tanggung jawabnya&lt;br /&gt;-Mahasiswa keperawatan, bidan dan perawat.&lt;br /&gt;-Dan siapapun yang dikehendakinya.&lt;br /&gt;9. Patokan jasa perawat ditentukan bersama oleh KaKanwil DepKes/KaDinkes dan PPNI setempat.&lt;br /&gt;10. Gaji minimum perawat di Indonesia diatas UMR dan diatas UM internasional jika ybs bekerja di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis :&lt;br /&gt;• Penasehat e-learning FIK Unpad, Kuwait Angkatan I (2008/2009 sebanyak 24 mhs)&lt;br /&gt;• Anggota staf keperawatan Indonesia , yang merawat keluarga Sheikh Sabah (VVIP keluarga kerajaan Kuwait ), diketuai Sdr, Frederik, dgn 6 orang perawat Indonesia dari RS Amiri Kuwait.&lt;br /&gt;• Tim SOFTIKA (Stock and Forex Trader Indonesia – Kuwait), komunitas perawat Indonesia yang aktif dalam Trading dan Investasi saham dan forex, forum belajar TA (tehnikal analisis) dan FA (fundamental analisis); pengembang INIQ8 (Indonesian nurses Investment in Kuwait).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source :&lt;br /&gt;http://www.kenoshanews.com/news/economic_woes_havent_hurt_field_of_nursing_4164360.html&lt;br /&gt;http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/Columns/Legislative/EconomicsandQuality.aspx&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1623959064493264214?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1623959064493264214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1623959064493264214' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1623959064493264214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1623959064493264214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/04/ekonomi-perawatan.html' title='Ekonomi Perawatan'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-4695899793899191901</id><published>2009-03-28T07:28:00.002+04:00</published><updated>2009-03-28T07:32:41.004+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>Abdullah Bermain Walker</title><content type='html'>Bermain bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kecil mereka lucu, nggak suka bertengkar eh..sekarang udah pada besar tiap hari bertengkar terus..ya..namanya juga anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed quality="high" scale="noscale" name="FLVPlayer" salign="LT" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" height="300" width="400" src="http://www.esnips.com//3rd/flvplayer/esnips_flvplayer12.swf" flashvars="linkfromdisplay=true&amp;amp;height=300&amp;amp;width=400&amp;amp;xmlURL=http://www.esnips.com//flashxml/1/d7153308-1d06-447a-b795-b135da6a1d70&amp;amp;autostart=false&amp;amp;image=http://www.esnips.com/http://docthumb0.esnips.com/imageable/medium/d7153308-1d06-447a-b795-b135da6a1d70/?du=8726f054-b92f-1029-8a96-0017a4493db2&amp;amp;uu=059f2cbd-8948-4b86-aea9-b932fae505c1&amp;amp;dt=1238189300000&amp;amp;fu=8ad9f484-aed4-4c11-b917-d62e5b53c054"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-4695899793899191901?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/4695899793899191901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=4695899793899191901' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4695899793899191901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/4695899793899191901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/abdullah-bermain-walker.html' title='Abdullah Bermain Walker'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-5023598627308573739</id><published>2009-03-28T06:57:00.004+04:00</published><updated>2009-03-28T07:16:00.532+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Video File'/><title type='text'>Kenangan Masa Kecil</title><content type='html'>Fatma, Ahmad aand Abdillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah video anak-anak kami pas masa lucu-lucunya, Fatma kayaknya belum komplit 3tahun, Ahmad 2 tahun dan Abdullah 7-8 bulan. Anak-anak diasuh full time oleh istri tercinta (semoga Allah merahmatimu dan selalu dalam kebaikan) dan dibantu oleh &lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mbak Ikar&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt; (Orang Subang, Jabar), terima kasih tuk mbak Ikar semoga Allah melapangkan rizkinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed quality="high" scale="noscale" name="FLVPlayer" salign="LT" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" height="300" width="400" src="http://www.esnips.com//3rd/flvplayer/esnips_flvplayer12.swf" flashvars="linkfromdisplay=true&amp;amp;height=300&amp;amp;width=400&amp;amp;xmlURL=http://www.esnips.com//flashxml/1/4aa28308-3aac-4fb0-b94e-152ee338e135&amp;amp;autostart=false&amp;amp;image=http://www.esnips.com//imageable/medium/4aa28308-3aac-4fb0-b94e-152ee338e135"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-5023598627308573739?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/5023598627308573739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=5023598627308573739' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5023598627308573739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/5023598627308573739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/kenangan-masa-kecil.html' title='Kenangan Masa Kecil'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7950294870077799871</id><published>2009-03-26T14:33:00.003+04:00</published><updated>2009-03-26T14:59:45.876+04:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>My Dearest Wife&lt;br /&gt;Zawjati&lt;br /&gt;Special for my Wife&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Ba4O1Yv5INY&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Ba4O1Yv5INY&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7950294870077799871?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7950294870077799871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7950294870077799871' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7950294870077799871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7950294870077799871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/my-dearest-wife-zawjati-special-for-my.html' title=''/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-3562527982175831990</id><published>2009-03-26T11:12:00.004+04:00</published><updated>2009-03-26T14:18:00.717+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Haram” yang Haramnya tidak sama dengan Haram</title><content type='html'>Tentunya sampeyan sudah pada tahu, bahwa para Kyai MUI sudah mengharamkan 2 hal yang selama ini menjadi polemik. Yakni rokok dan Golput. Untuk rokok, salah seorang kyai MUI menerangkan bahwa keharamannya tidak sebagaimana babi. Jadi memiliki perbedaan. Rincian perbedaannya diterangkan dengan sangat njlimet sampai simbah gak mudeng babar blas. Tetapi keharamannya dilandasi bahwa kemadharatannya lebih besar dari manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya di Emirat Arab, pengertian haram juga tidak seperti yang kita pahami di Indonesia, yaitu kalau dilakukan berdosa dan jika ditinggalkan mendapat pahala. Tapi kalau di Emirat Arab, "haram" artinya..jangan begitu ! ojo ngono  or aja kaya kuwe lah ! Contohnya kalau ada anak kecil nakal dan mukul temennya yang lain maka ibunya akan bilang pada anak yang nakal itu "haram" atau "haram 'alaik" lis (limadza) tadzrobuh? artinya 'jangan begitu ! kenapa kamu pukul dia'? &lt;br /&gt;Mungkin pengertian ini lebih pas untuk memahami fatwa "haram" MUI.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kyai NU dan beberapa ormas Islam lainnya gak sependapat kata “Haram” digunakan untuk memfatwai rokok. Haram yang bukan sebagaimana haramnya babi itu sudah ada kriteria tersendiri, yakni “makruh”. Jadi tak perlu menggunakan kata “Haram” jikalau ada kata lain yang lebih bisa mengakomodasi pengertian tidak diperbolehkannya merokok itu.&lt;br /&gt;Alasan yang memakruhkan ini juga masuk akal, walaupun kang Jupri salah seorang teman simbah yang gak suka dengan kyai NU ini nyeletuk, “Halah, itu kan karena banyak kyai NU yang sudah nggathok ngudud kayak lokomotip sepur. Bilang aja gak mau ninggal klangenan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Kamid yang lebih moderat menanggapi, “Bukan begitu kang Jupri. Mengharamkan sesuatu harus hati-hati. Karena mengharamkan yang halal itu hukumnya sama dengan menghalalkan yang haram. Lha kalau rokok diharamkan, akan timbul pertanyaan susulan. Misalnya, perokok pasip itu mau dihukumi pigimanah? Padahal perokok pasip itu lebih bahaya daripada perokok aktip. Trus bertani cengkeh dan tembakau itu hukumnya apa? Bekerja di pabrik rokok itu hukumnya haram apa tidak? Lalu jualan rokok itu duitnya haram apa tidak? Lantas event-event yang disponsori pabrikan rokok itu haram apa tidak untuk diikuti?”&lt;br /&gt;Kang Jupri mulai mengerutkan kening. Rentetan pertanyaan susulan itu belum ada fatwa resminya. Namun tentu saja fatwa haram rokok mengandung konsekwensi bagi terjawabnya pertanyaan Bang Kamid di atas.&lt;br /&gt;“Pengharaman rokok atas dasar madharat yang lebih besar dari manfaat juga mengandung konsekwensi lain kang. Misalnya, haram tidak pakai AC berfreon? Bukankah sudah diketahui bahwa barang itu bisa mbikin ozon tambah amoh. Lha kalo ozonnya tambah mbedah, milyaran manusia harus nanggung madharatnya. Padahal manfaatnya cuma sekedar ngilangi sumuk.  Tapi milyaran manusia lain yang juga sumuk karena gak gableg AC harus menanggung derita akibat ozonnya dibrakoti AC sampeyan. Pigimanah itu ya?” tanya bang Kamid.&lt;br /&gt;“Wah… yo mbuh lah bang. Lama-lama kok tambah nggladrah.”&lt;br /&gt;Hal kedua yang difatwai haram adalah Golput. Hal ini memang juga kontroversial. Seingat simbah ketika terjadi pertentangan antara dua kubu dalam tubuh mukminin, yakni Khalifah Ali r.a dan Muawiyah r.a, ada salah seorang sahabat yang sama sekali tak memilih dan berpihak pada salah satu dari 2 kubu itu. Kalau tidak salah beliau adalah Abdullah bin Umar r.a yang lebih terkenal dengan sebutan Ibnu Umar r.a. &lt;br /&gt;Salah satu alasan beliau tidak ikut di antara 2 kubu yang ada adalah karena tidak ingin pedangnya menumpahkan darah muslimin. Maka beliau memilih memisahi dari 2 kubu itu. Simbah gak tahu apakah langkah ini bisa disebut sebagai golput atau tidak. Namun dengan alasan yang syar’i beliau memilih untuk tidak memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba sekarang kita tarik ke Abad Plu Manuk ini. Adakah alasan syar’i yang bisa membolehkan seseorang untuk Golput?&lt;br /&gt;“Kalau miturut saya gak ada alasan syar’i yang mewajibkan saya buat nyoblos bang,” kata Kang Jupri. “Ditambah lagi calegnya rata-rata sudah kita ketahui motipnya mengapa mereka nyaleg. Genah motip blodot wal cocakrowo tho? Kalau miturut saya itu cukup bahan buat memfatwai bahwa nyoblos itu haram.”&lt;br /&gt;“Lho jangan terburu napsu kang, jangan su’udzhon”, kata Bang Kamid. “Lha kalo sampeyan dan juga jutaan muslimin lainnya gak milih, lalu justru yang kepilih orang-orang yang gak punya iman, sampeyan nanggung dosanya juga lho.”&lt;br /&gt;“Gak usah kawatir bang, dulu orang beriman pernah dijajah sama Pir’on, itu lho orang kapir yang juga O’on. Tapi nyatanya ketika orang berimannya sabar menjalani perintah demi perintah Allah, sang Pir’on akirnya keok juga. Yang kita perluken hanya mengikuti risalah kenabian dengan cara nurut sama syareat.  Lha sampeyan sekarang kawatir diplekoto sama Pir’on modern. Harusnya kita kawatir bahwa justru kita akan dikangkangi Pir’on-Pir’on modern ini manakala kita ikut-ikutan jejak mereka.” kata kang Jupri berapi-api.&lt;br /&gt;Kang Jupri nambahi, “Kita ini kan sudah punya waham, bahwa muslimin gak bisa jaya kalo gak ikut pemilu. Sudah tertanam pada diri sampeyan semua, bahwa jalan satu-satunya untuk mencapai kejayaan adalah dengan ikut pemilu, gak ada alternatip lain. The only way, the one and only. Makanya ada patwa haram golput itu. Lha buat saya, alternatip buat mencapai kejayaan umat itu banyak, bahkan pemilu bukan salah satunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Kamid dengan tetep kalem (Kayak Lembu) menjawab pidato kang Jupri, “Yo wis… gak usah sewot kang. Prinsipnya kita beda, gitu aja.”&lt;br /&gt;Simbah hanya bisa plonga-plongo. Mau milih Kang Jupri atau Bang Kamid… atau Golput ajah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari "Pitutur Mbah Dipo" di edit seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-3562527982175831990?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/3562527982175831990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=3562527982175831990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3562527982175831990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3562527982175831990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/haram-yang-haramnya-tidak-sama-dengan.html' title='Haram” yang Haramnya tidak sama dengan Haram'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1321181146593727535</id><published>2009-03-25T22:13:00.004+04:00</published><updated>2009-03-25T22:18:28.124+04:00</updated><title type='text'>Lagunya Si Doel</title><content type='html'>Enta Eih &lt;br /&gt;By Nancy Ajram&lt;br /&gt;Ini lagu kenangannya Si Doel saat mondok di Al Ain Hospital, dia dipasangin infus tapi beberapa kali gagal, akhirnya trauma kalau lihat dokter dan perawat dan nangis terus, anehnya dimainin apa saja nggak mau berhenti nangisnya, iseng-iseng ada koleksi lagu ini di Hp, trus ku kasih dia..ternyata..dia nggak nangis lagi...heran!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Wae5Vm2EuMA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Wae5Vm2EuMA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1321181146593727535?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1321181146593727535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1321181146593727535' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1321181146593727535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1321181146593727535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/lagunya-si-doel.html' title='Lagunya Si Doel'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6185256006539515962</id><published>2009-03-25T20:59:00.002+04:00</published><updated>2009-03-25T21:04:40.901+04:00</updated><title type='text'>Sahabak sahabik</title><content type='html'>Lagunya Favoritnya Fatma&lt;br /&gt;Nancy Ajram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/PqZcf-pk_tI&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/PqZcf-pk_tI&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6185256006539515962?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6185256006539515962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6185256006539515962' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6185256006539515962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6185256006539515962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/sahabak-sahabik.html' title='Sahabak sahabik'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6164189775321951728</id><published>2009-03-25T20:06:00.003+04:00</published><updated>2009-03-25T20:13:37.285+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Music'/><title type='text'>Nancy Ajram: Loun Ayounak</title><content type='html'>Lagu Favorit istriku&lt;br /&gt;Nancy Ajram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/igMMnZ-KXAY&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/igMMnZ-KXAY&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6164189775321951728?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6164189775321951728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6164189775321951728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6164189775321951728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6164189775321951728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/nancy-ajram-loun-ayounak.html' title='Nancy Ajram: Loun Ayounak'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7726641764726204524</id><published>2009-03-24T17:43:00.002+04:00</published><updated>2009-03-24T17:46:30.845+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video Music'/><title type='text'>Lagu Kenangan</title><content type='html'>Lagu Kenangan&lt;br /&gt;Bulan Purnama Kembar (Qomarain) by Amr Diab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QF7kKDp9u9g&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QF7kKDp9u9g&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7726641764726204524?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7726641764726204524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7726641764726204524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7726641764726204524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7726641764726204524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/lagu-kenangan.html' title='Lagu Kenangan'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-8362608097356098916</id><published>2009-03-06T08:45:00.005+04:00</published><updated>2009-03-06T11:37:28.973+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Allah Melihat, Malaikat mencatat</title><content type='html'>Hai Kawan, Jujurlah&lt;br /&gt;Jakarta. "Allah Melihat, malaikat mencatat." Tulisan dalam spanduk ini mencolok di sebuah kantin di SMPN 80, Jakarta Timur. Inilah SMP pertama yang digarap Kejaksaan untuk proyek kantin kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kantin kejujuran baru menyentuh siswa SMA. Sejak diluncurkan Oktober 2008, sudah 8.000 kantin kejujuran tersebar di seluruh Indonesia. Semua tentu masih untuk tingkat SMA.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;"Ini dalam rangka menyiapkan anak-anak kita sejak dini untuk berlaku jujur sehingga diharapkan pada saatnya nanti kalau mereka menjadi pemimpin telah tertanam watak jujur sehingga bangsa ini bebas dari korupsi," &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya di Jakarta ada 36 kantin yang akan diresmikan. Untuk tingkat SMP baru pertama kalinya, nantinya akan di kembangkan di seluruh wilayah Jakarta katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak jujur bagaimana? Seorang guru menunjuk ke spanduk di kantin itu. Tulisan spanduk berbunyi "Allah Melihat, malaikat mencatat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantin kejujuran menjual aneka makanan dan minuman ringan. Selain itu, dijual sarapan seperti nasi goreng, burger yang masing-masing diberi harga. Pembeli mengambil sendiri barang yang diinginkan, mencatat barang yang dibeli pada buku pembelian, meletakan uang pembayaran di kotak uang, dan mengambil sendiri uang kembalian jika ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang cukup kreatif, ide yang bagus juga, semoga generasi muda yang akan datang bisa menjadi generasi yang jujur sehingga terbentuklah bangsa yang jujur pula, maka rakyat negeri ini jadi makmur karena Indonesia menjadi negeri yang barokah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sambil menunggu generasi baru yang jujur, kita sebagai generasi yang sudah terlanjur menjadi setengah tua..juga harus mulai dengan bersikap jujur di lingkungan kerja, mulailah dari diri kita sendiri kita sehingga budaya korupsi atau budaya tidak jujur ini akan sedikit demi sedikit terkikis habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin dari sekian banyaknya kantin yang ada di sekolah-sekolah tidak semuanya akan berhasil tapi setidaknya untuk orang yang terbiasa tidak jujur seharusnya akan berpikir dua kali tuk berbuat tidak jujur. Dari beberapa pengalaman rekan-rekan di Yogyakarta yang mencoba membuka warung / kantin kejujuran banyak yang mengeluh tiap hari jumlah uang yang masuk lebih sering kurangnya  dan sangat jarang lebihnya dan cukup lega jika pas hitungannya..karena berarti tidak harus nombok.&lt;br /&gt;Dari proses pendidikan akhlak, ini adalah suatu latihan yang baik bagi anak didik (pelajar, mahasiswa) untuk berlatih jujur dengan sebenarnya karena praktek biasanya lebih sulit daripada teori&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-8362608097356098916?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/8362608097356098916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=8362608097356098916' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8362608097356098916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8362608097356098916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/03/allah-melihat-malaikat-mencatat.html' title='Allah Melihat, Malaikat mencatat'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7766088889619111200</id><published>2009-02-20T14:34:00.006+04:00</published><updated>2009-02-25T00:52:18.129+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Harianku'/><title type='text'>Adzan Online di Abu Dhabi</title><content type='html'>Adzan Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi canggih memang udah merambah di berbagai bidang mulai dari komunikasi, bisnis, perdagangan, sistem pendidikan dan lain-lainnya. Tidak bisa tidak dalam bidang apapun kita hidup kita harus mengikuti (memanfaatkan)teknologi informasi yang tiap hari semakin tambah canggih saja, maka barang siapa tidak menggunakannya maka siap-siap saja dicap 'ketinggalan jaman', gaptek atau ndeso banget. Apa sih adzan online??&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Adzan online adalah cara mengumandankan adzan dengan memanfaatkan teknologi satelit / wireless di suatu masjid sehingga akan bisa didengar/direlay di seluruh penjuru kota dan desa yang sudah tergabung dalam sistem jaringannya. Biasanya yang adzan berada di masjid Agung kemudian masjid kecil di seluruh kota akan mengumandangkan suara adzan yang sama dengan masjid pusat, di masjid masjid kecil dipasang receiver dan disk (antena parabola digital) terus disambung ke loadspeaker di menara.&lt;br /&gt;Saya nggak tahu kota mana saja di dunia yang menggunakan sistem adzan seperti ini. Katanya di Jordania juga udah diterapkan sistem aszan online seperti ini beberapa tahun yang lalu. Yang saya tahu pasti ya di Emirat Abu Dhabi, dubai dan Ajman (Negara bagian Uni Emirat Arab) di mana sekarang ini saya berada. &lt;br /&gt;Di Abu Dhabi dan kota Al Ain yang mempunyai lebih 1000 masjid hanya perlu dua orang muadzin untuk mengumandangkan adzan, kalau adzan konvensional maka perlu muadzin 1000 orang yang setiap orangnya bergaji antara 1000 s/d 1200 dirham, tuh kan bisa ngirit kurang lebih 980 ribu dirham perbulannya (1 DH = Rp 3000) Kelihatannya memang efektif dan effisien, tapi ditinjau dari segi hukum sunah nabi masih cukup ramai diperdebatkan. &lt;br /&gt;Di Abu Dhabi dan Dubai sekarang ini semakin dipenuhi oleh orang-orang Eropa, jumlahnya tiap hari semakin bertambah pula, mereka inilah yang komplain, katanya mereka terganggu dengan hingar bingarnya suara adzan.Saat masuk waktu sholat akan terdengar banyak suara adzan yang kata orang 'tidak enak didengar', memang sih suaranya akan bersautan ada yang bagus ada yang sumbang, ada yang kekerasan hingga bikin bayi ketakutan dan ada juga yang salah ucapan, semua itu terdengar pada saat adzan dikumandangan oleh para muadzin live dari setiap masjid. Untuk sebagian orang itu memang mengganggu pendengaran orang dan sungguh nggak enak didengar katanya, tapi saya secara pribadi lebih setuju dengan adzan live oleh perorangan,karena itu adalah salah satu bentuk syiar islam dan kayaknya memang harus begitu. Mungkin pemerintah sangat memperhatikan keluhan mereka yang merasa terganggu sehingga harus  menggantinya dengan sistem adzan yang 'canggih' ini demi jaga image ke dunia karena katanya Emirat Arab ingin jadi contoh negara Islam yang toleran dan modern sehingga bisa menjadi pusat kebudayaan international penghubung dunia timur dan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya tidak akan membahas apakah itu termasuk bid'ah atau melanggar sunah karena memang bukan bisang saya, yang jelas tentunya udah dipikir dan didiskusikan oleh para ulama dan ahli agama di sini (UAE) sebelum program ini di jalankan. Sebagai info tambahan saja, di Uni Emirat Arab (UAE) setiap masjid jami' yang digunakan untuk sholat jum'at sekarang sudah dipasang jaringan intranet yang layar LCD nya dipasang di kanan kiri dinding masjid, biasanya berisi tentang waktu sholat, materi kajian alquran hadist dan info penting lainnya yang berhubungan dengan ritual ibadah islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya khawatir, mungkin disuatu hari nanti iqomatnya juga di sentralisasi, sehingga setiap imam masjid tidak perlu qomat lagi, dan yang lebih parah lagi yaitu mungkin.. suatu hari nanti Imam masjid juga tak diperlukan lagi karena sholat berjamaah cukup dengan "video Conference" saja. Kiamat udah dekat??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7766088889619111200?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7766088889619111200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7766088889619111200' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7766088889619111200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7766088889619111200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/02/adzan-online-di-abu-dhabi.html' title='Adzan Online di Abu Dhabi'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-7656241933149844248</id><published>2009-02-19T14:31:00.002+04:00</published><updated>2009-02-21T07:29:08.238+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Friends'/><title type='text'>Mahyuliansyah, Apa kabarmu?</title><content type='html'>&lt;a href='http://3.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SZ01fgBlGuI/AAAAAAAAAF0/cMFl6vFuQGY/s1600-h/imam+yuliansyah.jpg'&gt;&lt;img src='http://3.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SZ01fgBlGuI/AAAAAAAAAF0/cMFl6vFuQGY/s160/imam+yuliansyah.jpg' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Teman Tapi Lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuliansyah, Ristiawan, Imam, Sukamto (Urut dari kanan), Foto kenangan jaman perjuangan ini kayaknya diambil di RSUD Kodya Yogyakarta tahun 1994, Tk II praktek kebidanan. Praktek kebidanan adalah yang paling menyebalkan dan sekaligus menyenangkan, gimana tidak? kita dituntut untuk bisa menolong persalinan normal minimal 3kasus. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari saya praktek kerja malam, mulai jam 21.00, dari yang jaga sore dapat kabar gembira bahwa di kamar bersalin ada ibu muda mau melahirkan anak pertamanya, ini yang menyenangkan...kok bisa? ya.. berarti saya bisa praktek 'PD = Periksa Dalam' istilahnya touche (baca tu-se) yaitu ngobok-ngobok anunya ibu untuk mengukur pembukaan cervic berapa cm lebarnya sehingga memungkinkan kepala bayi bisa keluar ke dunia ini. Dan betapa senangnya ternyata ibu muda itu nggak keberatan kalau persalinannya di tolong oleh paramedic laki-laki, yang berarti aku bisa mempraktekan pengukuran pembukaan servik dengan bonus hangat-hangat gitu rasanya, dari pembukaan 2-6 progressnya baik, tapi kok untuk pembukaan kumplit lama sekali... aku udah mulai gelisah karena hari sudah pukul setengah 6, aku berharap bayi akan lahir jam 7 atau sebelum jam 8 pagi sebelum aku pulang. Tapi apa yang terjadi setelah semalaman nggak tidur ternyata sampai jam 8 pagipun bayi itu nggak nongol juga....eh sialan..singkat cerita temanku akhirnya yang dapat kasus itu akhirnya bayi lahir jam 10 pagi, ya nasib baik untuk kawanku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-7656241933149844248?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/7656241933149844248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=7656241933149844248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7656241933149844248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/7656241933149844248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/02/mahyuliansyah-apa-kabarmu.html' title='Mahyuliansyah, Apa kabarmu?'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SZ01fgBlGuI/AAAAAAAAAF0/cMFl6vFuQGY/s72-c/imam+yuliansyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-8269680919658215673</id><published>2009-01-31T20:28:00.004+04:00</published><updated>2009-02-26T01:51:04.442+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Friends'/><title type='text'>Jadi Senior PPS 1994</title><content type='html'>&lt;a href='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYR8NW2Sk8I/AAAAAAAAADw/CVBfrmFdwA0/s1600-h/SENIOR.JPG'&gt;&lt;img src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYR8NW2Sk8I/AAAAAAAAADw/CVBfrmFdwA0/s160/SENIOR.JPG' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi Senior&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi junior mungkin saat-saat ospek (PPS, program pengenalan sekolah) istilahnya waktu itu, adalah masa-masa yang menyebalkan dan pasti memuakkan. Jadi junior berarti harus nurut 100% sama senior dalam keadaan benar atau salah, senior punya full authority untuk menimpakan hukuman sesuai kehendaknya walaupun tanpa sebab apapun walau kita dapat menunaikan tugasnya secara lengkap namun mereka punya 1000 alasan menghukum sesuka hatinya. Kejam kan? Ketika saya masih CaMA/CaMi (calon mahasiswa/i)kami sekelompok dapat tugas membawa pencil made in Indonesia dan koran KR terbitan tanggal tertentu bulan lalu, tentu saja bikin pusing khan? Tugas harian yang nyleneh dan hampir imposible untuk dipenuhi (setelah jam 5 sore kita baru pulang) belum lagi tugas presentasi yang agak serius, huh kurang ajar, dikerjain secara legal. Sehari rasa seminggu, seminggu rasa sebulan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;So, tahun berikutnya kami pun jadi SENIOR, nah ..lho..bagi sebagian kita ada yang memanfaatkannya sebagai balas dendam karena pengalaman pahit tahun lalu dan bagi sebagian yang lain sekedar iseng dan bikin stress aja, dan amat sedikit diantara kita yang benar-benar menjalankan tugasnya sesuai amanat pak direktur yaitu mempersiapkan mental dan memberikan full orientasi program study masing-masing jurusan and ini yang agak parah..mumpung senior..tebar pesona, tebar simpati...pasti..di akhir kegiatan dapat pacar...&lt;br /&gt;Foto di atas adalah mas Suhadi dari Semarang, mas Tumino dari Lampung dan Rafael Linu dai Irian Jaya dan tebak sendiri saya yang mana. Ada kenangan manis yang tak tak terlupakan saaat jadi senior, sehari sebelum acara berakhir &lt;em&gt;CAMA CAMI&lt;/em&gt; dapat tugas buat surat cinta dan harus mengumpulkan tanda tangan semiornya minimal 10 orang, Nah...ada &lt;em&gt;CAMI&lt;/em&gt; manis dan imut-imut dari Jurusan Gizi yang kebetulan ku taksir..eh kirim surat cinta dan minta tanda tangan ke diriku... wah..bahagianya..&lt;br /&gt; Dalam acara apel pagi..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-8269680919658215673?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/8269680919658215673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=8269680919658215673' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8269680919658215673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/8269680919658215673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/jadi-senior-pps-1994.html' title='&lt;strong&gt;Jadi Senior PPS 1994&lt;/strong&gt;'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYR8NW2Sk8I/AAAAAAAAADw/CVBfrmFdwA0/s72-c/SENIOR.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-3857515431586779231</id><published>2009-01-31T12:02:00.001+04:00</published><updated>2009-01-31T12:03:38.396+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Friends'/><title type='text'>Kawan SMA</title><content type='html'>&lt;a href='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYQFqnb581I/AAAAAAAAACc/rU3QpYVIMwE/s1600-h/TURIS.JPG'&gt;&lt;img src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYQFqnb581I/AAAAAAAAACc/rU3QpYVIMwE/s160/TURIS.JPG' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Gendon (supriyadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia itu pintar main gitar, nyanyi dan pintar berorganisasi. Dialah ketua OSIS tahun 1991, pas kelas satu aku selalu duduk satu meja. Foto di atas adalah foto pas ujian final kursus bahasa inggris tingkat advance dengan Mr. Salem dari Turkey, seorang Enginer kerja di PT Nurtanio Bandung (sekarang PT DI, yang bangkrut itu lho) bagian mechanical, berkat wawancara yang memuaskan saya dan Supri lulus ujian interview.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kelas dua, dia ambil jurusan Sosial sedangkan saya ke jurusan Fisika. Singkat cerita lulus trus sama-sama kuliah di Yogya, setelah itu pernah ketemu sekali di statsiun Tugu pas mau mudik lebaran, waktu itu kami udah sama-sama kerja, sama-sama bujangan, itu sekitar tahun 1998. Setelah pertemuan itu ..udah nggak pernah ketemu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu baru kita bertemu kembali di dunia maya ini, ternyata dia udah jadi juragan alias boss di perusahannya sendiri dan saya boss di rumahku sendiri. Selamat dan sukses&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-3857515431586779231?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/3857515431586779231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=3857515431586779231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3857515431586779231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3857515431586779231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/kawan-sma.html' title='Kawan SMA'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYQFqnb581I/AAAAAAAAACc/rU3QpYVIMwE/s72-c/TURIS.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-2918848087750812950</id><published>2009-01-31T11:15:00.001+04:00</published><updated>2009-01-31T11:27:10.630+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Friends'/><title type='text'>Kawan Lama</title><content type='html'>&lt;a href='http://3.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYP6satYmYI/AAAAAAAAACU/GAv-Rx-ROmM/s1600-h/YULI.JPG'&gt;&lt;img src='http://3.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYP6satYmYI/AAAAAAAAACU/GAv-Rx-ROmM/s160/YULI.JPG' border='0' alt=''style='clear:both;float:right; margin:0 0 10px 10px;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Kawan Lama (Yuliansyah)&lt;br /&gt;Ini adalah foto yang tersisa yang sempat ku simpan di komputerku tahun 2000, yaitu 8 tahun lalu. Kenapa ku pasang di sini? sekarang? ya..karena beberapa minggu yang lalu saya temukan dia di dunia maya ini, di dunia lain yang bernama weblog ini. Terakhir bertemu dengan dia ditahun 1996, ini berarti udah lebih dari 13 tahun kita terpisahkan, tak pernah saling komunikasi dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pertemuan terakhir yang masih ku ingat yaitu pas habis wisuda, yaitu di Kulonprogo di tempat seseorang yang spesial di hatinya. Waktu itu aku yang disuruh dia tuk memperkenalkan dia dengannya dan sekaligus menyampaikan niatnya untuk membawa anak gadisnya ke hutan kalimantan. Baru aja sekali berkunjung tapi hebatnya dia udah langsung bilang bahwa dia ingin menikahinya.&lt;br /&gt;Singkat cerita maksud hati udah tersampaikan, tapi jawaban langsung masih harus menunggu seminggu, sebab waktu itu neneknya sedang sakit, jadilah satu minggu itu dia nggak bisa tidur. Mau tahu jawabnya??? tanya dia aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar terakhir dari chatting ama dia katanya udah punya anak satu dan sekarang sedang ngambil S1 Keperawatan. Salam sukses, semoga Allah selalu memudahkan urusannya. and keep in touch..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:RIGHT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-2918848087750812950?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/2918848087750812950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=2918848087750812950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2918848087750812950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/2918848087750812950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/kawan-lama.html' title='Kawan Lama'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYP6satYmYI/AAAAAAAAACU/GAv-Rx-ROmM/s72-c/YULI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-44424055370598213</id><published>2009-01-31T09:56:00.003+04:00</published><updated>2009-02-07T15:13:42.064+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vacation with Family 07'/><title type='text'>Naik Onta</title><content type='html'>&lt;a href='http://4.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYPobYuVFZI/AAAAAAAAACM/WWouvNVovio/s1600-h/IMG_0988.jpg'&gt;&lt;img src='http://4.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYPobYuVFZI/AAAAAAAAACM/WWouvNVovio/s160/IMG_0988.jpg' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Naik Onta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya belum ke arab kalau belum naik onta, siapa takut? tapi foto dulu ya! Eh tapi ternyata takut dan kayaknya malu juga ya...gimana kalau kita naik delman aja ya? ok ??? masa di luar negeri naik delman?? nggak papa dech yang penting nggak pakai mabok.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kebetulan waktu itu ada mbak Diah, Mbak Inul dan pak Gede, jadi suasananya tambah ramai. Mbah kakung kelihatannya enjoy banget, apa aja di foto, katanya buat kenang-kenangan. Fatma , si Doel dan Ahmad juga nggak tampak lelah walau udah seharian jalan-jalan keliling kota. Udara semakin dingin, perjalanan diteruskan naik puncak Jabal hafeed, gunung tertinggi di UAE yang sudah di sulap jadi taman bermain. Di puncak udara semakin dingin, kayaknya it's time for coffe or tea, tapi Mbah ingin coba kopi arab spesial (dikasih telor onta..he he) dan sepotong cheese sandwich. Trus dilanjutkan dengan foto-foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-44424055370598213?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/44424055370598213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=44424055370598213' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/44424055370598213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/44424055370598213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/naik-onta.html' title='Naik Onta'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYPobYuVFZI/AAAAAAAAACM/WWouvNVovio/s72-c/IMG_0988.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-3903775511371685169</id><published>2009-01-30T18:08:00.002+04:00</published><updated>2009-01-31T20:47:30.032+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vacation with Family 07'/><title type='text'>Green Mubazara</title><content type='html'>&lt;a href='http://4.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYMKDPEOu4I/AAAAAAAAACE/K7PiONRbOTU/s1600-h/Bersama+Mbah+di+Jabal+Hafeet.jpg'&gt;&lt;img src='http://4.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYMKDPEOu4I/AAAAAAAAACE/K7PiONRbOTU/s160/Bersama+Mbah+di+Jabal+Hafeet.jpg' border='0' alt=''style='clear:both;float:left; margin:0px 10px 10px 0;' /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersama Mbah di Green Mubazara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Oktober 2007 adalah awal hari yang menyenangkan, karena bapak dan ibu mau berkunjung ke Abu Dhabi. Menengok anak cucu sekalian jalan-jalan dan itulah tujuan utamanya, naik pesawat adalah impiannya, kata bapak hanya dia yang belum pernah naik pesawat, sebab bagi ibu ini adalah kali kedua terbang ke Emirat Arab.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Jadi turist domestik udah biasa dan katanya sudah nyampai kemana-mana termasuk ke bali pasca dibom juga ditengoknya, tapi kalau jadi turist sungguhan dan jalan-jalan di luar negeri ini baru pertama kalinya, so they are soo excited. Kan keren bisa naik pesawat, shoping di Mall kelas dunia dan so pasti photo-photo.&lt;br /&gt;Kagum campur heran, masa gunung batu di tanamin rumput? herannya tumbuh juga ya? Massa Allah..inilah Green Mubazara tempat paling favorit di Al Ain untuk keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-3903775511371685169?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/3903775511371685169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=3903775511371685169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3903775511371685169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/3903775511371685169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/green-mubazara.html' title='&lt;strong&gt;Green Mubazara&lt;/strong&gt;'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SYMKDPEOu4I/AAAAAAAAACE/K7PiONRbOTU/s72-c/Bersama+Mbah+di+Jabal+Hafeet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6679112803290670245</id><published>2009-01-30T16:41:00.002+04:00</published><updated>2009-01-31T14:44:26.529+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Pesan Rasulullah untuk Fatimah</title><content type='html'>Pesan Rasulullah untuk Fatimah az-Zahra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sepuluh wasiat Rasulullah kepada putrinya Fatimah Az-Zahra, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya,khususnya bagi setiap istri yang mendambakan kesalehan. Wasiat tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yangmembuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepunguntuk suami dan anak-anaknya, niscayaAllah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;3.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalumenyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahalabaginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yangmembantu kebutuhan tetangga-tetanggany a,maka Allah akan membantunya untukdapat meminum telaga kautsar pada harikiamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Wahai Fatimah! Yang lebih utama dariseluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri.Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu.Ketahuilah Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan,serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahalab aginya sama dengan pahala para pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yangmelaksanakan ibadah haji dan umrah, danseribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Wahai Fatimah! Disaat seorang istrimelayani suaminya selama sehari semalam,dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya sertamemakaikan pakaian padanya dihari kiamatberupa pakaian yang serba hijau,dan menetapkan baginya setiap rambutpada tubuhnya seribu kebaikan. Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Wahai Fatimah! Disaat seorang istritersenyum dihadapan suaminya, makaAllah akan memandangnya dengan pandanganpenuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Wahai Fatimah! Disaat seorang istrimembentangkan alas ! tidur untuksuaminya dengan rasa senang hati, makapara malaikat yang memanggil darilangit menyeru wanita itu agarmenyaksikan pahala amalnya, dan Allahmengampuni dosa-dosanya yang telah laludan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya,meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya,serta menjadikan kuburnya bagian daritaman surga. Allah pun menetapkanbaginya bebas dari siksa neraka sertadapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6679112803290670245?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6679112803290670245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6679112803290670245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6679112803290670245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6679112803290670245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/pesan-rasulullah-untuk-fatimah-az-zahra.html' title='Pesan Rasulullah untuk Fatimah'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1743955081189036231</id><published>2009-01-30T16:14:00.001+04:00</published><updated>2009-01-31T14:39:52.862+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Qalbu'/><title type='text'>Tanda-Tanda Sakit Hati</title><content type='html'>Tanda-Tanda Sakit Hati Dan Mengembalikannya Agar Sehat Kembali Serta Cara Mengetahui Orang Lain Dan Aib Dirinya&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah &lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Pengantar: &lt;br /&gt;Ibnu Qudamah pengarang kitab fikih Al-Mughni telah meringkas kitab Minhajul Qoshidin karya Abul Faraj bin Jauzi (Ibnu Jauzi). Kitab ini penuh berisi nasehat yang disajikan berdasarkan kepada dalil-dalil syar'i dengan memperhatikan keshahihan hadits, seperti diterangkan dalam muqodimahnya. Boleh jadi mushanif (pengarang) tidak mencantumkan, Allah berfirman... atau Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda..., akan tetapi tamsil dan untaian kalimatnya yang penuh hikmah merupakan pengejawantahan dari qur'an dan sunnah itu sendiri. &lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita cari bisa kita dapatkan sederet dalil yang mendukung hujjah (argumentasi)nya. Di sisi lain kitab ini sampai pada kita lewat tangan dua ulama salaf ahlus sunnah yang diakui keilmuannya, hingga cukuplah kiranya untuk memberi kita kemantapan dalam menerima nasehatnya. Saya sampaikan ini karena saya dengar ada di antara kita yang ragu-ragu dalam mengambil hikmah dari kitab ini. Berikut ini adalah sekelumit nasehat yang saya ambil dari kitab tersebut. Boleh jadi ia menjadi obat mujarab bagi yang membutuhkan kendati saya sendiri tak kuasa menelannya. Agar tidak terlalu panjang saya potong jadi dua.&lt;br /&gt;Setiap anggota badan manusia diperuntukkan untuk tugas yang khusus. Adapun tanda sakitnya ialah ketidakmampuannya melaksanakan tugas itu, atau tugas itu bisa dilaksanakan dalam keadaan kacau. Tangan yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya memegang. Mata yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya melihat. Hati yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya melaksanakan tugas khusus yang karenanya ia diciptakan, yaitu ilmu, hikmah, ma'rifat, mencintai Allah dan beribadah kepada-Nya serta mementingkan semua ini daripada setiap bisikan nafsu. &lt;br /&gt;Orang yang mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak mengetahui Allah, seakan-akan dia tidak mengetahui sesuatu pun. &lt;br /&gt;Tanda ma'rifat adalah cinta. Siapa yang mengetahui Allah tentu mencintai-Nya. Adapun tanda cinta adalah tidak mementingkan sesuatu dari sekian banyak hal-hal yang dicintainya daripada Allah. Siapa yang lebih mementingkan sesuatu yang dicintainya daripada cintanya kepada Allah, berarti hatinya sakit, sebagaimana perut yang yang lebih suka memakan tanah daripada roti, maka perutnya tidak beres alias sakit. &lt;br /&gt;Penyakit hati ini tersembunyi. Boleh jadi pemiliknya tidak tahu, karena itu dia mengabaikannya. Kalau pun tahu, mungkin dia tidak sabar menanggung pahitnya obat, karena obatnya adalah menentang nafsu. Kalaupun dia sabar, belum tentu dia mendapatkan dokter yang bisa mengobatinya. Dokter di sini adalah para ulama. Sementara penyakit pun sudah menjangkiti mereka. Dokter yang sakit jarang yang mau mengobati orang lain yang sakit, sehingga penyakit menjadi menyebar kemana-mana dan ilmu pun hilang, obat hati dan penyakit hati sama-sama dibiarkan, manusia hanya sekedar melakukan ibadah-ibadah zhahir, sedangkan di dalam batinnya hanya sekedar tradisi. Inilah yang disebut tanda sumber penyakit. &lt;br /&gt;Untuk mengetahui keadaan agar segar kembali setelah berusaha melakukan pengobatan ialah dengan melihat jenis penyakitnya. Pengobatan penyakit kikir ialah dengan mengeluarkan harta, tapi tidak perlu berlebih-lebihan dan boros. Penyakit lain dengan pengobatannya sendiri-sendiri, seperti panas dengan dingin agar tidak semakin panas dan tidak menjadi terlalu dingin, agar tidak menjadi penyakit baru. Yang dituntut adalah jalan tengah. &lt;br /&gt;Jika engkau ingin melihat jalan tengah ini, lihatlah kepada dirimu sendiri. Jika menumpuk harta dan mempertahankannya lebih engkau sukai dan lebih mudah daripada mengeluarkannya sekalipun kepada orang yang berhak, maka ketahuilah bahwa yang ada pada dirimu adalah sifat kikir. Maka obatilah jiwamu dengan mengeluarkan harta itu. Jika mengeluarkan harta itu kepada orang, yang lebih engkau sukai, maka tahanlah sedikit harta itu, karena yang ada pada dirimu adalah pemborosan. Janganlah engkau lebih condong untuk mengeluarkan harta atau menahannya. Buatlah harta itu mengalir seperti air di sisimu. Engkau tidak menuntut air itu untuk berhenti bukan untuk suatu keperluan, atau mengalirkannya secara deras untuk orang yang memerlukannya. Setiap hari yang bisa seperti itu akan mendatangi Allah dalam keadaan selamat. &lt;br /&gt;Seseorang harus terbebas dari segala akhlak (jelek), agar dia tidak mempunyai hubungan dengan sesuatu pun dari keduniaan, agar jiwa dapat meninggalkan dunia dalam keadaan memutuskan hubungan dengannya, tidak menoleh kepadanya dan tidak mengharapkannya. Pada saat itu dia akan kembali kepada Rabb-nya sebagaimana kembalinya jiwa yang muthma'inah. &lt;br /&gt;Karena jalan tengah yang hakiki antara dua sisi itu cukup sulit dideteksi, bahkan lebih lembut daripada sehelai rambut dan lebih tajam daripada pedang, maka tidak aneh siapa yang bisa melewati jalan yang lurus ini di dunia, tentu akan bisa melewati jalan ini pula di akherat. Karena sulitnya istiqomah, maka hamba diperintahkan membaca, "Ihdinash-shirathal-mustaqim" beberapa kali setiap hari. Siapa yang tidak sanggup istiqamah, hendaklah dia berusaha mendekati istiqamah, karena keselamatan itu hanya dengan amal shalih. Sementara itu, amal yang shalih tidak keluar kecuali dari akhlak yang baik. Maka hendaklah setiap hamba mencari sifat dan akhlaknya sendiri, hendaklah mengobati satu persatu dan hendaklah bersabar dalam masalah ini (karena dia akan mendapatkan keadaan yang enak seperti halnya anak kecil yang tadinya enggan disapih, tapi lama-kelamaan dia merasa enaknya di sapih. Bahkan andaikan dia ditawari untuk menyusu lagi, tentu dia akan menolaknya). Siapa yang menyadari umur yang pendek jika dibanding dengan kehidupan akherat yang panjang, maka dia akan berani menanggung beratnya perjalanan selama beberapa hari, untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi. &lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa bila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka dia membuatnya tahu aib dirinya. Siapa yang mempunyai mata hati, dia tidak akan takut terhadap aib dirinya. Jika dia tahu aib dirinya, memungkinkan baginya untuk mengobatinya. Tetapi mayoritas manusia tidak mau tahu aib dirinya sendiri. Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak. Kotoran di mata temannya tampak, batang pohon di depan matanya tidak tampak. &lt;br /&gt;Siapa yang ingin mengetahui aib diri sendiri, maka ada empat jalan yang bisa ditempuh: &lt;br /&gt;1. Menghadap seorang syaikh yang bisa mengetahui aib jiwa, sehingga dia bisa mengenali aibnya dan sekaligus mengobatinya.&lt;br /&gt;Yang seperti ini seringkali terjadi, dan cukup banyak dokter yang menanganinya. &lt;br /&gt;2. Mencari teman karib yang jujur, dapat dipercaya dan bagus agamanya. Dia bisa menjadikan teman karib itu sebagai pendampingnya, agar memberinya peringatan dari akhlak atau perbuatannya yang kurang baik. Amirul Mukminin Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu pernah berkata, "Semoga Allah merahmati seseorang yang mau menunjukkan aib kami kepada kami." &lt;br /&gt;Suatu kali dia bertanya kepada Salman tentang aib yang pernah dilakukannya. Maka Salman menjawab, "Aku mendengar engkau pernah mengumpulkan dua jenis sayur di meja makanmu dan engkau mengenakan dua macam pakaian, satu untuk siang hari dan satu lagi untuk malam hari." &lt;br /&gt;Umar berkata, "Apakah ada selain itu?" "Tidak", jawab Salman. "Kalau dua hal itu aku sudah tidak melakukannya lagi," jawab Umar bin Al-Khaththab. Umar juga pernah bertanya kepada Hudzaifah, "Apakah aku termasuk orang-orang munafik?" dia perlu bertanya seperti itu, sebab siapa yang kedudukannya semakin tinggi, maka tuduhan terhadap dirinya juga semakin gencar. Hanya saja di zaman sekarang jarang ada teman karib yang jujur dengan memiliki sifat seperti ini. Sedikit sekali teman yang tidak mencari muka atau tidak dengki.&lt;br /&gt;Orang-orang salaf sangat suka jika ada seseorang yang menunjukkan aib mereka. Sementara kita pada zaman sekarang justru marah besar jika ada seseorang yang menunjukkan aib kita. Hal ini menunjukkan lemahnya iman. Sebab akhlak yang buruk itu seperti kalajengking. Jika ada seseorang yang memperingatkan bahwa ada di dalam baju salah seorang di antara kita ada kalajengking, maka secepat itu pula kita kan bertindak untuk membunuh kalajengking tersebut. Sementara akhlak yang hina lebih berbahaya dari kalajengking, bagi orang yang tidak menyadarinya. &lt;br /&gt;3. Mengambil manfaat tentang aib dirinya dari penuturan musuhnya. Sebab mata yang penuh kebencian itu tentu akan memancarkan keburukan. Manfaat yang bisa diambil seseorang dari musuh, bisa mengingatkan aib dirinya. Hal ini lebih bermanfaat baginya daripada teman karib yang mencari muka dan menutup aibnya. &lt;br /&gt;4. Bergaul dengan manusia. Selagi dia melihat sesuatu yang tercela pada diri mereka, maka dia segera menjauhinya. &lt;br /&gt;Dikutip dari: Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy, "Muhtashor Minhajul Qoshidin, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk", penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 193-195. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-1743955081189036231?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/1743955081189036231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=1743955081189036231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1743955081189036231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/1743955081189036231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/tanda-tanda-sakit-hati.html' title='Tanda-Tanda Sakit Hati'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-6237563264909669009</id><published>2009-01-30T16:09:00.002+04:00</published><updated>2009-01-31T14:41:41.977+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Yahudi akan Terbasmi</title><content type='html'>YAHUDI AKAN TERBASMI, INSYA ALLAH&lt;br /&gt;[Hadits Tentang Perang Melawan Yahudi]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hal yang membuat hati kaum Mukminin tenteram dan karenanya mereka semakin yakin ialah ; bahwa negeri yang menjadi tempat berkumpulnya berbagai macam suku Yahudi Dunia, yang kemudian secara zalim dan bathil dinamakan negara Israel, adalah negara yang akan musnah dan terhapus dari muka bumi. Saya tidak katakan tanggal sekian dan tanggal sekian seperti yang dilakukan secara tidak benar oleh sebagian orang yang memiliki semangat menggebu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bisa jadi waktunya akan datang sebelum ramalan mereka jatuh tempo, dan itu tidak sulit bagi Allah. Ya, bisa jadi (waktunya akan datang) jauh sebelum itu.&lt;br /&gt;"Artinya : Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabb-mu kecuali Dia" [Al-Muddatstsir : 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang mengetahui kecuali Dia Yang Maha Tahu dan Maha Waspada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena itulah ada tokoh politik (Muslim) kontemporer yang mengatakan :"Sesungguhnya perdamaian kita bersama Yahudi hanya semata-mata perdamaian politis, bukan keyakinan".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesunguhnya ada beberapa riwayat hadits Nabi yang shahih dan tegas, bahwa pertempuran besar (melawan bangsa Yahudi-pen) akan terjadi, pasti. Dan bahwa kalimat Tauhid pasti akan mengalahkan orang-orang Yahudi tersebut, baik majikan-majikan maupun budak-budaknya (para pemimpinnya maupun pengikut-pengikutnya -pen).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;"Artinya : Kalian akan memerangi bangsa Yahudi sampai seseorang di antara mereka bersembunyi di belakang batu. Maka batu itu berkata : Wahai hamba Allah, ini di belakangku ada Yahudi, bunuhlah !".&lt;br /&gt;Imam Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi. Kemudian kaum Muslimin membunuh mereka sampai orang Yahudi bersembunyi di belakang batu atau pohon. Maka batu -atau- pohon itu berkata : Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini di belakangku ada Yahudi, kemarilah lalu bunuhlah. Kecuali pohon Gharqad (sebuah pohon berduri yang dikenal dikalangan bangsa Yahudi), sesungguhnya Gahrqad itu adalah salah satu pohon bangsa Yahudi".&lt;br /&gt;Dua riwayat di atas adalah riwayat paling kuat dan paling shahih yang di satu sisi menjelaskan pasti dan benar-benarnya kejadian perang melawan Yahudi, sedangkan di sisi lain menjelaskan tentang yakin (pasti)nya kemenangan di tangan kaum Muslimin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Riwayat tersebut -segala puji bagi Allah, dan dengan taufiq-Nya amat sangat jelas, jelas dan jelas. Tidak perlu komentar dan tidak membutuhkan keterangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam dua nash di atas terdapat berbagai pentunjuk manhaji (bersifat manhaj/bersifat ajaran), yang paling menonjol di antaranya adalah dua hal :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertama : Berkaitan dengan awalnya, yaitu perkataan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabat :"Kalian pasti akan memerangi (orang Yahudi). Sabda ini memberi petunjuk yang tegas bahwa masa depan hanya untuk Islam saja -bi idznillah-, akan tetapi tentu Islam yang sesuai dengan manhaj Salaf. [Lihat : Basha'ir Dzawisy Syaraf Bisyarhi Marwiyyaati Manhajis Salaf, karya Syaikh Salim al-Hilali hal. 151-165].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua : Berkaitan dengan akhirnya, yaitu sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika menceritakan perkataan pohon atau batu : "Wahai Muslim, wahai hamba Allah!". Kisah ini menunjukkan bahwa manhaj Tarbawi Ishlahi (pola pendidikan yang bertujuan perbaikan) yang tegak berdasarkan realisasi tauhid dan peribadatan adalah betul-betul memiliki kesiapan untuk menegakkan syari'at Allah di muka bumi dan untuk memulai kehidupan baru dengan kehidupan Islami yang sesuai dengan pola kenabian. [Lihat pula : Madaarij al-Ubudiyah min Hadyi Khairil Bariyyah karya Syaikh Salim al-Hilali hal. 145-153].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sana ada riwayat lemah -dari berbagai periwayatan- yang tersebar di tengah-tengah masyarakat dan bergulir di kalangan orang-orang khusus dan orang-orang awam, yang wajib diungkap dan dijelaskan (yaitu) :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Riwayat Ibnu Sa'd dalam "Tahabaqat"nya VII/422, Al-Bazzar dalam "Musnad"nya IV/138, Az-Zawaid, Ibnu Abi Ashim dalam "Al-Ahad wa Al-Matsani" 2458, dan lain-lain, dari Nahik bin Shuraim As-Sakuni, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;"Artinya : Musyrikin sampai akhirnya sisa-sisa (pasukan) kalian akan memerangi Dajjal di sekitar sungai di Urdun (Yordan), kalian di sebelah timurnya dan mereka di sebelah baratnya".&lt;br /&gt;Perawinya berkata : Saya tidak tahu di bumi sebelah manakah Urdun (Yordan) pada waktu itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hadits ini sanadnya dha'if, di dalamnya terdapat Muhammad bin Aban Al-Qurasyi. Abu Dawud, Ibnu Ma'in, Al-Bukhari dan imam-imam lain mendha'ifkan (melemahkan)nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Guru kami, 'Allamah, Imam, lautan ilmu, Syaikh Abu Abdir Rahman Muhammad Nashiruddin Al-Albani -semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya- telah mengeluarkan hadits tersebut secara rinci dalam kitab karyanya yang mengagumkan : Silsilah Al-Hadits Adh-Dha'ifah III/460-461. Beliau menjelaskan kelemahan hadits itu, kemudian beliau Rahinahulah  berkata : "Saya tulis hadits ini setelah banyak pertanyaan mengenainya, bertepatan dengan pendudukan bangsa Yahudi di tepi barat Yordania pada awal bulan Haziran (Juni) tahun 1967M. Semoga Allah menghinakan dan merendahkan mereka serta membersihkan negeri ini dari mereka dan dari pendukung-pendukungnya".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya (Syaikh Ali Hasan) berkata : Saya aminkan do'a beliau Rahimahullah di atas, sambil saya jelaskan bahwa sebab penulisan makalah ini adalah karena pembantaian, pengusiran serta perusakan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi semenjak kurang labih tiga bulan yang lalu (dihitung sejak majalah Al-Ashalah edisi ini terbit yaitu Syawal 1421H) terhadap saudara-saudara kita kaum Muslimin di Palestina yang terjajah. Hanya Allah-lah yang dapat memberikan pertolongan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penutup dari Penerjemah&lt;br /&gt;Demikianlah, insya Allah jika kaum Muslimin telah kembali kepada agamanya secara sungguh-sungguh, maka saat itulah negara Yahudi akan lenyap dari permukaan bumi. Sebelumnya akan di awali dengan pertempuran habis-habisan seperti diterangkan dalam dua hadits shahih di atas. Kita senantiasa memohon taufiq dan pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2678526002350566619-6237563264909669009?l=imamhk.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imamhk.blogspot.com/feeds/6237563264909669009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2678526002350566619&amp;postID=6237563264909669009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6237563264909669009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2678526002350566619/posts/default/6237563264909669009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imamhk.blogspot.com/2009/01/yahudi-akan-terbasmi.html' title='Yahudi akan Terbasmi'/><author><name>Imam Handoko Kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16589602335595433495</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_tithTThVIJU/SX9NeKcA4TI/AAAAAAAAAAk/av-ql8jwGvA/S220/imamprofile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2678526002350566619.post-1328911435280538955</id><published>2009-01-30T14:43:00.002+04:00</published><updated>2009-01-30T16:04:21.002+04:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Surga dan Neraka</title><content type='html'>Surga &amp; Neraka &lt;br /&gt;(Keadaan Dan Para Penghuninya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Ketika Allah telah menciptakan Surga, Dia berfirman kepada Jibril : ‘Pergilah dan lihat
